{"id":1428,"date":"2024-08-20T02:28:18","date_gmt":"2024-08-20T02:28:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1428"},"modified":"2024-08-20T02:28:18","modified_gmt":"2024-08-20T02:28:18","slug":"imam-ali-bin-abi-thalib-penghulu-para-ilmuwan-muslim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1428","title":{"rendered":"IMAM ALI BIN ABI THALIB: PENGHULU PARA ILMUWAN MUSLIM"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Imam-Ali-Ilmu-pengetahuan-1024x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1429\" srcset=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Imam-Ali-Ilmu-pengetahuan-1024x1024.png 1024w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Imam-Ali-Ilmu-pengetahuan-300x300.png 300w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Imam-Ali-Ilmu-pengetahuan-150x150.png 150w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Imam-Ali-Ilmu-pengetahuan.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p id=\"zand8972\">Bila Anda membaca beberapa kitab, Anda akan menemukan banyak riwayat yang menyebutkan tentang hari kesyahidan Imam &#8216;Al\u00ee bin Ab\u00ee Thalib. Riwayat yang paling mashur adalah pada tanggal 19 Ramadhan. Ketika beliau sedang shalat Shubuh, &#8216;Abdurrahm\u00e2n bin Muljam menebaskan pedangnya dari belakang tepat mengenai kepala beliau. Beliau lantas tersungkur di mihrabnya. Beberapa hari setelah itu, tepatnya pada tanggal 21 Ramadhan, Imam &#8216;Al\u00ee menghembuskan nafasnya yang terakhir.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"7lig11007\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"eahtj1009\">Imam &#8216;Al\u00ee adalah tokoh besar di kalangan kaum Muslim, yang oleh George Jordac disebut sebagai &#8220;Suara Keadilan Umat Manusia.&#8221; Edward Gibbon\u2014salah seorang sejarawan yang banyak menulis buku dan salah satu karyanya yang terkenal adalah <em>The History of the Decline and Fall of the Roman Empire<\/em>\u2014berkata tentang Imam &#8216;Al\u00ee demikian: &#8220;Al\u00ee adalah pahlawan yang dianugerahi oleh Allah kepiawaian dalam bermain pedang dan kepiawaian (kefasihan) dalam menggunakan bahasa.&#8221; Agak jarang hal ini terjadi. Kebanyakan prajurit yang tangguh adalah orang yang memiliki otot yang kuat, tetapi otak yang kecil. Atau orang yang memiliki otak yang cerdas, umumnya mempunyai otot yang kecil. Imam &#8216;Ali adalah orang yang menggabungkan kedua-duanya.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"sx4ly1013\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"7go1w1015\">Tidak perlu kita mengisahkan secara panjang tentang kepiawaian Imam &#8216;Ali dalam bermain pedang ini. Kita sudah mengetahuinya semua. Tidak ada seorang musuh pun yang melakukan perang tanding berhadapan dengan Imam &#8216;Ali kembali dalam keadaan hidup, kecuali kalau Imam Ali melepaskannya dari cengkeraman maut. Dalam satu peperangan, ketika Imam &#8216;Ali maju menantang untuk bertarung dengannya, Mu&#8217;awiyah yang memimpin pasukan yang lain meminta agar Amr bin &#8216;Ash menghadapinya. &#8216;Amr bin &#8216;Ash mengatakan, &#8220;Mestinya Anda yang menghadapi dia.&#8221; Lalu Mu&#8217;awiyah berkata, &#8220;Demi Allah, Anda pun tahu, tidak seorang pun menghadapi Imam Ali kembali dalam keadaan hidup.&#8221; Akhirnya, &#8216;Amr bin &#8216;Ash pergi juga menghadapi Imam &#8216;Al\u00ee. Dan &#8216;Amr bin &#8216;Ash pun memang roboh. Tetapi ketika Imam &#8216;Al\u00ee hendak memberikan pukulan terakhir, Amr bin &#8216;Ash membuka auratnya dan Imam &#8216;Al\u00ee membalikkan wajahnya meninggalkan &#8216;Amr bin &#8216;Ash dalam keadaan hidup.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"c9lyu1017\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"pl4gd1019\">Imam &#8216;Al\u00ee sering disebut dengan doa di belakang namanya: <em>Karramall\u00e2hu Wajhahu<\/em>&nbsp;(&#8220;Semoga Allah memuliakan wajahnya&#8221;), karena beliau tidak pernah mau memandang aurat dan, bahkan\u2014menurut sebagian riwayat auratnya sendiri. Bandingkan dengan mereka yang mengaku sebagai pengikut Imam &#8216;Al\u00ee, tetapi menonton pertunjukan aurat\u2014itu pun kadang dengan membayar.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"o38441023\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"7l0ky1025\">Para jago perang di seluruh dunia memanggil nama Imam &#8216;Ali sebagai sumber keberanian perjuangan mereka. Di Banten, misalnya, ada sejenis kemampuan bela diri yang digabungkan dengan kekuatan supranatural yang mengambil kekuatan supranaturalnya dari nama Imam &#8216;Al\u00ee: &#8220;Ya Ali.&#8221; Di Aceh, orang menemukan bendera yang dipergunakan orang Aceh dalam Perang Sabil, setiap menghadapi penjajah yang hendak menguasainya. Dalam bendera orang Aceh tertulis kalimat: <em>&#8220;Nadi Aliyyan mazhharal-&#8216;aj\u00e2&#8217;ib; tajidhu &#8216;aunan la-ka fin-nawa&#8217;ib; kullu hammin wa ghammin sayanjali bi-nubuwwatika ya Muhammad, bi-wilayatika ya Ali.&#8221;<\/em>&nbsp;Artinya: &#8220;Panggillah &#8216;Al\u00ee, tempat penampakan berbagai keajaiban; engkau akan menemukan dia membantumu dalam berbagai kesulitan. Semua kesulitan hilang karena kenabian (<em>nubuwwah<\/em>)-mu, wahai Muhammad, dan karena kepemimpinan (<em>wilayah<\/em>)-mu, wahai <em>&#8216;Al\u00ee<\/em>.&#8221; Walaupun ada perbedaan sedikit dalam redaksinya, kalimat itu tertulis dalam bendera pahlawan-pahlawan Aceh dalam Perang Sabil mereka.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"52anp1035\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"cyvae1037\">Di kalangan orang Sunda, ada legenda bahwa agama yang dianut orang Sunda itu berasal dari Prabu Kian Santang. Menurut orang Sunda, Prabu Kian Santang\u2014tentu tidak ada dalam kitab-kitab hadis\u2014adalah murid langsung dari Imam &#8216;Ali. Masih menurut cerita orang Sunda yang sudah tidak dikenal lagi oleh kebanyakan orang Sunda, Kian Santang adalah pemain silat yang tangguh. Dia jago berperang dan tidak ada tandingannya. Saking tangguhnya, dia mencoba mencari lawan yang paling tangguh di dunia ini. Dia sudah tidak menemukan lagi lawan yang tangguh di dunia persilatan yang dapat mengalahkannya. Maka, datanglah dia ke negeri Arab. (Jangan tanya saya bagaimana dia datang ke negeri Arab, karena ini namanya juga cerita). Dia diberitahu bahwa pahlawan yang tidak terkalahkan itu adalah Imam &#8216;Al\u00ee. Di Arab, dia menunggu lama, sampai datanglah seorang tua menanyakan maksud kedatangannya. Lalu orang tua itu berkata, &#8220;Sebelum engkau mengalahkan Imam &#8216;Al\u00ee, aku ini punya tongkat, dan angkatlah tongkat ini.&#8221; Kian Santang mencoba mengangkat tongkat yang tidak ditancapkan ke tanah, dan hanya ditegakkan saja. Dengan segala kemampuan ilmunya, Prabu Kian Santang tidak berhasil mengangkat tongkat itu. Ternyata, singkat cerita, orang tua itu adalah Imam &#8216;Al\u00ee. Dia lalu masuk Islam di tangan Imam &#8216;Al\u00ee. Jadi, di kalangan orang Sunda pun, Imam &#8216;Al\u00ee adalah lambang seorang pahlawan.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"tz6ug1039\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"s62op1041\">Kalau Imam &#8216;Al\u00ee ternyata ditebas pedang dan disebut &#8220;kalah,&#8221; itu pun ketika beliau sedang melakukan shalat subuh dan diserang dari belakang. Tidak pernah ada luka di bagian depan tubuh Imam &#8216;Ali. Kebanyakan lukanya karena orang menyerangnya dari belakang. Seperti diramalkan Rasulullah Saw, ketika turun ayat Al-Quran surah asy-Syams, Allah mengingatkan: <em>Ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka. Lalu Rasul Allah berkata kepada umatnya, &#8220;Peliharalah unta betina Allah itu dan air minumnya!&#8221; Kemudian mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu. Maka, Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyamaratakan mereka. Dan Allah tidak takut terhadap akibatnya<\/em>&nbsp;(Qs asy-Syams, 91: 12-14). Rasulullah Saw menyebutnya sebagai Asyq\u00e2 al- Awwal\u00een (&#8220;orang yang paling celaka di zaman dahulu&#8221;). Tahukah kalian Asyq\u00e2 al-Akhir\u00een (&#8220;orang yang paling celaka dari umat yang akan datang&#8221;)? Orang itu adalah orang yang membasahi janggut Ab\u00fb al-Hasan\u2014panggilan Imam &#8216;Ali\u2014dengan darahnya.&#8221; Jadi, Abdurrahm\u00e2n bin Muljam adalah <em>Asyq\u00e2 al-Akhir\u00een<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"6q7o41047\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"8qq751049\">Imam asy-Syafi&#8217;i\u2014pemimpin mazhab besar khususnya bagi kaum Muslim di Indonesia\u2014pernah berkata, &#8220;Aku takjub menyaksikan seorang tokoh, yang keutamaannya disembunyikan oleh musuh-musuhnya karena kedengkian mereka dan oleh oleh pecintanya karena ketakutan, tetapi darinya keluar kumpulan hadis yang memenuhi satu kitab.&#8221; Jadi, keutamaan Imam &#8216;Al\u00ee disembunyikan oleh musuh-musuhnya karena dengki, kadang-kadang dengan memindahkan hadis-hadis keutamaan Imam &#8216;Al\u00ee kepada sahabat-sahabat yang lain. <em>Ash-Shiddiq,<\/em> yang semula gelar Imam &#8216;Al\u00ee, pindah ke sahabat yang lain. <em>Al-Faruq,<\/em>&nbsp;yang semula juga adalah gelar Imam &#8216;Ali, pindah juga kepada sahabat yang lain. Gelar <em>Dzun-Nurain<\/em>&nbsp;pindah dari Imam &#8216;Ali ke sahabat yang lain. Banyak gelar Imam &#8216;Ali dipindahkan oleh musuh-musuhnya untuk menutupi keutamaan Imam &#8216;Ali karena kedengkian mereka. Dan para pecintanya menyembunyikan keutamaan Imam &#8216;All karena ketakutan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"iq3iw1057\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"fk9n61059\">Imam at-Tirmidzi sempat mengumpulkan hadis-hadis tentang keutamaan Imam &#8216;Al\u00ee, yang diberi nama <em>Manaqib al-Imam Ali,<\/em>&nbsp;satu jilid besar. Ketika dia sampai di suatu daerah di Iran zaman dahulu, orang-orang mengetahui bahwa beliau mengumpulkan hadis-hadis tentang keutamaan Imam &#8216;Ali. Mereka mengelilinginya lalu bertanya padanya, &#8220;Katanya, engkau mengumpulkan hadis-hadis tentang keutamaan Imam &#8216;Al\u00ee. Coba sebutkan hadis-hadis yang mengatakan keutamaan Mu&#8217;awiyah.&#8221; At-Tirmidzi menjawab, &#8220;Saya belum menemukan hadis tentang keutamaan Mu&#8217;awiyah kecuali satu saja.&#8221; Ketika didesak agar yang satu itu pun disebutkan, At-Tirmidzi lalu mengatakan, &#8220;Suatu hari Rasulullah Saw menyuruh &#8216;Abdullah bin &#8216;Abbas memanggil Mu&#8217;awiyah. Ibn &#8216;Abb\u00e2s pergi dan tidak lama dia balik lagi memberitahu Nabi Saw bahwa Mu&#8217;awiyah sedang makan. Kali yang kedua, Rasulullah Saw menyuruhnya untuk memanggilnya lagi dan Mu&#8217;awiyah sedang makan. Sampai ketiga kalinya, Mu&#8217;awiyah tidak bisa datang karena sedang makan. Waktu itulah Rasulullah Saw mendoakan Mu&#8217;awiyah, &#8220;Mudah-mudahan Allah tidak pernah mengenyangkan perutnya.&#8221; Itulah satu-satunya hadis tentang keutamaan Mu&#8217;awiyah. Memang, kelak sesudah itu, Mu&#8217;awiyah meninggal dunia karena kekenyangan. Mendengar hadis yang menyebutkan Mu&#8217;awiyah seperti itu, massa ramai-ramai menghakimi At-Tirmidzi. Dia diinjak-injak\u2014maaf\u2014bahkan pada bagian vitalnya. Kemudian At-Tirmidzi diangkut dan meninggal di suatu tempat bernama Rey, yang sekarang bernama Teheran. At-Tirmidzi wafat lantaran meriwayatkan keutamaan Mu&#8217;awiyah dan keutamaan Imam &#8216;Ali dengan cara yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"8c0oz1063\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"ih3yz1065\">Jadi, dahulu orang-orang takut meriwayatkan keutamaan Imam &#8216;All. Saking takutnya, sampai ada seorang ahli hadis di Kufah, ketika meriwayatkan hadis dan harus menyebutkan sanadnya diterima dari siapa hadis itu-sampai kepada Imam &#8216;Al\u00ee, dia tidak menyebutkan nama Imam &#8216;Al\u00ee tetapi dia menyebutkan &#8220;<em>\u2019an Abi Zainab,<\/em>&#8221; dari Bapak Zainab. Orang-orang pun penasaran siapa Ab\u00fb Zainab itu? Ahli hadis itu tidak pernah memberitahukan kecuali menjelang akhir hayatnya. Dia katakan bahwa Ab\u00fb Zainab yang dimaksud adalah Imam &#8216;Ali.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"9jozp1069\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"m5zdl1071\">Ada juga seorang ahli ilmu yang kebetulan diberi nama oleh ayahnya dengan nama &#8216;Ali. Tetapi karena dia dibenci banyak orang lantaran namanya dan khawatir diadili, dia mengganti namanya menjadi <em>&#8220;\u2019Uli.&#8221;<\/em> Tulisannya masih tetap dengan huruf <em>&#8216;ain, lam, ya,<\/em>&nbsp;tetapi di atas huruf <em>&#8216;ain<\/em> dia tulis <em>dhammah<\/em>&nbsp;dan menjadi &#8216;Uli.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"kwhxf1081\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"ks53g1083\">Sekarang, nama &#8216;Al\u00ee adalah nama yang populer di kalangan kaum Muslim. Di internet, nama yang termasuk populer, selain Muhammad, adalah &#8216;Al\u00ee dan bukan George, atau John. Di Indonesia, setelah revolusi Islam Iran, anak-anak yang baru lahir banyak yang diberi nama &#8216;Al\u00ee.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"1tr001085\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"77mst1087\">Di Iran sendiri jumlah nama &#8216;Al\u00ee terbanyak. Saking banyaknya, sehingga guru-guru di sekolah mengalami kesulitan memanggilnya. Karena dalam satu kelas\u2014kalau itu kelas laki-laki\u2014kemungkinan sampai 90% dari muridnya bernama &#8216;Al\u00ee. Akhirnya, murid-murid dipanggil berdasarkan nama keluarganya: Rakhmati, untuk &#8216;Al\u00ee dari keluarga Rakhmat; &#8216;Askar\u00ee, untuk &#8216;Al\u00ee dari keluarga &#8216;Askar\u00ee, dan sebagainya. Jadi nama keluarga yang dipanggil. Berkenaan dengan nama &#8216;Al\u00ee ini, saya juga akan mengatakan seperti Imam asy-Sy\u00e2fi&#8217;\u00ee, &#8220;Ajaib benar tokoh ini! Semua musuhnya menyembunyikan namanya karena kedengkian mereka; para pecintanya menyembunyikannya karena ketakutan mereka, tetapi nama &#8216;Al\u00ee tersebar ke seluruh penjuru dunia.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"lmgfj1089\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"6clgi1091\">Imam &#8216;Al\u00ee adalah imam yang paling menderita. Beliau sering dikhianati oleh sahabat-sahabatnya sendiri. Beliau dimusuhi oleh sesama kaum Muslim, sehingga dalam doa ziarah kepadanya, kita mengucapkan, &#8220;Wahai Imam, engkau telah dikhianati&#8230;&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"dgvtp1093\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"xaoxa1095\">Saya tidak ingin menceritakan penderitaan Imam &#8216;Al\u00ee kecuali sedikit saja. Imam &#8216;Ali adalah pemimpin yang &#8220;kesepian&#8221; karena kepandaiannya. Sementara itu, umatnya waktu itu cenderung mengikuti orang-orang bodoh. Dalam setiap zaman, memang kebanyakan orang cenderung mengikuti orang-orang yang bodoh. Mereka mengikuti para pendongeng. Padahal Imam &#8216;Ali\u2014yang disebut oleh salah seorang penulis dari Malaysia sebagai &#8220;Seorang Intelektual Muslim Pertama&#8221;\u2014amatlah cerdas dan sekaligus cemas melihat umatnya lebih terpengaruh oleh para pendongeng. Beliau cemas lantaran melihat umatnya lebih mau bertanya kepada orang-orang yang ilmunya masih dangkal dan bahkan pertemuannya dengan Rasulullah pun masih diragukan. Saking cemasnya, sampai-sampai Imam &#8216;Al\u00ee berkata di hadapan jamaahnya, &#8220;Bertanyalah kepadaku sebelum kalian kehilangan aku. Aku mengetahui Al-Quran itu, apakah turun di lembah atau di bukit.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"62zhg1097\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"twucd1099\">Di antara tokoh panutan umat yang diragukan ilmunya\u2014saya terpaksa menyebutkannya\u2014adalah Abu Hurairah. Bila Anda membaca sejarah Nabi Saw, tokoh ini tidak pernah muncul dalam perjuangan apa pun. Abu Hurairah muncul setelah Perang Khaibar pada tahun ketujuh Hijriah. Ia hanya sempat bergaul dengan Nabi Saw selama tiga tahun. Itu pun, kata Abu Hurairah, &#8220;Aku masuk Islam untuk memenuhi perutku.&#8221; Jadi, masuk Islamnya untuk memenuhi perutnya, dan itu sah-sah saja. Kita pun harus memberikan makan kepada yang lapar agar ia tertarik kepada Islam. Sampai sekarang, kita lebih banyak menerima hadis dari Abu Hurairah ketimbang dari &#8216;Ali bin Abi Th\u00e2lib.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"40hgv1101\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"6lgul1103\">Imam &#8216;Ali adalah imam yang fasih berbicara tetapi tidak pernah mengumbar kata-kata yang tidak perlu. Setiap ucapannya sangat bernilai\u2014pendek-pendek, puitis, dan berbobot. Misalnya, <em>Athi&#8217;il &#8216;agila taghnam wa&#8217;shil jahila taslam<\/em>&#8220;\u2014artinya: &#8220;Turutilah orang yang pintar nanti engkau beruntung, dan bantahlah orang yang bodoh nanti engkau selamat.&#8221; Atau ucapan beliau yang lain, &#8220;<em>Man s\u00e5&#8217;a tadbinuhu, ta&#8217;ajjala tadmiruhu<\/em>&#8220;\u2014artinya: &#8220;Barangsiapa yang perencanannya buruk, pasti cepatlah kehancurannya.&#8221; Kalimat pendek dari Imam &#8216;Al\u00ee tetapi amat berisi ini dapat dijumpai dalam buku khusus. Buku yang mengumpulkan kata-kata hikmah Imam &#8216;Al\u00ee itu bernama <em>Ghurar al-Hikam<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"erp511111\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"qljze1113\">Imam &#8216;Ali adalah orang yang paling tahu bahwa dari dahulu orang lebih senang kepada yang dangkal-dangkal saja. Orang Arab yang baru lepas dari zaman kejahilan lebih senang dengan kebodohan ketimbang ilmu pengetahuan. Karena itu, kepada para pengikutnya, Imam Ali berwasiat agar selalu mencintai ilmu pengetahuan. Ketika hendak memerangi orang-orang Khawarij, Imam &#8216;Ali lebih dahulu mengajak mereka dialog untuk memelihara darah kaum Muslim. Kemudian orang Khawarij mengutus tujuh orang untuk bertanya kepada Imam &#8216;Al\u00ee dengan satu pertanyaan saja. Mana yang lebih utama: ilmu atau kekayaan? Orang yang pertama datang, dan dijawab Imam &#8216;Al\u00ee, &#8220;Ilmu itu lebih utama, karena ilmu itu menjaga dirimu, sementara engkau menjaga harta.&#8221; Yang kedua datang dengan pertanyaan sama, lalu dijawab oleh Imam &#8216;Ali, &#8220;Ilmu itu lebih utama, karena ilmu akan bertambah bila dibagi-bagikan, sementara harta akan habis bila dibagi-bagikan.&#8221; Sampai orang yang ketujuh bertanya dengan pertanyaan yang sama, sementara Imam &#8216;Al\u00ee menjawab dengan tujuh macam jawaban yang berbeda. Akhirnya, orang Khawarij ini takjub karenanya, mereka pun memutuskan, &#8220;Orang semacam ini jangan diajak berdialog, tetapi harus diajak berperang saja.&#8221; Lalu terjadilah perang.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"bdsq31115\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"l7hid1117\">Jadi, Imam &#8216;Ali sangat menekankan pentingnya ilmu pengetahuan. Beliau ingin para pengikutnya menjadi pecinta-pecinta ilmu pengetahuan. Memang untuk penjadi pecinta ilmu pengetahuan dibutuhkan ketekunan dan kesabaran. Dalam Al-Quran, kita tidak boleh membeda-bedakan manusia kecuali karena ilmunya: <em>Apakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu,&#8230; <\/em>(Qs az-Zumar, 39: 9). Dan dalam hadis disebutkan, &#8220;Memandang wajah orang yang berilmu itu adalah ibadah.&#8221; Itulah ajaran Islam yang mendidik kita untuk mencintai ilmu pengetahuan.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"anzs01121\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"e420j1123\">Saya pernah menyebutkan bahwa mazhab Ali adalah mazhab cinta. Sekarang saya ingin mengatakan juga bahwa mazhab &#8216;Ali adalah mazhab ilmu. Sepanjang sejarah, bila Anda membaca tulisan Sayyid Baqir Shadr, banyak tokoh ilmu pengetahuan dunia sepanjang sejarah Islam berasal dari para pengikut Imam &#8216;Ali. J\u00e4bir bin Hayyan yang kelak menjadi tokoh fisika, seorang ahli optik, adalah pengikut Imam &#8216;Al\u00ee. Ibn S\u00een\u00e2, seorang tokoh kedokteran dan tokoh ilmu pengetahuan, adalah salah seorang pengikut Imam &#8216;Al\u00ee.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"y7pma1125\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"27w1l1127\">Ketika dunia Islam mengalami kehancuran akibat serangan tentara Mongol, ada sekelompok orang Islam yang mengadakan semacam tarekat secara sembunyi-sembunyi. Mereka menyebut dirinya <em>Ikhwan ash-Shafa<\/em>. Di dalam <em>Ikhwan ash-Shafa<\/em>, mereka mempelajari filsafat Yunani dan memperlajari ilmu pengetahuan dan menemukan penemuan-penemuan baru dalam sains. dan teknologi. Mereka ini adalah para pecinta Imam &#8216;Ali. Di sepanjang sejarah, para pecinta Imam &#8216;Ali adalah pecinta ilmu pengetahuan. Imam &#8216;Ali memang meminta para pengikutnya untuk mencintai ilmu pengetahuan dan menjauhi kebodohan. Menurut Imam &#8216;Al\u00ee, kalau manusia di dunia tidak merasa puas dengan kebodohan, pastilah orang itu akan menjadi orang saleh. Karena itu juga, dalam mazhab Imam &#8216;Al\u00ee, untuk acara-acara keagamaan, seperti Malam Nishfu Sya&#8217;ban, Malam Lailatul Qadar, dan acara-acara keagamaan yang lain, diharuskan adanya majelis ilmu, di samping majelis zikir.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"v6vzf1133\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"zkhhq1135\">Saya mengakhiri pembahasan ini dengan sebuah ucapan singkat dari Imam Ali: <em>Al-&#8216;ilm yunjika wa al-jahl yurdika<\/em>&#8220;\u2014artinya: &#8220;Ilmu itu menyelamatkanmu dan kebodohan itu menjatuhkanmu.&#8221; Akhirnya, saya ucapkan selamat kepada para pecinta Imam &#8216;Ali, murid-murid SMU Plus Muthahhari yang mengungkapkan kecintaan mereka dengan menerjemahkan kata-kata mutiara Imamnya. JR \u2014<em>wa m\u0101 tauf\u012bq\u012b ill\u0101 bill\u0101h, &#8216;alaihi tawakkaltu wa ilaihi un\u012bb<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"55onr1140\"><em>&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"r9qhu1142\"><em>All\u00e2humma shalli &#8216;al\u00e2 Sayyiidina Muhammad wa \u00c2li Sayyiidina Muhammad wa ajjil farajahum warzuqna fiddunya ziy\u00e2ratahum wa fil \u00e2khirati syaf\u00e2&#8217;atahum<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"hd2g51144\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p id=\"ya2461146\">***<\/p>\n\n\n\n<p id=\"hy6qg1148\"><strong>KH. Jalaluddin Rakhmat, Pendiri Yayasan Muthahhari <\/strong>(Untuk Pencerahan Pemikiran Islam) dan<strong>&nbsp;Sekolah Para Juara <\/strong>(SD Cerdas Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.scmbandung.sch.id\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">www.scmbandung.sch.id<\/a>, SMP Plus Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.smpplusmuthahhari.sch.id\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">www.smpplusmuthahhari.sch.id<\/a>, SMP Bahtera <a href=\"http:\/\/www.smpbahtera.sch.id\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">www.smpbahtera.sch.id<\/a>, dan SMA Plus Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.smaplusmuthahhari.sch.id\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">www.smaplusmuthahhari.sch.id<\/a>).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bila Anda membaca beberapa kitab, Anda akan menemukan banyak riwayat yang menyebutkan tentang hari kesyahidan Imam &#8216;Al\u00ee bin Ab\u00ee Thalib. Riwayat yang paling mashur adalah pada tanggal 19 Ramadhan. Ketika beliau sedang shalat Shubuh, &#8216;Abdurrahm\u00e2n bin Muljam menebaskan pedangnya dari belakang tepat mengenai kepala beliau. Beliau lantas tersungkur di mihrabnya. Beberapa hari setelah itu, tepatnya &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1428\" class=\"more-link\">Read more<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;IMAM ALI BIN ABI THALIB: PENGHULU PARA ILMUWAN MUSLIM&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[1244,1254,1253,1250,1251,1245,1256,1249,1252,18,1247,19,1246,1248,1255,17],"class_list":["post-1428","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-ali-bin-abi-thalib-6","tag-askari","tag-an-abi-zainab","tag-ash-shiddiq","tag-dzun-nurain","tag-edward-gibbon","tag-ikhwan-ash-shafa","tag-imam-asy-syafii","tag-imam-at-tirmidzi","tag-jalaluddin-rakhmat","tag-karramallahu-wajhahu","tag-katakangjalal","tag-muawiyah-4","tag-nadi-aliyyan","tag-sayyid-baqir-shadr","tag-yayasan-muthahhari"],"featured_media_urls":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1428","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1428"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1428\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1430,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1428\/revisions\/1430"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1428"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1428"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1428"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}