{"id":1520,"date":"2024-09-17T16:16:06","date_gmt":"2024-09-17T16:16:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1520"},"modified":"2024-09-17T16:16:06","modified_gmt":"2024-09-17T16:16:06","slug":"kecintaan-para-sahabat-terhadap-rasulullah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1520","title":{"rendered":"KECINTAAN PARA SAHABAT TERHADAP RASULULLAH"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/KECINTAAN-PARA-SAHABAT-TERHADAP-RASULULLAH-1024x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1521\" srcset=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/KECINTAAN-PARA-SAHABAT-TERHADAP-RASULULLAH-1024x1024.png 1024w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/KECINTAAN-PARA-SAHABAT-TERHADAP-RASULULLAH-300x300.png 300w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/KECINTAAN-PARA-SAHABAT-TERHADAP-RASULULLAH-150x150.png 150w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/KECINTAAN-PARA-SAHABAT-TERHADAP-RASULULLAH.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"9r5ch\"><strong>Doa Khusus Rasulullah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"7ve5c\">Dahulu para sahabat berbaiat kepada Rasulullah dengan berkata, &#8220;Ambillah tanganku.&#8221; Lalu Rasulullah mengambil tangan mereka. Dan Allah berfirman, &#8220;Tangan Allah di atas tangan mereka.&#8221; Kita pun menyampaikan baiat kita terhadap Rasulullah dan mudah-mudahan tangan Allah di atas tangan kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"eg8lm\">Di samping itu, kalau seorang anak lahir, para sahabat sering membawa anak itu menemui Rasulullah; meminta beliau agar mendoakannya. Bahkan, ada orang yang sengaja datang kepada Rasulullah meminta didoa- kan, bukan saja untuk anaknya, melainkan juga untuk dirinya. Karena itu, terkenal di kalangan sahabat, banyak bayi yang didoakan oleh Rasulullah. Juga terkenal di kalangan para sahabat, ada orang-orang yang didoakan secara khusus oleh Rasulullah untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Misalnya, Abdullah bin Abbas yang didoakan oleh Nabi dengan ucapan yang terkenal, &#8220;Ya Allah, buatlah dia mengerti kepada agama dan ajarkanlah pengetahuan tentang ilmu tafsir.&#8221; Lantaran doa Nabi inilah, ia menjadi orang yang dikenal sebagai mufasir di antara sahabat Nabi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"9q265\">Ada juga seseorang yang didoakan oleh Nabi supaya awet muda. Orang ini, kelak, puluhan tahun sepeninggal Rasulullah, masih hidup. Tercatat dalam sejarah, usianya 80-90-an tahun. Pada usia itu, tidak ada satu uban pun tumbuh di kepalanya. Orang yang didoakan Rasulullah ini adalah orang yang mencintai keluarga Rasulullah. Lantaran kecintaannya terhadap keluarga Rasul, kepalanya dipotong. Mu- arikh mencatat, inilah kepala yang pertama dipotong dalam sejarah kaum Muslim. Tetapi, persis seperti didoakan oleh Rasulullah, dia memperoleh usia yang panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"65c21\">Kita juga mengenal Anas bin Malik yang didoakan oleh Rasulullah supaya dipanjangkan usianya, dibanyakkan anaknya, dan dilimpahkan hartanya. Kelak, Anas bercerita sendiri bahwa dialah di antara penduduk Madinah yang paling banyak anaknya dan paling banyak hartanya. Itu di antara para sahabat yang didoakan khusus oleh Rasulullah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"4f235\">Kita pun ingin memperoleh doa Rasulullah, apalagi ketika memasuki bulan Maulid. Kita yakin bahwa Rasulullah bukan hanya rahmat bagi para sahabatnya, melainkan juga untuk seluruh alam. Rasulullah adalah ungkapan kasih sayang Allah Swt. kepada seluruh alam. Karena itu, tentu saja bukan hanya para sahabat yang memperoleh doa Rasulullah, melainkan juga manusia yang tidak sezaman dengan beliau. Adalah tidak adil bila para sahabat bisa mendapat berkah dari doa Nabi, sedangkan kita tidak bisa memper olehnya. Karena itu, Nabi mengajarkan kepada kita shalawat dan salam kepadanya. Rasulullah bersabda, <em>&#8220;Siapa yang bershalawat kepadaku sekali, aku akan membalasnya sepuluh kali&#8221;<\/em> (Sunan Al-Darami 2: 317). Artinya, siapa yang berdoa untuk Rasulullah, membacakan shalawat, Rasulullah akan mendoakan dia sepuluh kali sebagai balasannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"faqq6\">Di dalam hadis disebutkan bahwa setiap pagi dan sore diperlihatkan kepada Rasulullah keadaan umatnya, amal- amal yang mereka lakukan. Sekarang pun amal-amal kita diperlihatkan kepada Rasulullah. Kalau melihat amal-amal kita baik, Rasulullah merasa gembira dan beliau akan berdoa supaya Allah melipatgandakan kebaikan kita. Kalau melihat amal-amal kita tercela, beliau berduka dan berdoa mudah-mudahan Allah mengampuni kesalahan kita. Tanpa kita meminta ampun, karena besar kasih sayangnya, beliau setiap saat mendoakan kita. Karena itu, lebih beruntung lagi orang- orang yang setiap saat menyampaikan shalawat kepada Rasulullah, dengan harapan beliau mendoakan mereka. Orang-orang seperti itu adalah orang yang mencintai Rasulullah, dan Rasulullah pun mencintai mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"7dsqc\">Boleh jadi setiap kelompok kaum Muslim menyatakan kecintaan kepada Rasulullah; tetapi, pernyataan cinta mereka ini harus dibuktikan. Indikatornya adalah bibir mereka sering menggemakan nama Rasulullah, sebagaimana kalau mencintai seseorang, kita akan menyebut namanya berulang-ulang. Karena itu, kalau kita ingin mengetahui kelompok mana yang lebih mencintai Rasulullah, lihatlah majelis mana yang paling banyak dihiasi dengan shalawat kepadanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"31r89\">Akan tetapi, sayang, dalam perkembangan selanjutnya, shalawat atau meminta tolong kepada Rasulullah untuk mendoakan itu berkurang karena adanya sebagian orang yang menganggap bahwa meminta tolong kepada Rasulullah itu tidak boleh. Kita harus meminta tolong langsung kepada Allah saja dengan dalil <em>&#8220;iyyaka na budu wa iyyaka nasta \u00een&#8221;.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"50gja\">Jadi, kata mereka, kita tidak boleh meminta tolong kepada Rasulullah. Minta tolong apa? Minta tolong supaya didoakan oleh Rasulullah. Tetapi ajaibnya, orang yang berpendapat tidak boleh meminta tolong kepada Rasulullah itu sering meminta tolong kepada kaum Muslim yang lain. Misalnya, minta tolong supaya didoakan karena mau naik haji ke Tanah Suci. Dia juga minta tolong kepada tetangganya kalau dia mau membangun rumah. Aneh! Ketika meminta tolong kepada kaum Muslim yang lain, dia lupa dengan <em>iyyaka na budu wa iyyaka nasta \u00een. <\/em>Atau kalau meminta tolong kepada tetangganya untuk urusan dunia, dia juga lupa dengan dalil itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"fld24\">Saya tidak ingin berargumen banyak di sini, tetapi saya hanya ingin menegaskan bahwa iyyaka na&#8217;budu wa iyyaka nasta \u00een itu bukan berarti kita tidak boleh meminta tolong kepada sesama makhluk; apalagi kepada Rasulullah. Bukankah Al-Quran menyatakan, <em>Hendaklah kalian saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan <\/em>(QS Al-Ma&#8217;idah [5]: 2).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"7226m\">Sekali lagi, saya tidak akan berargumentasi lebih lanjut, tetapi secara sederhana saya katakan bahwa kita harus saling menolong sesama kita dan bahwa iyyaka na &#8216;budu wa iyyaka nasta in harus dipahami tidak seperti yang dikemukakan tadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"2r1vq\">Nabi adalah <em>sayyidul anam<\/em> yang bila tidak karena dia, Tuhan tidak menciptakan alam semesta ini. Dialah manusia mulia yang melalui dia seharusnya kita meminta tolong untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Memohonnya kepada Allah, tetapi kita meminta bantuan kepada Rasulullah. Dan ini dianjurkan dalam Islam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"bpija\"><strong>Bentuk-bentuk Kecintaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"1t1d6\">Kita telah membicarakan para sahabat yang didoakan oleh Rasulullah secara khusus. Bagaimana kiat kita supaya didoakan juga oleh Rasulullah? Sekarang kita akan membicarakan kecintaan para sahabat terhadap Rasulullah.Seorang perempuan Anshar kehilangan seluruh keluarganya-suami, anak, bapak, dan saudaranya dalam Perang Uhud. Setelah semua jenazah diperlihatkan kepadanya, perempuan itu berkata, &#8220;Bagaimana keadaan Rasulullah?&#8221; Seseorang membawanya ke hadapan Nabi. Ketika melihat Nabi, perempuan itu berkata, &#8220;Seluruh musibah ini kecil setelah aku melihat engkau, ya Rasulullah.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"btvle\"><strong>Thalhah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"2pbhs\">Pada suatu hari, ketika Rasulullah sedang berbincang-bincang dengan para sahabatnya, seorang pemuda yang bernama Thalhah datang mendekati beliau dan berkata, &#8220;Ya Rasulullah, aku mencintaimu.&#8221; Lalu Rasulullah berkata, &#8220;Kalau begitu, bunuhlah bapakmu!&#8221; Pemuda itu bergegas pergi hendak membunuh ayahnya, melaksanakan perintah Nabi, tetapi kemudian Nabi memanggilnya kembali seraya berkata, &#8220;Aku tidak diutus untuk menyuruh orang berbuat dosa. Aku hanya ingin mengetahui apa betul engkau mencintai aku dengan kecintaan yang sesungguhnya.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"2tnl8\">Tidak lama setelah peristiwa itu, Thalhah jatuh sakit dan pingsan. Rasulullah datang menjenguknya. Namun, Thalhah masih dalam keadaan tidak sadarkan diri. Nabi kemudian berpesan, &#8220;Nanti kalau dia bangun, tolong beri tahu aku.&#8221; Rasulullah kemudian kembali ke tempat semula.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"4crqb\">Lewat tengah malam, Thalhah bangun. Yang pertama kali ditanyakannya adalah apakah Rasulullah telah berkunjung kepadanya. Diceritakan kepadanya bahwa Rasulullah tidak hanya berkunjung, tetapi juga berpesan agar beliau diberi tahu kalau Thalhah sudah bangun. Thalhah berkata &#8220;Tidak, jangan beri tahu Rasulullah kalau saya sudah bangun. Bila Rasulullah harus pergi malam hari begini. saya khawatir orang-orang Yahudi akan mengganggunya di perjalanan.&#8221;Setelah berbicara seperti itu, Thalhah meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"tctk\">Pagi harinya, setelah selesai shalat subuh, Rasulullah diberi tahu tentang kematian Thalhah. Rasulullah datang melayat jenazahnya dan berdoa dengan doa yang pendek, tetapi sangat menyentuh hati, &#8220;Ya Allah, sambutlah Thalhah di sisi-Mu. Thalhah tersenyum kepada-Mu dan Engkau tersenyum kepadanya.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"5f64t\">Dengan hal ini, Nabi menggambarkan kepada kita bahwa orang yang mencintainya akan didoakan untuk berjumpa dengan Allah Swt. dalam keadaan Allah ridha kepadanya dan diaridha kepada-Nya. Dia tersenyum melihat Allah dan Allah tersenyum melihatnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"2q53e\"><strong>Abu Dzar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"46tlk\">Dalam hadis Abu Dawud dikisahkan bahwa Abu Dzar bertanya kepada Rasulullah, &#8220;Ya Rasulullah, ada orang yang mencintai suatu kaum, tetapi dia tidak mampu beramal seperti amal kaum itu. Dia hanya mencintai (mencintai keluarga Nabi, tetapi tidak bisa beramal seperti keluarga Nabi. Mencintai Rasulullah, tetapi tidak sanggup beribadah seperti ibadahnya Rasulullah). &#8220;Lalu Rasulullah berkata, &#8220;Engkau, hai Abu Dzar, akan beserta orang yang engkau cintai.&#8221; Abu Dzar berkata, &#8220;Aku sungguh mencintai Allah dan Rasul-Nya.&#8221; Nabi mengulangi lagi sabdanya, &#8220;Engkau akan bergabung dengan orang yang engkau cintai.&#8221; Abu Dzar mengulang-ulang pertanyaannya itu dan Rasulullah juga mengulang-ulang jawabannya: &#8220;Engkau akan bergabung dengan orang yang eng kau cintai.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"97qh8\">Simaklah bagaimana kecintaan Abu Dzar kepada Rasulullah. Tentu saya tidak akan mengulang-ulang sejarah Abu Dar ini yang sudah sering kita dengar \u0336 saya kira,sayalah yang sering bercerita tentang Abu Dzar. (Sampai pernah ketika berbicara tentang &#8220;lebebasan berpendapat di dalam Islam&#8221;, saya menampilkan Abu Dzar sebagai tokohmimbar bebas yang pertama. Sayakira, dalam sejarah, AbuDzarlah yang begitu masuk Islam langsung pergi ke pasar dan membuat mimbar bebas di situ Lalu dia dipukuli sampai penuh darah. Orang-orang mengeroyoknya. Abu Dzar berlumur darah seperti kambing yang baru disembelih. Dan hanya karena &#8216;Abbas menyatakan bahwa AbuDzar adalah pemimpinAl-Ghifari, barulah Abu Ezar dilepas. Tetapi, esoknya, Abu Dzar mengulangi hal yang sama.)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"39svh\">Sebenarnya, Abu Dzar sudah mencintai Rasulullah bah- kan sebelum ia masuk Islam. Seperti kita ketahui, pada awalnya dia adalah perampok, yang pekerjaannya mencegat kafilah dagang. Namun, ia hanya merampok orang-orang kaya. Harta rampasannya ia bagikan kepada orang-orang miskin. Saya malah ingin menyebarkan kisah Abu Dzar ini kepada perampok di Indonesia. Di sini justru yang dirampok adalah orang-orang miskin \u0336 sopirsopir taksi yang harus menyam- bung nyawa dari pagi hingga sore, misalnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"eqbm0\">Ketika mendengar dariadiknya, Anis, yang baru pulang dari Makkah tentang adanya seorang nabi, Abu Dzar langsung jatuh cinta. Anis bercerita, &#8220;Di Makkah, ada orang yang mengaku nahi dan mempunyai agama seperti yang kamu lakukan.&#8221; Abu Dzar bertanya, &#8220;Apa? Sama seperti yang aku lakukan?&#8221; &#8220;Sebab, dia menyuruh kepada orang-orang yang kaya untuk membagikan kekayaannya kepada orang-orang miskin. Jadi, sama denganmu,&#8221; jawab Anis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"vovn\">Karena cintanya, Abu Dzar berangkat ke Makkah untuk menemui Nabi. Karena kecintaannya juga, ia harus menunggu Nabi sampai lima belas hari tidak makan apa-apa, kecuali mhum air zamzam. Begitu menurut satu riwayat Dalam riwayat lain diberitakan bahwa Abu Dzar berjumpa dengan Imam Ali, dan Imam Ali membawanya untuk menemui Rasulullah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"8psd5\">Di Ka&#8217;bah ini, Abu Dzar juga menggunakannya sebagai mimbar bebas. Ketika menunggu di Ka&#8217;bah, ada seorang perempuan meminta anak kepada berhala. Lalu, cari balik berhala itu, Abu Dzar berkata, &#8220;Kalau kamu mau meminta anak kepada berhala, kawini saja berhala itu.&#8221; Mendengar suara seperti itu, perempuan itu lari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"96p9d\">Ketika berjumpa dengan Rasulullah, Abu Dzar mengucapkan <em>&#8220;assalamu&#8217;alaikum ya ayyuhannabiyyu warahmatullahi wabarakatuh&#8221;.<\/em> Inilah salam yang pertama kali disampaikan oleh orang yang belum Islam kepada Rasulullah; biasanya salam itu diucapkan oleh orang Islam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"6rq30\">Saya akan menceritakan kisah kecintaan Abu Dzar kepada Rasulullah. Dalam setiap peperangan, Abu Dzar selalu ikut bersama Rasulullah. Tetapi, waktu itu nasibnya tidak beruntung. Kaki kendaraannya patah. Terpaksa Abu Dzar berjalan kaki. Dia tertatih-tatih mengejar rombongan Rasulullah. Nahi sendiri sudah menunggu di suatu tempat. Tiba-tiba dari kejauhan Nabi melihat debu mengepul. Nabi berkata, &#8220;Mudah-mudahan dia ini Abu Dzar.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"3imhu\">Betul, tidak lama kemudian, Abu Dzar datang dengan sempoyongan. Di hadapan Nabi, dia tersungkur jatuh karena kelelahan dan kehausan. Bibirnya kering tertutup debu. Yang mengharukan kita ialah ketika orang-orang datang menawarkan air, dia menolaknya. Dia mengeluarkan gharibah yang dia bawa dan menunjukkan bahwa <em>gharibah<\/em> itu penuh dengan air yang sangat jernih. Ada yang bertanya, &#8220;Mengapa air itu tidak diminum di pertengahan jalan?&#8221; Abu Dzar berkata, &#8220;Di tengah jalan, aku menemukan oase. Aku melihat arnya begitu bening. Ketika tanganku ingin mengambil air itu, aku teringat Rasulullah. Aku berkata kepada diriku sendiri, alang kah beningnya air ini dan alangkah bahagianya Rasulullah bila meminum air ini. Demi Allah, Abu Dzar tidak akar minum air ini sebelum Rasulullah meminumnya terlebih cahulu.&#8221; Kemudian, Abu Dzar memasukkan <em>gharibah<\/em>-nya dan berjalan kembali mengejar rombongan Rasulullah sampai tersungkur di hadapan Rasulullah tad. Setelah Rasulullah meminum air itu, Abu Dzar baru meminumnya. Itu sekali lagi karena kecintaan Abu Dzar kepada Rasulullah: &#8220;Aku mencintai Allah dan Rasul-Nya,&#8221; kata Abu Dzar. Dan Rasulullah menjawab, &#8220;Engkau akan bergabung dengan orang yang kau cintai.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"52tgk\"><strong>Zaid bin Haritsah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"fm9fv\">Seperti kita ketahui, Zaid adalah budak yang dibeli oleh Khadijah. la tinggal bersama Rasulullah. Rasulullah pernah mengangkatnya menjadi anak. Zaid inilah satu-satunya sahabat Nabi yang namanya disebut dalam Al-Quran. Anda tahu nasib budak belian pada waktu itu. Sama seperti barang, dapat dijual belikan. Betapa rendah martabat seorang budak pada zaman itu. Sebagai perbandingan, pada zaman George Washington, pendiri Amerika Serikat, saja banyak budak belian yarg pada umumnya orang-orang kulit hitam. PernahGeorge Washington menukarkan seorang budak dengan satt karung gandum. Kalau budak-budak ini membantah dan melarikan diri kemudian tertangkap, mereka akan mengalamisiksaan yang kadang-kadang dapat membawa kepada kematian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"4j93m\">Zaid bin Haritsah ini adalah budak belian yang dibeli oleh Rasulullah, tetapi Rasulullah menyayanginya seperti kepada anaknya sendiri. Ketika keluarganya \u0336 yang ber tahun-tahun mencari Zaid \u0336 menemukannya berada di keluarga Rasulullah, mereka mengumpulkan sejumlah uang untuk menebus Zaid agar bisa membawanya ke alam kebebasan. Mereka mendatangi Rasulullah untuk membebaskan Zaid. Rasulullah berkata, &#8220;Kamu tidak perlu membayar dengan uang: kamu boleh ambil Zaid. Tetapi, tanyailah dahulu, siapa yang akan dipilihnya.&#8221; Kemudian Zaid berkata, &#8220;Aku memilihRasulullah. Keluarganya terkejut, dan berkata, &#8216;Engkau memilih perbudakan daripada kebebasan?&#8221; Zaid menjawab, &#8220;Aku memilih kecintaan kepada Rasulullah daripada kepada keluargaku.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"akr8p\">Inilah Zaid bin Haritsah yang kemudian gugur sebagai syahada dalam Perang Mu&#8217;tah dan menggantikan komandan perang setelah Ja&#8217;far gugur. Ja&#8217;far gugur dan Zaid pun gugur dengan membawa kecintaan kepada Rasululah. Dia memilih Rasulullah daripada keluarganya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"86v81\"><strong>Bilal<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"aj0j7\">Bill adalah sahabat yang juga kita kenal sebagai muazin Rasulullah. Awalnya dia ini seorang budak belian, seperti Zaid. Kuitnya hitam; tetapi Nabi pernah memujinya sebagai mutiara orang hitam di surga. Ada sebuah hadis yang populer di kalargan kita yang mengatakan, &#8220;Hai Bilal, aku mendengar bunyi terompahmu di surga. Amalan apa yang kamu lakukan?&#8221; Bilal berkata, &#8220;Setiap kali berwuchu, aku tidak mengerjakan pekerjaan lain kecuali aku shalat.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"8tnld\">Bilal sangat mencintai Rasulullah. Apa yang terjadi setelah Rasulullah meninggal dunia? Saya akan menyampaikan hadis yang diriwayatkan oleh Al-Waludi dari Ummu Salamah. Ummu Salamah bercerita ketika Rasulullah meninggal dunia: &#8220;Ketika itu, kami sedang berkumpul menangisi kepergian Rasulullah. Kami tidur dan Rasulullah berada di rumah kami. Kami melihat Rasulullah berbaring di atas pembaringan. Tiba-tiba kami mendengar suara gemuruh tangisan menjelang sahur. Kami ikut menangis dan menangis jugalah seluruh penghuni masjid. Berguncanglah Madinah dengan tangisan yang satu. Lalu Bilal azan untuk memanggil orang shalat subuh. Ketika sampai pada <em>Asyhadu anna Muhammadar Ras\u00fblullah,<\/em> Bilal tidak sanggup melanjutkan azannya. Dia menangis dan makin bertanbahlah kesedihan kami. Orang- orang berdatangan memasuki bakal kuburnya. Betapa besar musibah waktu itu, sampai setelah peristiwa itu, kalau kami ditimpa musibah apa pun. terasa ringan bila kami mengenang musibah besar ketika kehilangan Rasulullah.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"5ehsg\">Jadi, musibah itu kecil kalau dibandingkan dengan kehilangan Rasulullah. Hingga Bilal tak sanggup melanjutkan azznnya ketika sampai paca kalimat &#8220;Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusanAllah&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"b1c6\">Bilal ini bukan orang Arab asli. Dia orang Afrika. Dia tidak dapat menyebut syin. Setiap menyebut syin, yang keluar adalah <em>syin<\/em>. Pernah orang mengejek Bilal karena tidak bisa berazan dengan fasih. Tetapi Rasulullah menunjuknya sebagai <em>muazin<\/em>. Bahkan, Rasulullah memujinya: &#8220;<em>Syin<\/em> Bilal cihitung Allah sebagai <em>syin<\/em>,&#8221; kata Rasulullah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"6ga8q\">Waktu membaca hadis ini, saya teringat kepada saudara-saudara kita yang mencemooh orang yang tidak bisa mengucapkan Al-Quran dengan fasih. Padahal, orang itu memang kesulitan melakukannya, bukan tidak mau. Kalau orang itu tidak mau mengucapkan yang benar lantaran tidak mau belajar, baru kita kecam. Kalau orang itu sudah belajar mati-matian, tetapi tetap saja tidak bisa, kita harus bersikap seperti Rasulullah terhadap Bilall. Bilallah yang kita ketahui, ketika awal Islam, menderita karena mempertahankan cinta kepada Rasulullah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"adk14\"><strong>Abu Ayyub Al-Anshari<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"4qe0e\">Abu Ayyub Al-Anshari adalah orang yang rumahnya disinggahi Rasulullah ketika beliau sampai di Madinah waktu hijrah. Ketika Rasulullah tinggal sementara di rumahnya, saat itu di rumah Abu Ayyub banyak juga tamu lain, Rasulullah tinggal di bagian bawah. Rumah Abu Ayyub memang dua lantai. Ketika memasuki waktu malam, Abu Ayyub sadar bahwa dia tidur di atas kamar Rasulullah. Karena rumahnya terbuat dari tanah, kalau dia bergerak, tentu debu-debunya akan turun yang mungkin akan mengganggu Rasulullah. Maka Abu Ayyub tidak tidur sepanjang malam. Dia membekukan tubuhnya seperti sebongkah kayu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"1oio9\">Pagi-pagi dia datang kepada Rasulullah, &#8220;Ya Rasulullah, semalam tidak sekejap mata pun aku tidur; begitu juga Ummu Ayyub (istrinya).&#8221; &#8220;Apa yang terjadi padamu, Abu Ayyub?&#8221; tanya Rasulullah. &#8220;Ya Rasulullah, aku sadar bahwa kami berada di atas engkau. Kalau aku bergerak, sudah pasti debu- debu akan beterbangan dan gerakanku akan mengganggumu, padahal aku berada di antara engkau dan wahyu.&#8221; Dalam bayangan Abu Ayyub, wahyu itu dari langit; dan dia berada di antara Rasulullah dan wahyu. Lalu Rasulullah berkata, &#8220;Hai Abi Ayyub, tidak usah begitu, marilah aku ajarkan kalimat yang jika engkau ucapkan pada waktu pagi sepuluh kali, engkau akan diberi sepuluh kebaikan dan dihapuskan dari engkau sepuluh kejelekan Dan engkau akan diangkat sepuuh derajat. Yaitu, ucapkanlah: <em>La ilaha illa huwa al-malik walaka alhamdu la syarikaiak.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"35cq1\"><strong>Abu Thalib<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"8orbs\">Abu Thalib adalah orang yang juga sangat mencintai Rasulullah. Begitu besar cintanya terhadap Rasul sehingga ketika Bani Hasyim diboikot di suatu tempat yang disebut Syi&#8217;ib Abi Thalib; ketika Rasulullah setiap malam harus pindah- pindah tempat tidur karenanyawanya terancam, Abu Thalib mengisi tempat tidur Rasulullah untuk menggantikannya. Abu Thalib pun sudah sejak awal kenabian merelakan diri- nya menjadi tebusan buat Rasulullah. Sahabat-sahabat lain sering berkata, &#8220;Ya Rasulullah, biarkan diriku menjadi tebusannu.&#8221; Begitu kebiasaan sahabat kalau mau bersumpah atau bertanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"25sk2\">Abu Thalib membuktikan kecintaannya bukan hanya dengan kata-kata, melainkan juga dengan perbuatan. Sebagai mana telah diutarakan, bagaimana Rasulullah mengulang kata-katanya kepada Abu Dear, &#8220;Engkau akan bergabung bersama orang yang engkau cintai.&#8221; Pernah juga dikemukakan bagaimana para sahabat bertanya ketika ada orang bertanya yang juga dijawab oleh Rasulullah, &#8220;Engkau akan bersama orang yang engkau cintai. Para sahabat bertanya, &#8220;Ya RasuJullah, apakah itu untuk diasaja?&#8221; &#8220;Untuk semua,&#8221; sabda Rasul, &#8220;engkau akan digabungkan dengan orang yang engkau cinta.&#8221; Kesimpulannya, Abu Thalib pun akan bergaburg dengan Rasulullah karena kecintaannya kepada beliau.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"160id\">Saya terpaksa akan menyebutkan satu hal, karena ini sangat kontras. Hadis yang saya sampaikan tadi saya ambil dari Ilayat Al-Shahabah yang ditulis oleh Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi, orang India. Dia adalah ulama Ahlu Sunnah dan mengumpulkan hadis dari Ahlu Sunnah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"fo6ff\">Selanjutnya, yang akan saya sampaikan ini pun dari kitab yang sama. Pada zaman &#8216;Amr bin Al-&#8216;Ash-\u0336ketika &#8216;Amr bin Al-&#8216;Ash menjadi gubernur\u0336ada seseorang menghina Ra- sulullah, mencaci maki beiau. Kebetulan masih ada sahabat Nabi di tempat itu. Dipulallah orang yang menghina Nabi iti. Orang itu mengadu kepada &#8216;Amr bin Al-&#8216;Ash karena pukulan sahabat Nabi atas kasus menghina Rasulullah. &#8216;Amr bin AlAsh kemudian melarang memukul orang yang menghina Rasulullah. Karena, menurutnya, orang kafir itu sudah terikat perjanjian dengannya. Karena kafir dzimmi, ia sudah terikat perjanjian. Lalu sahabat tadi berkata, &#8220;Apakah perjanjian ini berlaku buat orang yang menghina Rasulullah?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"an60k\">Mengapa Amr bin Al-&#8216;Ash-yang membebaskan seorang Nasrani yang menghina Rasulullah \u0336 disebutkan banyak orang termasuk yang dijanin masuk surga, sementara Abu Thalib yang memiliki kecintaan begitu tinggi terhadap Nabi \u0336 dimasukkan ke dalam golongan yang akan masuk neraka dengan mendapat siksaan yang paling ringan, yaitu terompahkakinya dibakar api neraka sehingga otaknya mendidih. Katanya, itulah siksaan yang paling ringan di neraka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"bh6qp\">Anda tidak tersinggung kalau Abu Thalib dimasukkan ke neraka. Anda tidak marah dan tidak menyebut keterlaluan bila Abu Thalib dimasukkan ke neraka. Itu menghina pencinta Rasulullah. Tetapi Anda tidak tersinggung. Bahkan, saya mungkin akan diprotes karena menyebut &#8216;Amr bin Al-&#8216;Ash membebaskan orang Nasrani yang menghina Rasulullah. Saya pun tidak menyalahkan &#8216;Amr bin Al-&#8216;Ash. Itu mewakili pandangan moderat Islam. Selalu ada yang seperti itu. Kalau Rasulullah ditentang, selalu ada pandangan moderat. Dulu ketika Salman Rushdie menghina Rasulullah, ada ulama yang mengatakan, &#8220;Tidak usah kita menentang itu. Kalau perlu, buatlah novel baru yang sama yangmeng- hinaSalman Rushdie.&#8221; Lucu! . <strong>JR <\/strong><em>wa m\u0101 tauf\u012bq\u012b ill\u0101 bill\u0101h, &#8216;alaihi tawakkaltu wa ilaihi un\u012bb<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"4pig6\"><em>All\u00e2humma shalli &#8216;al\u00e2 Sayyiidina Muhammad wa \u00c2li Sayyiidina Muhammad wa ajjil farajahum warzuqna fiddunya ziy\u00e2ratahum wa fil \u00e2khirati syaf\u00e2&#8217;atahum<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"bkkfa\">***<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"ao81h\"><strong>KH. Jalaluddin Rakhmat, Pendiri Yayasan Muthahhari <\/strong>(Untuk Pencerahan Pemikiran Islam) dan<strong> Sekolah Para Juara <\/strong>(SD Cerdas Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.scmbandung.sch.id\/\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">www.scmbandung.sch.id<\/a>, SMP Plus Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.smpplusmuthahhari.sch.id\/\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">www.smpplusmuthahhari.sch.id<\/a>, SMP Bahtera <a href=\"http:\/\/www.smpbahtera.sch.id\/\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">www.smpbahtera.sch.id<\/a>, dan SMA Plus Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.smaplusmuthahhari.sch.id\/\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">www.smaplusmuthahhari.sch.id<\/a>).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Doa Khusus Rasulullah Dahulu para sahabat berbaiat kepada Rasulullah dengan berkata, &#8220;Ambillah tanganku.&#8221; Lalu Rasulullah mengambil tangan mereka. Dan Allah berfirman, &#8220;Tangan Allah di atas tangan mereka.&#8221; Kita pun menyampaikan baiat kita terhadap Rasulullah dan mudah-mudahan tangan Allah di atas tangan kita. Di samping itu, kalau seorang anak lahir, para sahabat sering membawa anak itu &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1520\" class=\"more-link\">Read more<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;KECINTAAN PARA SAHABAT TERHADAP RASULULLAH&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[1436,1023,1306,1432,1435,1431,18,19,1321,1433,17,1434],"class_list":["post-1520","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-abu-ayyub-al-anshari","tag-abu-dzar","tag-abu-thalib","tag-bentuk-bentuk-kecintaan","tag-bilal","tag-doa-khusus-rasulullah","tag-jalaluddin-rakhmat","tag-katakangjalal","tag-rasulullah","tag-thalhah","tag-yayasan-muthahhari","tag-zaid-bin-haritsah"],"featured_media_urls":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1520","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1520"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1520\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1522,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1520\/revisions\/1522"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1520"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1520"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1520"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}