{"id":1830,"date":"2024-12-29T16:34:56","date_gmt":"2024-12-29T16:34:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1830"},"modified":"2024-12-29T16:34:56","modified_gmt":"2024-12-29T16:34:56","slug":"perjalanan-amal-ke-langit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1830","title":{"rendered":"Perjalanan Amal ke Langit"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Perjalanan-Amal-ke-Langit-1024x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1831\" srcset=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Perjalanan-Amal-ke-Langit-1024x1024.png 1024w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Perjalanan-Amal-ke-Langit-300x300.png 300w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Perjalanan-Amal-ke-Langit-150x150.png 150w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Perjalanan-Amal-ke-Langit.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Saya akan terjemahkan untuk Anda sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibn al-Jauzi dari Ali bin Abi Thalib. Tapi sebelum itu, izinkan saya bercerita tentang kriteria hadis yang bisa diterima. Ahli hadis mengembangkan ilmu hadis, ilmu \u201cmencela dan meluruskan\u201d atau <em>\u2018ilm al-jarh wa at-ta\u2018d\u00eel.<\/em> Sayangnya, mencela dan meluruskan hadis sangat bergantung kepada mazhab seseorang. \u201cTidak pernah ada dua orang ahli hadis sepakat dalam mengecam atau memercayai periwayat hadis,\u201d kata Ibn Hajar al-Asqalani.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, untuk orang awam seperti kita, apa kriteria yang bisa kita gunakan? Gunakanlah AlQuran sebagai ukuran. Jika isi hadis sesuai dengan kandungan Al-Quran, maka terimalah! Jika hadis bertentangan dengan Al-Quran, maka tolaklah! Bukankah akhlak Nabi adalah Al-Quran? Maka, tentu akhlak yang diajarkannya juga adalah akhlak Al-Quran.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hadis berikut ini, semua butir nilai yang disebutkan dalam hadis didukung oleh Al-Quran. Rasulullah Saw bersabda: \u201cAllah menciptakan langit dan bumi. Pada setiap langit, ada pintunya. Pada setiap pintu, ada malaikatnya. Pada setiap orang mukmin, Allah tempatkan empat malaikat: dua di pagi hari dan dua di sore hari. Pada waktu sore hari, dua malaikat membawa amal mukmin hamba Tuhan itu ke langit. Ketika sampai ke langit dunia, bertanyalah malaikat penjaga pintu, \u2018Apa yang kalian bawa?\u2019 Dijawab oleh keduanya, \u2018Amal hamba Allah.\u2019 Malaikat penjaga langit memeriksanya lalu berkata, \u2018Kembalikan amal ini! Allah tidak mau menerimanya, dan melaknatnya, karena pelaku amal itu adalah seorang pendengki. Allah melarangku untuk meloloskan amal para pendengki.\u2019 Benarlah irman Allah dalam Kitab-Nya: <em>Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain\u2026<\/em> (Qs an-Nis\u00e2\u2019 [4]: 32).<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila pengamal itu dirinya bersih dari hasad, maka amalnya naik ke langit kedua. Malaikat penjaga langit kedua berkata, \u2018Kembalikan amal ini! Allah tidak mau menerimanya, dan melaknatnya, karena pelaku amal ini adalah orang yang suka membicarakan keburukan orang. Allah melarangku untuk meloloskan amal para penggunjing.\u2019 Benarlah firman Allah dalam Kitab-Nya: <em>Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?<\/em> (Qs al-Hujur\u00e2t [49]: 12).\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menghindari pengulangan, selanjutnya saya persingkat saja. Di langit ketiga, ditolaklah amal orang yang berbuat zalim, yakni orang yang mengambil harta orang dengan batil. Ini dibenarkan Al-Quran dalam surah al-Baqarah: 188. Di langit keempat, ditolaklah amal para pengkhianat. Ini dibenarkan Al-Quran dalam surah al-Anf\u00e2l: 27. Di langit kelima, ditolaklah amal orang-orang yang takabur. Ini dibenarkan Al-Quran dalam surah Ghair atau al-Mu\u2019min: 60. Di langit keenam, ditolaklah amal orang-orang yang riya (beramal bukan karena Allah). Ini dibenarkan Al-Quran dalam surah an-Nis\u00e2\u2019: 142. Di langit ketujuh, ditolaklah amal para pelaku dosa besar. Ini dibenarkan Al-Quran dalam surah al-J\u00e2tsiyah: 21.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBila amal itu dilakukan tanpa kedengkian, tanpa gunjingan, tanpa kezaliman, tanpa pengkhianatan, tanpa takabur, tanpa riya, tanpa dosa-dosa besar, maka naiklah ia jauh di atas langit ketujuh. Amal itu bercahaya bagaikan kilat. Setiapkali ia melewati para malaikat, mereka semua memohonkan ampunan bagi pengamalnya dan malaikat mengantarkannya sampai <em>\u2018Iliyy\u00een,<\/em> tingkat paling tinggi. Hal ini disebutkan dalam irman Allah dalam surah al-Muthafif\u00een: 18-21. Para pemikul \u2018arasy pun berdoa, <em>\u2018Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga \u2018Adn yang telah Kaujanjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara orangtua-orangtua mereka, pasangan-pasangan mereka, dan keturunan mereka semua. Sungguh, Engkau Mahaperkasa dan Mahabijaksana.\u2019<\/em> (Qs al-Mu\u2019min [40]: 8).\u201d <strong>JR<\/strong>\u2014<em>wa m\u0101 tauf\u012bq\u012b ill\u0101 bill\u0101h, &#8216;alaihi tawakkaltu wa ilaihi un\u012bb.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>All\u00e2humma shalli &#8216;al\u00e2 Sayyiidina Muhammad wa \u00c2li Sayyiidina Muhammad wa ajjil farajahum warzuqna fiddunya ziy\u00e2ratahum wa fil \u00e2khirati syaf\u00e2&#8217;atahum.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>***<\/p>\n\n\n\n<p><strong>KH. Jalaluddin Rakhmat, Pendiri Yayasan Muthahhari <\/strong>(Untuk Pencerahan Pemikiran Islam) dan<strong> Sekolah Para Juara <\/strong>(SD Cerdas Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.scmbandung.sch.id\/\">www.scmbandung.sch.id<\/a>, SMP Plus Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.smpplusmuthahhari.sch.id\/\">www.smpplusmuthahhari.sch.id<\/a>, SMP Bahtera <a href=\"http:\/\/www.smpbahtera.sch.id\/\">www.smpbahtera.sch.id<\/a>, dan SMA Plus Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.smaplusmuthahhari.sch.id\/\">www.smaplusmuthahhari.sch.id<\/a>).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya akan terjemahkan untuk Anda sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibn al-Jauzi dari Ali bin Abi Thalib. Tapi sebelum itu, izinkan saya bercerita tentang kriteria hadis yang bisa diterima. Ahli hadis mengembangkan ilmu hadis, ilmu \u201cmencela dan meluruskan\u201d atau \u2018ilm al-jarh wa at-ta\u2018d\u00eel. Sayangnya, mencela dan meluruskan hadis sangat bergantung kepada mazhab seseorang. \u201cTidak pernah &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1830\" class=\"more-link\">Read more<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Perjalanan Amal ke Langit&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2042,235,1522,18,19,2043,66,17],"class_list":["post-1830","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-al-jauzi","tag-ali-bin-abi-thalib","tag-ibn-hajar-al-asqalani","tag-jalaluddin-rakhmat","tag-katakangjalal","tag-langit","tag-ruh","tag-yayasan-muthahhari"],"featured_media_urls":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1830","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1830"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1830\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1832,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1830\/revisions\/1832"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1830"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1830"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1830"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}