{"id":1257,"date":"2024-06-24T16:22:08","date_gmt":"2024-06-24T16:22:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1257"},"modified":"2025-06-16T03:52:02","modified_gmt":"2025-06-16T03:52:02","slug":"belajar-cerdas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1257","title":{"rendered":"BELAJAR CERDAS"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Belajar-Cerdas-1024x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1258\" srcset=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Belajar-Cerdas-1024x1024.png 1024w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Belajar-Cerdas-300x300.png 300w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Belajar-Cerdas-150x150.png 150w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Belajar-Cerdas.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><em style=\"font-size: revert;color: initial;font-weight: var(--wp--custom--font-weight--regular)\">Ya Allah<\/em><p class=\"rt0Lv iw-CW\" id=\"15up1\"><em>Sehatkan tubuhku<\/em><\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" id=\"eqi59\"><em>Cerdaskan otakku<\/em><\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" id=\"ckv1u\"><em>Bersihkan hatiku<\/em><\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" id=\"9a9dt\"><em>Indahkan akhlakku<\/em><\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"text-align: justify\" id=\"9qdul\"><\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"text-align: justify\" id=\"69prd\">Seorang murid SMA Plus Muthahhari membaca doa itu di depan, dan murid-murid lainnya mengikutinya. Kami menyebut doa ini sebagai \u201cdoa kebangsaan\u201d sekolah kami. Saya sering terharu mendengarkannya. Doa itu sederhana, singkat, dan menyentuh. Apa lagi yang kita inginkan dari anak anak kita, dari anak-anak panah yang dilepaskan ke masa depan kita?<\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"text-align: justify\" id=\"bbn96\"><\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"text-align: justify\" id=\"amstj\">Kita ingin mereka bertubuh sehat, berotak cerdas, berhati bersih, berakhlak indah. Agar tubuhnya sehat, kita berkonsultasi dengan dokter. Agar hatinya bersih dan akhlaknya indah, kita bertanya kepada para ulama atau tokoh agama. Agar otaknya cerdas, kita berbicara dengan para guru. Sayang sekali, bila dokter mengerti betul tentang tubuh manusia, ulama paham sekali urusan hati, guru sama sekali tidak mengerti otak. Selama ini, otak\u2014organ yang berpikir, merasa, dan belajar\u2014tidak pernah dipertimbangkan oleh para pendidik, kecuali ketika mereka menghardik muridnya dengan kata-kata \u201cotak udang\u201d atau \u201cotak miring\u201d.<\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"text-align: justify\" id=\"dvfn7\"><\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"text-align: justify\" id=\"dstn\">Sudah berpuluh tahun saya terlibat praktis dalam dunia pendidikan. Saya mengikuti kuliah ilmu mendidik hanya satu tahun saja. Tetapi kegiatan saya dalam \u201cmencerdaskan kehidupan bangsa\u201d berlangsung sejak saya murid sekolah menengah. Saya mengajar anak-anak miskin di sebuah kampung yang kumuh. Kemudian, setelah selesai Pendidikan Guru SLP, saya mengajar di SMP-SMP dan SMA-SMA swasta di Bandung. Begitu lulus dari Fakultas Ilmu Komunikasi, saya langsung ditunjuk untuk mengajar Bahasa Inggris di almamater saya.<\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"text-align: justify\" id=\"85g2n\"><\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"text-align: justify\" id=\"9o9um\">Apa modal utama saya dalam mengajar? Mungkin 25 persen berasal dari ilmu pendidikan yang saya peroleh; dan 75 persen hanyalah <em>trial and error<\/em>. Ketika saya mendirikan SMA Plus Muthahhari, saya tertantang untuk melahirkan sekolah yang lain dari yang lain. Kecenderungan memberontak, yang mungkin saya warisi dari orangtua saya, mendorong saya untuk melakukan beberapa eksperimen pendidikan. Misalnya, saya beranggapan bahwa anak-anak kita memikul beban mata pelajaran terlalu banyak. Karena itu, saya mengurangi pertemuan di kelas untuk pelajaran-pelajaran tertentu. Sebagai penggantinya, saya memberikan kepada mereka modulmodul yang bisa mereka kerjakan tanpa pertemuan kelas. Saya adakan juga <em>test-out<\/em> bagi anak-anak yang sudah menguasai pelajaran pada periode tertentu, sehingga\u2014jika lulus\u2014mereka bisa melanjutkan pada kurikulum lebih tinggi. Saya mencoba juga untuk tidak merujuk pada kurikulum departemen pendidikan. Yang saya rujuk hanyalah standar kompetensinya saja. Secara kebetulan, departemen pendidikan\u2014melalui para ahli pendidikan\u2014sampai juga pada konsep kurikulum berbasis kompetensi.<\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"text-align: justify\" id=\"5spbn\"><\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"text-align: justify\" id=\"bidn0\">Pada saat yang sama, saya tertarik dengan <em>Quantum Learning<\/em>-nya Bobby DePorter. Secara singkat, <em>Quantum Learning<\/em> mengajarkan bahwa murid belajar lebih cepat jika belajar menjadi kegiatan yang menyenangkan. Saya masukkan <em>\u201clearning is fun\u201d<\/em> sebagai bagian dari wawasan almamater Muthahhari. Supaya murid menyenangi proses pembelajaran, para guru harus mempraktikkan zikir malaikat pemikul arasy, <span style=\"font-weight: 700\">\u201cSubhaana man azharal jamiil wa sataral qabiih.<\/span> <em>Mahasuci Dia yang menampakkan yang indahindah dan menyembunyikan yang buruk.\u201d<\/em> Mereka tidak boleh menjatuhkan harga diri murid kalau mereka belum berhasil dalam belajarnya. Tetapi begitu mereka berhasil, guru harus memberikan apresiasi yang tulus, kalau perlu merayakannya. Berikut ini adalah butir keempat dan kelima dari wawasan almamater Muthahhari:<\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"text-align: justify\" id=\"2nusu\"><\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"margin-inline-start: 24px;text-align: justify\" id=\"cgj0j\">4. Belajar yang efektif hanya terjadi dalam suasana yang menyenangkan dan dengan kegiatan yang mengaktifkan semua kecerdasan. <\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"margin-inline-start: 24px;text-align: justify\" id=\"d45qn\">5. Setiap orang harus berusaha menghargai kebaikan orang lain dan menutupi keburukannya.<\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"text-align: justify\" id=\"bc7gu\"><\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"text-align: justify\" id=\"cjpp2\">\u201cBelajar yang efektif \u2026 dalam suasana yang menyenangkan\u201d membawa saya pada konsep <em>Accelerated Learning.<\/em> Dari literatur yang saya peroleh, saya menyimpulkan lima prinsip akselerasi dalam akronim <span style=\"font-weight: 700\">METIK<\/span>: Modalitas belajar, peranan Emosi, penggunaan pengaruh-pengaruh Tak sadar, pengenalan dan pengembangan Inteligensi majemuk, dan pelibatan sekaligus kedua belahan otak Kanan dan kiri. Semuanya itu akhirnya saya temukan berujung pada pemahaman otak. Dan otak ternyata tidak pernah muncul dalam mata kuliah ilmu pendidikan. Para pendidik, seperti saya, hampir tidak memiliki informasi mutakhir dari penelitian-penelitian otak. Otak memang bukan bidang pendidikan. Otak dipelajari di sebuah sudut kecil fakultas kedokteran\u2014neurologi.<\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"text-align: justify\" id=\"8eab5\"><\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"text-align: justify\" id=\"1pebo\">Maka mulailah saya melangkahkan kaki untuk menengok sudut yang ternyata sudah melebar sampai \u201cmenginvasi\u201d disiplin-disiplin lainnya. Ketika Santiago Ramon y Cajal, \u201cmaestro\u201d-nya studi miksroskopik otak, berkata, <em>\u201cAs long as the brain is a mystery, the universe, the reflection of the structure of the brain, will also be a mystery,\u201d<\/em> sudut kecil itu sudah menjadi alam semesta. Misteri otak mencerminkan misteri alam semesta. Misteri alam semesta pasti membawa kita untuk merenungkan misteri Tuhan. Maka neurologi yang dimulai dari neurokimia dan neurobiologi sekarang sudah mulai memasuki <em>neurotheology.<\/em><\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"text-align: justify\" id=\"5aohm\"><\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"text-align: justify\" id=\"4dfud\">Ketika dua tahun yang lalu saya menulis buku Psikologi Agama, saya dikejutkan dengan penemuan-penemuan menakjubkan. Banyak pengalaman ruhaniah\u2014 yang diklaim orang sebagai bukti kedekatan dengan Tuhan\u2014 ternyata disebabkan oleh aktivitas otak pada lobus temporal. Pengalaman ruhaniah yang dialami orang suci\u2014secara neurologis\u2014hampir sulit dibedakan dari pengalaman orang gila. Dalam pemburuan saya pada penelitian-penelitian otak, temuan saya yang pertama ialah kenyataan bahwa otak saya sudah \u201cmiring\u201d. Maka, supaya saya tidak terlalu miring, saya memfokuskan studi saya hanya pada otak yang belajar. Saya berharap saya mempelajari ilmu yang langsung dapat saya amalkan dalam kegiatan pendidikan saya, paling tidak di sekolah yang saya dirikan. <span style=\"font-weight: 700\">JR <\/span><em>wa m\u0101 tauf\u012bq\u012b ill\u0101 bill\u0101h, &#8216;alaihi tawakkaltu wa ilaihi un\u012bb<\/em><\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"text-align: justify\" id=\"dblpi\"><\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"text-align: justify\" id=\"328ic\"><em>All\u00e2humma shalli &#8216;al\u00e2 Sayyiidina Muhammad wa \u00c2li Sayyiidina Muhammad wa ajjil farajahum warzuqna fiddunya ziy\u00e2ratahum wa fil \u00e2khirati syaf\u00e2&#8217;atahum<\/em><\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" id=\"8bjr0\"><\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"text-align: center\" id=\"f279i\">***<\/p><p class=\"rt0Lv iw-CW\" style=\"text-align: justify\" id=\"6805j\"><span data-hook=\"BACKGROUND_COLOR\" style=\"text-decoration: inherit\"><span style=\"font-weight: 700\">KH. Jalaluddin Rakhmat, Pendiri Yayasan Muthahhari <\/span>(Untuk Pencerahan Pemikiran Islam) dan<span style=\"font-weight: 700\"> Sekolah Para Juara <\/span>(SD Cerdas Muthahhari <\/span><a class=\"HdIyI VK6i-\" data-hook=\"WebLink\" href=\"http:\/\/www.scmbandung.sch.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span data-hook=\"BACKGROUND_COLOR\" style=\"text-decoration: inherit\">www.scmbandung.sch.id<\/span><\/a><span data-hook=\"BACKGROUND_COLOR\" style=\"text-decoration: inherit\">, SMP Plus Muthahhari <\/span><a class=\"HdIyI VK6i-\" data-hook=\"WebLink\" href=\"http:\/\/www.smpplusmuthahhari.sch.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span data-hook=\"BACKGROUND_COLOR\" style=\"text-decoration: inherit\">www.smpplusmuthahhari.sch.id<\/span><\/a><span data-hook=\"BACKGROUND_COLOR\" style=\"text-decoration: inherit\">, SMP Bahtera <\/span><a class=\"HdIyI VK6i-\" data-hook=\"WebLink\" href=\"http:\/\/www.smpbahtera.sch.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span data-hook=\"BACKGROUND_COLOR\" style=\"text-decoration: inherit\">www.smpbahtera.sch.id<\/span><\/a><span data-hook=\"BACKGROUND_COLOR\" style=\"text-decoration: inherit\">, dan SMA Plus Muthahhari <\/span><a class=\"HdIyI VK6i-\" data-hook=\"WebLink\" href=\"http:\/\/www.smaplusmuthahhari.sch.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span data-hook=\"BACKGROUND_COLOR\" style=\"text-decoration: inherit\">www.smaplusmuthahhari.sch.id<\/span><\/a><span data-hook=\"BACKGROUND_COLOR\" style=\"text-decoration: inherit\">).<\/span><\/p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ya Allah Sehatkan tubuhku Cerdaskan otakku Bersihkan hatiku Indahkan akhlakku Seorang murid SMA Plus Muthahhari membaca doa itu di depan, dan murid-murid lainnya mengikutinya. Kami menyebut doa ini sebagai \u201cdoa kebangsaan\u201d sekolah kami. Saya sering terharu mendengarkannya. Doa itu sederhana, singkat, dan menyentuh. Apa lagi yang kita inginkan dari anak anak kita, dari anak-anak panah &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1257\" class=\"more-link\">Read more<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;BELAJAR CERDAS&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[938,939,18,19,940,941,942,943,779,944,17],"class_list":["post-1257","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-belajar","tag-cerdas","tag-jalaluddin-rakhmat","tag-katakangjalal","tag-mengajar","tag-metik","tag-neurologi","tag-otak","tag-sma-plus-muthahhari","tag-wawasan-almamater-muthahhari","tag-yayasan-muthahhari"],"featured_media_urls":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1257","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1257"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1257\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2310,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1257\/revisions\/2310"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1257"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1257"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1257"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}