Cinta Sejati

Yang menguatkan cinta kita kepada Tuhan adalah banyak bertobat. Suatu hari, pada hari Ahad bulan Dzulqa’dah, Rasulullah keluar. Beliau bersabda, “Hai manusia, siapa di antara kamu yang mau bertobat?” Lalu kami menjawab, “Kami semua ingin bertobat, ya Rasulullah.” Rasulullah bersabda, “Mandilah kamu, kemudian berwudhu dan shalatlah empat rakaat, boleh juga dipisah dengan dua salam. Pada setiap rakaat, bacalah Surah Al-Fatihah 1 kali, Al-Ikhlash 3 kali, serta Al- Falaq dan Al-Nas masing-masing 1 kali; kemudian istighfar 70 kali, dan ditutup dengan Lâ haula wala quwwata illa billah al-‘aliyy al-‘azhim. Baca juga ‘Ya ‘Azîz, ya Ghaffar, ighfir lidzu nubi, wa lil mu’minin wal-mu’minât. Fa innahû la yaghfirudz dzunub illâ antâ (Wahai Yang Mahaperkasa, wahai Yang Maha Pengampun, ampunilah dosa-dosaku dan dosa seluruh Mukminin dan Mukminat. Sesungguhnya, tidak akan ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau).’ “

Kemudian, Rasulullah bersabda lagi, “Siapa saja dari umatku yang melakukan shalat tobat itu, maka namanya akan disebut di langit, tobatnya diterima, dan dosanya diampuni. Malaikat di bawah Arasy akan memanggilnya dan berkata, ‘Hai seorang hamba, Allah sudah memberkatimu, keluargamu, dan keturunanmu. Kemudian, malaikat yang lain berkata, “Hai seorang hamba, engkau akan mati dalam keadaan iman, dan aku tidak akan mencabut agama dari dalam hatimu selama-lamanya; akan aku luaskan kuburanmu dan akan aku terangi di dalamnya.’ Malaikat yang lain berkata, ‘Hai seorang hamba, engkau sudah membuat ridha kedua orang tuamu. Sebab itu, orangtuamu diampuni dosa-dosanya karenamu, begitu juga keturunanmu. Dan engkau akan berada dalam keluasan rezeki di dunia dan di akhirat.’ Kemudian, Malaikat Jibril berkata, ‘Akulah yang nanti akan datang bersama malaikat maut menjemputmu dengan penuh kasih sayang; kematian tidak akan menakutkanmu; dan ruhmu akan keluar dari jasadmu dalam keadaan selamat.'”

Demikianlah pahala atau keutamaan shalat tobat.

Tanda Cinta Sejati

Alkisah, seorang raja diminta untuk membawa mayat kepada seorang pendeta. Mayat itu menceritakan beberapa kisah kepada raja. Ini salah satunya. Ketika mendengar jawaban raja atas sebuah pertanyaan yang diajukan si mayat, si mayat terkejut, hingga ia melesat dari tangan raja dan bergantung di pohon asap. Lalu raja menurunkannya, membawanya lagi untuk diantarkan ke seorang pendeta. Kemudian mayat itu berkata, “Kasihan kamu ini, bolak-balik terus. Bagaimana jika aku bercerita lagi untuk menghabiskan waktu? Tapi, kamu harus menjawab pertanyaanku. Jika tidak, akan kupecahkan kepalamu. Ceritanya begini:

“Ada seorang perempuan cantik jelita. Ia belum mendapat jodoh. la ingin mempunyai suami yang memiliki salah satu dari tiga syarat, yaitu (1) pintar, (2) sakti mandraguna, dan (3) pemberani. Suatu hari, bapaknya pergi. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seseorang. Ketika ia bercerita bahwa anaknya sangat cantik, orang itu mau melamarnya. ‘Apa kamu mempunyai satu dari tiga syarat itu?” tanya si bapak. “Ya, saya orang sakti. Saya bisa membuat kendaraan di angkasa.’ Lalu orang itu membuat kendaraan tersebut untuk membuktikan kesaktiannya kepada si bapak. Bahkan, orang itu mengajaknya berkeliling alam semesta sampai ke black hole. ‘Kalau begitu, saya setuju. Datanglah nanti pada tanggal 7 bulan depan untuk saya nikahkan dengan putri saya.’

“Gadis itu mempunyai seorang kakak yang pekerjaannya berdagang. Dalam perjalanan ke pasar, kakaknya bertemu dengan seseorang. Orang itu juga ingin melamar adiknya. Orang itu mengatakan bahwa ia pintar, mampu memberikan makna kepada seluruh peristiwa yang terjadi di dunia ini. ‘Baik, kalau begitu, datanglah pada tanggal 7 bulan depan untuk saya nikahkan dengan adik saya.’ Saat itu tentu saja belum ada handphone, sehingga si bapak dan si kakak tidak bisa saling berkomunikasi. Kebetulan, pada hari yang sama, ibu gadis itu didatangi oleh calon lain di rumahnya. Ia seorang serdadu pemberani yang suka berperang. Oleh ibunya, pelamar itu pun diterima.

“Tepat pada tanggal 7 yang telah ditentukan, seluruh keluarga itu panik. Sebab, ada tiga pelamar yang mau menikahi gadis di keluarga tersebut. Saat sedang panik itu, mendadak si gadis yang diperebutkan menghilang. Bapaknya kebingungan, dan bertanya kepada pelamar yang pintar, ‘Di mana anakku?’ ‘la dibawa oleh seorang raksasa, masuk ke sebuah gua di Bukit Mahameru,’ jawabnya. Lalu ia memberikan petunjuk dengan jelas. ‘Jika begitu, mari kita susul,’ kata si bapak. la meminta bantuan kepada pelamar yang sakti untuk menciptakan pesawat angkasa, sambil membawa pelamar ketiga (yang pemberani) untuk merebut anaknya dari raksasa.

“Singkat cerita, mereka menemukan raksasa itu. Tapi, ia tidak mau menyerahkan si gadis begitu saja. Maka, pelamar pemberani itulah yang berhadapan dengan raksasa. Mereka pun berkelahi mati-matian. Akhirnya, raksasa itu terbunuh, dan si putri pun selamat. Persoalannya sekarang, kepada siapakah gadis itu harus diberikan? Ketiga pelamar itu sangat berjasa, dan masing-masing merasa paling berhak menjadi suami si gadis. Kata pelamar yang pintar, ‘Kalau saya tidak memberitahukan tempat persembunyian raksasa, kamu tidak akan berhasil melawannya meskipun kamu pemberani. Walau pun mempunyai kendaraan angkasa, kamu juga tidak akan tahu ke arah mana kendaraanmu harus dikemudikan. Jadi, sayalah yang berhak.’

“Pelamar yang sakti berkata, ‘Meskipun kamu memiliki ilmu dan mengetahui tempat raksasa itu, ilmumu sia-sia saja jika tidak ada teknologinya. Ilmumu tidak bermanfaat kalau tidak ada kendaraan yang mengantarkannya.’ Pelamar yang pemberani pun berkata, ‘Walaupun kamu memiliki ilmu, mengetahui di mana gadis itu, dan kamu mempunyai kendaraan, tetapi jika aku tidak mengorbankan darahku bertarung dengan raksasa tadi, tidak mungkin gadis ini bisa selamat.”

“Sekarang, jawablah, Raja. Siapakah di antara ketiganya yang paling berhak atas gadis itu. Jika tidak, kepalamu akan kupecahkan,” kata si mayat. Lalu raja menjawab, “Ilmu itu hanya alat. Kendaraan hanya teknologi. Yang betul-betul mencintai gadis itu adalah dia yang rela mengorbankan nyawanya, menumpahkan darahnya, dan berjuang mati-matian untuk merebut kekasihnya. Dialah yang paling berhak menjadi suami gadis itu.”

Ilmu dan teknologi hanya alat semata. Sebetulnya, kekasih Allah bukanlah orang yang paling mengerti tentang Tuhan. Bukan pula orang yang mempunyai wahana untuk menjalankan cara-cara mendekatkan diri kepada Allah. Kekasih Allah yang sebenarnya adalah orang yang mau mengorbankan darahnya untuk Dia; orang yang mau mati-matian menderita untuk Dia. Al-maut ayat al-hubb al-shadiq, kematian adalah tanda cinta yang sebenarnya.

Setelah menelusuri hakikat cinta, marilah kita bertanya pada diri: sudahkah kita berusaha mencintai Allah dan Rasul-Nya? JR Wa mā taufīqī illā billāh, ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi unīb


Allâhumma shalli ‘alâ Sayyiidina Muhammad wa Âli Sayyiidina Muhammad wa ajjil farajahum warzuqna fiddunya ziyâratahum wa fil âkhirati syafâ’atahum

***

KH. Jalaluddin Rakhmat, Pendiri Yayasan Muthahhari (Untuk Pencerahan Pemikiran Islam) dan Sekolah Para Juara (SD Cerdas Muthahhari www.scmbandung.sch.id, SMP Plus Muthahhari www.smpplusmuthahhari.sch.id, SMP Bahtera www.smpbahtera.sch.id, dan SMA Plus Muthahhari www.smaplusmuthahhari.sch.id).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *