{"id":1839,"date":"2024-12-30T18:45:39","date_gmt":"2024-12-30T18:45:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1839"},"modified":"2024-12-30T18:45:39","modified_gmt":"2024-12-30T18:45:39","slug":"jika-tidak-ada-dia-tidak-akan-terpecah-umatku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1839","title":{"rendered":"Jika tidak Ada Dia, Tidak Akan Terpecah Umatku!"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Jika-tidak-Ada-Dia-Tidak-Akan-Terpecah-Umatku-1024x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1840\" srcset=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Jika-tidak-Ada-Dia-Tidak-Akan-Terpecah-Umatku-1024x1024.png 1024w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Jika-tidak-Ada-Dia-Tidak-Akan-Terpecah-Umatku-300x300.png 300w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Jika-tidak-Ada-Dia-Tidak-Akan-Terpecah-Umatku-150x150.png 150w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Jika-tidak-Ada-Dia-Tidak-Akan-Terpecah-Umatku.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada majelis Nabi Saw di Madinah. \u201cYa Ra sulullah, ada orang yang ibadahnya membuat kami sungguh takjub,\u201d lapor para sahabat. Beliau tidak memberi komentar. Beliau tidak mengenalnya. Para sahabat menyebutkan namanya dan gambaran dirinya. Nabi tidak juga mengenalnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di tengah-tengah perbincangan, orang itu muncul. \u201cInilah dia, ya Rasul Allah!\u201d Beliau memandang orang itu sebentar, kemudian berkata, \u201cKalian sampaikan kepadaku orang yang di mukanya aku lihat sentuhan setan!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Orang itu datang, duduk bersama mereka tanpa mengucapkan salam. Rasulullah Saw bertanya kepadanya, \u201cAku minta kamu bersumpah dengan nama Allah. Benarkah apabila engkau duduk di dalam majelis, kamu berkata dalam hatimu, \u2018Di tengah-tengah orang banyak ini tidak ada orang yang lebih mulia dan lebih baik dariku\u2019?.\u201d&nbsp; \u201cMemang begitu, ya Allah!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Ia berdiri lagi dan masuk ke masjid untuk melakukan salat. Tiba-tiba Rasul yang sangat pengasih itu berkata, \u201cSiapa yang mau membunuh lelaki itu?\u201d \u201cSaya,\u201d kata Abu Bakar. Abu Bakar mendapati orang itu sedang rukuk dengan sangat khusyuk. Ia berkata, \u201cSubh\u00e2nall\u00e2h, mana mungkin aku membunuh orang yang sedang salat, padahal Rasulullah Saw melarang membunuh orang-orang yang salat.\u201d Abu Bakar kembali tanpa berbuat apa-apa. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSiapa yang mau membunuh lelaki itu?\u201d tanya Nabi lagi. Umar berdiri dengan tekad untuk menjalankan perintah Nabi. Ia mendapati lelaki itu sedang meletakkan mukanya di atas tanah dengan sangat khusyuk. \u201cAbu Bakar lebih baik dariku dan ia tidak membunuhnya,\u201d gumam Umar.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSiapa yang mau membunuh lelaki itu?\u201d Nabi bersikukuh. \u201cSaya,\u201d kata Ali sambil berdiri. Nabi berkata, \u201cJika kamu mendapati dia, bunuhlah!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Ali berlari ke Masjid. Namun orang itu sudah keluar dari masjid. Lalu Ali pulang dengan pedang yang masih bersih. \u201cJika kamu bunuh orang itu, baik sekarang maupun nanti, umatku tidak akan terpecah-belah,\u201d pungkas Nabi.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu saja hadis ini tidak boleh diartikan perintah membunuh orang yang salat. Rasulullah Saw mengajarkan tentang bahaya munculnya orang atau kelompok yang merasa paling benar, paling saleh, paling beragama. Sesudah itu, ia mengkafirkan, memusyrikkan, bahkan menghalalkan darah orang yang tidak sepaham dengannya. Sikap <em>\u201cholier than thou\u201d<\/em> pasti menimbulkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat. Inilah akar radikalisme yang harus dipangkas sejak awal.<\/p>\n\n\n\n<p>Al-Quran mendeinisikan takabur dengan ucapan iblis ketika ia tidak mau bersujud kepada Nabi Adam As. Allah berirman, <em>\u201cApa yang membuat kamu tidak mau bersujud seperti yang Aku perintahkan?\u201d Iblis berkata, <strong>\u201c<\/strong><\/em><strong><em>Aku lebih baik dari dia<\/em><\/strong><strong><em>.<\/em><\/strong><em> Kauciptakan aku dari api dan Kauciptakan dia dari tanah.\u201d<\/em> (Qs al-A\u2018r\u00e2f [7]: 12).<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan yang Mahatinggi memerintahkan Musa As untuk datang menghadap bersama hamba Tuhan, yang dibandingkan dengan dia, Musa lebih baik. Di tengah jalan, ia berjumpa dengan orang tua yang tampaknya hanya menggunakan waktunya untuk bersantai-santai. \u201cApakah aku lebih baik dari dia? Tidak! Ia lebih tua dariku. Pastilah dia lebih banyak beramal ketimbang aku,\u201d gumam Musa.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia lalu mendapati anak muda yang sedang bersukaria dengan kemudaannya. \u201cApakah aku lebih baik dari dia? Tidak! Ia lebih muda dariku. Pastilah dosanya lebih sedikit dariku,\u201d Musa berbicara dalam hatinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Akhirnya, di sudut jalan yang sempit, tergeletak anjing yang sakit. Tubuhnya kotoran baunya menusuk. Hampir-hampir Musa merasakan dalam hatinya bahwa dirinya lebih baik daripada anjing itu. \u201cTidak,\u201d bisiknya dalam hati, \u201cLihat, anjing itu dirundung penyakit sekian lama, dijauhi banyak orang, tapi ia tidak pernah mengeluh kepada Tuhannya sedetik pun!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Musa tersungkur di hadapan Tuhan. \u201cSemua makhluk lebih baik dariku,\u201d bisiknya. Alhasil, iblis tidak berhasil menyentuhnya. Maka, dari langit datang panggilan mesra, \u201cSekarang&#8230; sekarang&#8230; hai Musa, kamu sudah layak menemui-Ku.\u201d <strong>JR<\/strong>\u2014<em>wa m\u0101 tauf\u012bq\u012b ill\u0101 bill\u0101h, &#8216;alaihi tawakkaltu wa ilaihi un\u012bb.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>All\u00e2humma shalli &#8216;al\u00e2 Sayyiidina Muhammad wa \u00c2li Sayyiidina Muhammad wa ajjil farajahum warzuqna fiddunya ziy\u00e2ratahum wa fil \u00e2khirati syaf\u00e2&#8217;atahum.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>***<\/p>\n\n\n\n<p><strong>KH. Jalaluddin Rakhmat, Pendiri Yayasan Muthahhari <\/strong>(Untuk Pencerahan Pemikiran Islam) dan<strong> Sekolah Para Juara <\/strong>(SD Cerdas Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.scmbandung.sch.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">www.scmbandung.sch.id<\/a>, SMP Plus Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.smpplusmuthahhari.sch.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">www.smpplusmuthahhari.sch.id<\/a>, SMP Bahtera <a href=\"http:\/\/www.smpbahtera.sch.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">www.smpbahtera.sch.id<\/a>, dan SMA Plus Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.smaplusmuthahhari.sch.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">www.smaplusmuthahhari.sch.id<\/a>).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada majelis Nabi Saw di Madinah. \u201cYa Ra sulullah, ada orang yang ibadahnya membuat kami sungguh takjub,\u201d lapor para sahabat. Beliau tidak memberi komentar. Beliau tidak mengenalnya. Para sahabat menyebutkan namanya dan gambaran dirinya. Nabi tidak juga mengenalnya. Di tengah-tengah perbincangan, orang itu muncul. \u201cInilah dia, ya Rasul Allah!\u201d Beliau memandang orang itu sebentar, kemudian &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1839\" class=\"more-link\">Read more<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Jika tidak Ada Dia, Tidak Akan Terpecah Umatku!&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[222,2070,235,18,19,1625,1754,17],"class_list":["post-1839","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-abu-bakar","tag-aku-lebih-baik-dari-dia","tag-ali-bin-abi-thalib","tag-jalaluddin-rakhmat","tag-katakangjalal","tag-nabi-musa-a-s-2","tag-umar-2","tag-yayasan-muthahhari"],"featured_media_urls":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1839","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1839"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1839\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1841,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1839\/revisions\/1841"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1839"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1839"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1839"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}