{"id":1903,"date":"2025-01-19T12:23:51","date_gmt":"2025-01-19T12:23:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1903"},"modified":"2025-01-19T12:23:51","modified_gmt":"2025-01-19T12:23:51","slug":"amal-ibadah-hilang-karena-menyakiti-orang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1903","title":{"rendered":"Amal Ibadah Hilang karena Menyakiti Orang"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/357.-Amal-Ibadah-Hilang-karena-Menyakiti-Orang-1024x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1904\" srcset=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/357.-Amal-Ibadah-Hilang-karena-Menyakiti-Orang-1024x1024.png 1024w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/357.-Amal-Ibadah-Hilang-karena-Menyakiti-Orang-300x300.png 300w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/357.-Amal-Ibadah-Hilang-karena-Menyakiti-Orang-150x150.png 150w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/357.-Amal-Ibadah-Hilang-karena-Menyakiti-Orang.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terkadang Nabi Saw memulai khutbahnya dengan bertanya. Sangat interaktif. Sekali waktu, beliau bertanya kepada jamaah majelisnya, \u201cTahukah kamu orang yang bangkrut, al-muflis?\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAl-muflis, dalam pandangan kami, adalah orang yang sudah kehilangan uang dan barang sekaligus.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cOrang bangkrut di kalangan umatku,\u201d sabda Nabi Saw, \u201cialah mereka yang datang pada hari kiamat dengan membawa amal-amalnya\u2014salat, puasa, dan zakat. Kemudian berdatanganlah orang-orang yang pernah dizaliminya: ada yang pernah dikecamnya, ada yang diambil hartanya, ada yang ditumpahkan darahnya, ada yang dipukulnya. Maka, seluruh kebaikannya, seluruh pahala amal-amal baiknya, digunakan untuk membayar orang-orang yang disakitinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bila amal-amal baiknya sudah habis untuk menebus perilakunya yang menyakitkan, diambillah dosa-dosa orang yang disakitinya dan diletakkan ke dalam timbangan amalnya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada suatu hari, Nabi Saw naik mimbar. Dengan suara nyaring, Nabi bersabda, Wahai umat yang menyatakan Islam dengan lidahnya tetapi iman belum masuk ke dalam lubuk hatinya\u2026 jangan kamu sakiti orang yang beriman, jangan mempermalukan mereka, jangan membongkar aib mereka, karena siapa saja yang mencari-cari kesalahan atau membongkar aib orang lain, Allah Swt akan membongkar aibnya, Allah akan mempermalukannya, walaupun di rumahnya sendiri.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seorang lelaki melapor di hadapan Nabi Saw tentang seseorang yang terkenal karena banyak salat, saum, dan sedekahnya, tetapi ia suka menyakiti tetangganya dengan lidahnya. Nabi menjelaskan dengan singkat, \u201cIa di neraka.\u201d Dilaporkan lagi bahwa ada orang yang terkenal sedikit salatnya, saumnya, dan sedekahnya. Paling besar sedekahnya itu, karena kemiskinannya, hanyalah sepotong daging kambing. Tapi ia tidak pernah menyakiti tetangganya dengan lidahnya. Maka, Nabi Saw bersabda, \u201cOrang itu di surga.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nabi Saw mengulang sabdanya sampai tiga kali disertai sumpah, \u201cDemi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman!\u201d \u201cSiapa, ya Rasulullah?\u201d \u201cTidak beriman orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada haji Wada\u2019, haji perpisahan, di tengah-tengah padang Arafah, di depan ratusan ribu kaum Muslim yang pertama, Nabi Saw juga memulai khutbah perpisahannya dengan bertanya, \u201cTahukah kalian, hari apakah ini?\u201d \u201cHari yang suci.\u201d \u201cTahukah kalian, bulan apakah ini?\u201d \u201cBulan yang suci.\u201d \u201cTahukah kalian, negeri apakah ini?\u201d \u201cNegeri yang suci.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cCamkanlah oleh kalian bahwa kehormatan, kekayaan, dan kehidupan seseorang sama sucinya dengan hari ini, bulan ini, dan negeri ini. Tidak boleh kehormatan orang dinistakan, tidak boleh kekayaan orang dihancurkan, tidak boleh darah orang ditumpahkan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nabi Saw menggunakan kata \u201charam\u201d untuk menunjukkan sesuatu yang suci: hari haram, bulan haram, dan tanah haram. Karena sucinya, maka haram hukumnya mencemari dan menistakan hal-hal yang suci itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut ini penjelasan Nabi Saw tentang haram, \u201cSeorang mukmin adalah haram seperti haramnya hari ini. Kemuliaannya haram diruntuhkan dengan mempergunjingkannya. Kehormatannya haram untuk direndahkan. Mukanya haram untuk disakiti. Darahnya haram untuk ditumpahkan. Hartanya haram untuk dirampas.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orang yang melanggar wasiat Nabi Saw pada hari-hari akhirnya akan kehilangan pahala semua amal salehnya. Lebih mengerikan dari itu adalah orang zalim yang akan dilaknat Allah Swt.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nabi Saw bersabda, \u201cAllah Swt mewahyukan kepadaku, \u2018Wahai saudara para utusan! Wahai saudara pemberi peringatan! Katakan kepada orang zalim dari kaummu agar jangan memasuki rumah-Ku dengan membawa kezaliman terhadap hambahamba-Ku. Aku berkewajiban untuk menyebut nama orang yang menyebutKu. Dan setiapkali orang zalim menyebut nama-Ku, Aku melaknatnya\u2019.\u201d <strong>JR<\/strong>\u2014<em>wa m\u0101 tauf\u012bq\u012b ill\u0101 bill\u0101h, &#8216;alaihi tawakkaltu wa ilaihi un\u012bb.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>All\u00e2humma shalli &#8216;al\u00e2 Sayyiidina Muhammad wa \u00c2li Sayyiidina Muhammad wa ajjil farajahum warzuqna fiddunya ziy\u00e2ratahum wa fil \u00e2khirati syaf\u00e2&#8217;atahum.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>KH. Jalaluddin Rakhmat, Pendiri Yayasan Muthahhari <\/strong>(Untuk Pencerahan Pemikiran Islam) dan<strong> Sekolah Para Juara <\/strong>(SD Cerdas Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.scmbandung.sch.id\/\">www.scmbandung.sch.id<\/a>, SMP Plus Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.smpplusmuthahhari.sch.id\/\">www.smpplusmuthahhari.sch.id<\/a>, SMP Bahtera <a href=\"http:\/\/www.smpbahtera.sch.id\/\">www.smpbahtera.sch.id<\/a>, dan SMA Plus Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.smaplusmuthahhari.sch.id\/\">www.smaplusmuthahhari.sch.id<\/a>).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terkadang Nabi Saw memulai khutbahnya dengan bertanya. Sangat interaktif. Sekali waktu, beliau bertanya kepada jamaah majelisnya, \u201cTahukah kamu orang yang bangkrut, al-muflis?\u201d. \u201cAl-muflis, dalam pandangan kami, adalah orang yang sudah kehilangan uang dan barang sekaligus.\u201d \u201cOrang bangkrut di kalangan umatku,\u201d sabda Nabi Saw, \u201cialah mereka yang datang pada hari kiamat dengan membawa amal-amalnya\u2014salat, puasa, dan &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=1903\" class=\"more-link\">Read more<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Amal Ibadah Hilang karena Menyakiti Orang&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2195,1053,2197,2196,18,19,2198,17],"class_list":["post-1903","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-al-muflis","tag-amal","tag-haji-perpisahan","tag-haji-wada-2","tag-jalaluddin-rakhmat","tag-katakangjalal","tag-rang-zalim","tag-yayasan-muthahhari"],"featured_media_urls":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1903","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1903"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1903\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1905,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1903\/revisions\/1905"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1903"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1903"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1903"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}