{"id":1355,"date":"2024-07-27T16:37:24","date_gmt":"2024-07-27T16:37:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1355"},"modified":"2024-07-27T16:37:24","modified_gmt":"2024-07-27T16:37:24","slug":"bertengkar-itu-jelek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1355","title":{"rendered":"Bertengkar itu Jelek!"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Bertengkar-itu-jelek-1024x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1356\" srcset=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Bertengkar-itu-jelek-1024x1024.png 1024w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Bertengkar-itu-jelek-300x300.png 300w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Bertengkar-itu-jelek-150x150.png 150w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Bertengkar-itu-jelek.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"be2qq\">Tahun 1970, Ismail menjadi pemuda Muhammadiyah. Selama seminggu, dia dilatih secara intensif di Darus Arqam &#8211;wadah pengkaderan Muhammadiyah. Dia mempelajari paham agama dalam Muhammadiyah, Kepribadian Muhammadiyah, dan Khittah Muhammadiyah. Dia pulang dengan membawa himpunan keputusan Majelis Tarjih Muhammadiyah &#8211;yang berisi fatwa-fatwa resmi yang harus diamalkan anggota Muhammadiyah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"6jse9\">Segera setelah kembali ke kampungnya, dia aktif memperjuangkan paham Muhammadiyah. Dia merasa sangat berbahagia ketika mesjid jami&#8217; di kampungnya menurunkan beduk dan menghilangkan azan awal pada hari Jum&#8217;at. Sebagai kader Muhammadiyah, dia berhasil mengembalikan umat kepada Al-Qur&#8217;an dan Hadis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"av2h7\">Lima belas tahun kemudian, Ismail masih menjadi pemuda Muhammadiyah. Tetapi kini dia bekerja sama dengan tokoh-tokoh NU dan bahkan bergabung dengan salah satu tarikat yang dahulu di bid&#8217;ahkannya. Dia mengelola LSM yang membantu ekonomi lemah. Jamaahnya tak lagi mempersoalkan kemuhammadiyahannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"422ij\">Rupanya banyak orang seperti Ismail, berasal dari NU, Persis, Al-Irsyad, dll. Pada saat sebagian anggota Muhammadiyah mulai mengamalkan qunut, sebagian NU meninggalkannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"bv5go\">Dahulu NU menyebut dirinya Ahlu Sunnah wal Jamaah, sedangkan Muhammadiyah dan kawan-kawan sebagai kaum wahabi. Sekarang MD dan kawan-kawan menyatakan diri sebagai Ahlu-Sunnah wal Jamaah; sementara NU menjadi lebih liberal dari Wahabi. Kini, khususnya pada kalangan anak-anak muda, ikhtilaf mazhab tidak lagi menjadi fokus perhatian. Buat mereka, tantangan yang dihadapi umat Islam jauh lebih besar daripada perbedaan dalam cara-cara beribadat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"36scd\">Lebih dari itu, sekarang orang menyadari bahwa perbedaan mazhab fiqih itu seringkali dibesar-besarkan untuk kepentingan politik. Kesadaran bahwa konflik mazhab itu lahir dari kepentingan politik adalah sebuah sejarah. Bukankah dua mazhab awal &#8211;Sunni dan Syiah&#8211; muncul karena perbedaan visi politik? Terakhir, orang-orang yang aktif menyebarkan isu Sunnah-Syiah di Indonesia sejak perang Irak-Iran, tampak limbung setelah Irak menyerang Kuwait.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"5fmgh\">Dalam suatu pengajian di Paramadina, Jakarta, disimpulkan bahwa mazhab-mazhab fiqih yang berkembang sejalan dengan perkembangan sistem politik. Kesadaran inilah tampaknya mengubah Ismail belakangan ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"4geac\">Orang-orang seperti Ismail ingin mengikuti tradisi sahabat Ibnu Mas&#8217;ud. Ibnu Mas&#8217;ud kecewa betul ketika mendengar Khalifah Utsman shalat Zhuhur dan Ashar sebanyak masing-masing empat rakaat di Mina. Utsman r.a. dianggap telah meninggalkan sunnah Rasulullah SAW. Tetapi, ketika Ibnu Mas&#8217;ud shalat berjamaah di Mina di belakang Utsman r.a., ia shalat seperti shalatnya Utsman r.a. Ketika orang mempertanyakan hal itu, Ibnu Mas&#8217;ud berkata,&#8221;Bertengkar itu semuanya jelek!&#8221; (Hadist Riwayat Abu Dawud).***<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>KH. Jalaluddin Rakhmat, Pendiri Yayasan Muthahhari <\/strong>(Untuk Pencerahan Pemikiran Islam)dan<strong> Sekolah Para Juara <\/strong>(SD Cerdas Muthahhari, SMP Plus Muthahhari, SMP Bahtera, dan SMA Plus Muthahhari).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahun 1970, Ismail menjadi pemuda Muhammadiyah. Selama seminggu, dia dilatih secara intensif di Darus Arqam &#8211;wadah pengkaderan Muhammadiyah. Dia mempelajari paham agama dalam Muhammadiyah, Kepribadian Muhammadiyah, dan Khittah Muhammadiyah. Dia pulang dengan membawa himpunan keputusan Majelis Tarjih Muhammadiyah &#8211;yang berisi fatwa-fatwa resmi yang harus diamalkan anggota Muhammadiyah. Segera setelah kembali ke kampungnya, dia aktif memperjuangkan &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1355\" class=\"more-link\">Read more<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Bertengkar itu Jelek!&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[1097,1096,1094,1100,18,19,1092,1091,1093,580,578,1095,1099,1098,17],"class_list":["post-1355","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-ahlu-sunnah-wal-jamaah","tag-al-irsyad","tag-al-quran-dan-hadis","tag-ibnu-masud","tag-jalaluddin-rakhmat","tag-katakangjalal","tag-kepribadian-muhammadiyah","tag-khittah-muhammadiyah","tag-majelis-tarjih-muhammadiyah","tag-muhammadiyah","tag-nu","tag-persis","tag-sunnah-syiah-di-indonesia","tag-wahabi","tag-yayasan-muthahhari"],"featured_media_urls":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1355","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1355"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1355\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1357,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1355\/revisions\/1357"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1355"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1355"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1355"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}