{"id":1679,"date":"2024-11-09T10:11:18","date_gmt":"2024-11-09T10:11:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1679"},"modified":"2024-11-09T10:11:18","modified_gmt":"2024-11-09T10:11:18","slug":"tak-seorang-pun-akan-kuberitahu-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1679","title":{"rendered":"Tak Seorang pun Akan Kuberitahu (2)"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Salinan-dari-Tak-Seorang-pun-akan-Kuberitahu-2-1024x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1680\" srcset=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Salinan-dari-Tak-Seorang-pun-akan-Kuberitahu-2-1024x1024.png 1024w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Salinan-dari-Tak-Seorang-pun-akan-Kuberitahu-2-300x300.png 300w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Salinan-dari-Tak-Seorang-pun-akan-Kuberitahu-2-150x150.png 150w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Salinan-dari-Tak-Seorang-pun-akan-Kuberitahu-2.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>\u064a\u0627\u064a\u064f\u0651\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u064e\u0651\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062c\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u064e\u0651\u0646\u0650\u0651 \u0625\u0650\u0646\u064e\u0651 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e \u0627\u0644\u0638\u064e\u0651\u0646\u0650\u0651<\/p>\n\n\n\n<p>\u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u064e\u0633\u064e\u0651\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u063a\u0652\u062a\u064e\u0628\u0652 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064b\u0627 \u0627\u064e \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u064f\u0651 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652<\/p>\n\n\n\n<p>\u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064e \u0644\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e \u0623\u064e\u062e\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u064e\u064a\u0652\u0646\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u062a\u064e\u0651\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064e \u0625\u0650\u0646\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064e \u062a\u064e\u0648\u064e\u0651\u0627\u0628\u064f \u0631\u064e\u0651\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f<\/p>\n\n\n\n<p><em>Hai orang-orang beriman, jauhilah olehmu kebanyakan prasangka karena sebagian prasangkan itu dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan dan janganlah kamu saling menggunjing. Maukah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu membencinya. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Penerima Taubat dan Maha Pengasih<\/em> (QS. Al-Hujurat [49]: 12).<\/p>\n\n\n\n<p>Ayat ini melarang tiga hal yang dapat menghancurkan <em>ukhuwwah Islamiyah<\/em>: prasangka, <em>tajassus<\/em> (mencari-cari aib orang), dan <em>ghibah<\/em> (menggunjing). Ketiganya mempunyai efek yang sama: meruntuhkan kehormatan kaum Muslim.<\/p>\n\n\n\n<p>Ibnu Umar pernah melihat Rasulullah saw. bertawaf, mengelilingi Ka&#8217;bah. Ia mendengar Nabi berkata, mengajak berbicara kepada Ka&#8217;bah, &#8220;Betapa indahnya engkau dan betapa<\/p>\n\n\n\n<p>harumnya baumu. Betapa besarnya engkau dan betapa besarnya kehormatanmu. Tetapi, demi yang diriku ada di tangan-Nya. Sesungguhnya kehormatan orang Islam lebih besar di sisi-Nya daripada kehormatanmu. Harta dan darahnya harus dihormati. Dan tidak boleh berprasangka apa pun kepadanya kecuali yang baik saja.&#8221; (<em>Al-Durr al-Mantsur<\/em> 7:565).<\/p>\n\n\n\n<p>Ka&#8217;bah sangat dihormati karena kedudukannya sebagai syiar tauhid, sebagai tempat mengagungkan Allah. Merendahkan kehormatan Kabah, seperti yang dilakukan Abrahah, mengundang murka Tuhan. Walaupun begitu, kehormatan umat Islam jauh lebih besar lagi. Meruntuhkan kehormatan seorang Muslim merupakan maksiat yang sangat dibenci Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tahap pertama dalam merusak kehormatan seorang Muslim adalah berprasangka buruk kepadanya. Kita mencurigai akidahnya, ibadahnya, atau perilakunya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada zaman Rasulullah saw., seseorang melewati majlis dan mengucapkan salam. Hadirin membalas salamnya. Setelah orang itu pergi, salah seorang di antara yang hadir berkata. &#8220;Aku membenci dia&#8221;. Mendengar itu, hadirin yang lain memberitahukan peristiwa itu kepada lelaki yang dibencinya. Keduanya menghadap Rasulullah saw.. Nabi bertanya kepada pembenci, &#8220;Mengapa engkau membenci dia?&#8221; Ia berkata, &#8220;Ya Rasul Allah, saya ini tetangganya. Saya tahu apa yang dilakukannya. Saya tidak pernah melihatnya shalat kecuali shalat (yang fardhu) ini saja, yang dilakukan baik oleh orang baik maupun orang durhaka.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Laki-laki itu berkata, &#8220;Ya Rasul Allah, tanyalah dia, apakah wudhuku salah atau aku mengakhirkan waktu shalat.&#8221; Orang itu mengatakan tidak. Kemudian ia berkata lagi, &#8220;Ya Rasul Allah, saya ini tetangganya. Saya tahu apa yang dilakukannya. Saya tidak pernah melihat dia memberi makan orang miskin selain zakat ini, yang dilakukan baik oleh orang baik maupun orang durhaka.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Laki-laki itu berkata, &#8220;Tanyalah dia, ya Rasul Allah, apakah dia pernah melihatku menahan hak orang yang memintanya&#8221;. Orang itu menjawab tidak, tetapi berkata lagi, &#8220;Ya Rasul Allah, saya ini tetangganya. Saya tahu apa yang dilakukannya. Saya tidak pernah melihatnya berpuasa sehari pun kecuali pada bulan Ramadhan, ketika orang baik dan orang durhaka sama-sama melakukannya.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ya Rasul Allah, tanyalah kepadanya apakah ia pernah melihatku berbuka satu hari saja karena sakit atau perjalanan&#8221;, lelaki itu sekali lagi memohon. Sekali lagi orang itu mengata- kan tidak. Nabi saw. berkata kepada orang yang membencinya, &#8220;Sungguh saya tidak tahu, boleh jadi dia lebih baik daripada kamu.&#8221; (<em>Hayat al-Shahabah<\/em> 3:98).<\/p>\n\n\n\n<p>Orang itu telah masuk ke tahap pertama, berprasangka buruk. Dengan halus Nabi saw. bersabda kepadanya, &#8220;Boleh jadi dia lebih baik daripada kamu.&#8221; Ia akan jatuh lebih dalam lagi, apabila untuk membenarkan prasangkanya, ia melakukan tajassus (mencari-cari aib orang). Tahap yang paling buruk adalah <em>ghibah<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Ghibah adalah menyebarkan aib kaum Muslim di belakang. Ghibah dipandang sebagai kemaksiatan yang besar. Betapapun sering pelaku ghibah memohon ampunan kepada Allah, Allah tidak akan mengampuninya sebelum orang yang telah dibongkar aibnya itu meridhainya. Karena itulah, menurut Nabi saw., dosa ghibah lebih besar daripada zina. (H.R. Al-Baihaqi; <em>Al-Durr al-Mantsur<\/em> 7:576).<\/p>\n\n\n\n<p>Tentang ghibah, Nabi saw. bersabda: &#8220;Riba itu mempunyai lebih dari tujuh puluh pintu. Pintu yang paling ringan dosanya sama dengan menzinahi ibunya dalam Islam. Satu dirham riba lebih mengerikan daripada tiga puluh kali berzina. Tetapi, riba yang paling jelek dan paling busuk adalah menghancurkan kehormatan orang Islam.&#8221; <em>(Al-Durr al-Mantsur <\/em>7:574).38<\/p>\n\n\n\n<p>Karena orang Islam itu bersaudara, menghancurkan kehormatan salah seorang Muslim adalah sama dengan memakan bangkai. Pada suatu hari, Jabir bin Abdullah bersama Rasulullah saw.. Tiba-tiba tercium bau bangkai yang busuk. Rasulullah saw. bersabda &#8220;Tahukah kamu bau apa ini. Inilah bau orang-orang yang menggunjingkan orang lain&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila Anda telah cukup dekat dengan Allah, kemudian tirai kegaiban disingkapkan di depan anda, mungkin Anda akan sering mencium bau seperti ini, bukan hanya di pasar, tetapi boleh jadi di majelis-majelis pengajian. Bukan hanya di mulut orang kafir, tetapi juga dari orang yang berpuasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Dilaporkan kepada Rasulullah saw. tentang dua perempuan yang berpuasa. Keduanya hampir mati dan meminta izin berbuka. Nabi menyuruh keduanya datang. Beliau menyediakan wadah dan menyuruh keduanya memuntahkan isi perutnya. Keduanya memuntahkan darah dan kotoran yang memenuhi wadah. Rasulullah saw. bersabda, &#8220;Kedua perempuan ini berpuasa dari apa yang dihalalkan Allah, tetapi berbuka dengan apa yang diharamkan Allah. Keduanya duduk berhadapan dan kemudian menggunjingkan orang lain&#8221; (<em>Al-Durr al-Mantsur<\/em> 7:572). <strong>JR<\/strong>\u2014<em>wa m\u0101 tauf\u012bq\u012b ill\u0101 bill\u0101h, &#8216;alaihi tawakkaltu wa ilaihi un\u012bb.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>All\u00e2humma shalli &#8216;al\u00e2 Sayyiidina Muhammad wa \u00c2li Sayyiidina Muhammad wa ajjil farajahum warzuqna fiddunya ziy\u00e2ratahum wa fil \u00e2khirati syaf\u00e2&#8217;atahum.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>***<\/p>\n\n\n\n<p><strong>KH. Jalaluddin Rakhmat, Pendiri Yayasan Muthahhari <\/strong>(Untuk Pencerahan Pemikiran Islam) dan<strong> Sekolah Para Juara <\/strong>(SD Cerdas Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.scmbandung.sch.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">www.scmbandung.sch.id<\/a>, SMP Plus Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.smpplusmuthahhari.sch.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">www.smpplusmuthahhari.sch.id<\/a>, SMP Bahtera <a href=\"http:\/\/www.smpbahtera.sch.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">www.smpbahtera.sch.id<\/a>, dan SMA Plus Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.smaplusmuthahhari.sch.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">www.smaplusmuthahhari.sch.id<\/a>).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u064a\u0627\u064a\u064f\u0651\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u064e\u0651\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0622\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627 \u0627\u062c\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u064e\u0651\u0646\u0650\u0651 \u0625\u0650\u0646\u064e\u0651 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064e \u0627\u0644\u0638\u064e\u0651\u0646\u0650\u0651 \u0625\u0650\u062b\u0652\u0645\u064f \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u062c\u064e\u0633\u064e\u0651\u0633\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u063a\u0652\u062a\u064e\u0628\u0652 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064b\u0627 \u0627\u064e \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u064f\u0651 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064e \u0644\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e \u0623\u064e\u062e\u0650\u064a\u0647\u0650 \u0645\u064e\u064a\u0652\u0646\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u062a\u064e\u0651\u0642\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064e \u0625\u0650\u0646\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064e \u062a\u064e\u0648\u064e\u0651\u0627\u0628\u064f \u0631\u064e\u0651\u062d\u0650\u064a\u0645\u064f Hai orang-orang beriman, jauhilah olehmu kebanyakan prasangka karena sebagian prasangkan itu dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan dan janganlah kamu saling menggunjing. Maukah salah &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1679\" class=\"more-link\">Read more<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Tak Seorang pun Akan Kuberitahu (2)&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[712,1679,697,1677,1681,18,19,1680,1678,17],"class_list":["post-1679","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-al-durr-al-mantsur-2","tag-ghibah","tag-hayat-al-shahabah","tag-ibnu-umar","tag-jabir-bin-abdullah","tag-jalaluddin-rakhmat","tag-katakangjalal","tag-maksiat","tag-seorang-muslim","tag-yayasan-muthahhari"],"featured_media_urls":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1679","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1679"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1679\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1681,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1679\/revisions\/1681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1679"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1679"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1679"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}