{"id":2009,"date":"2025-02-23T07:56:15","date_gmt":"2025-02-23T07:56:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=2009"},"modified":"2025-02-23T07:56:15","modified_gmt":"2025-02-23T07:56:15","slug":"qanbar-belajar-wara-dari-ali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=2009","title":{"rendered":"Qanbar; Belajar Wara\u2019 dari Ali"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/389-Qanbar-Belajar-Wara-dari-Ali-1024x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2010\" srcset=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/389-Qanbar-Belajar-Wara-dari-Ali-1024x1024.png 1024w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/389-Qanbar-Belajar-Wara-dari-Ali-300x300.png 300w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/389-Qanbar-Belajar-Wara-dari-Ali-150x150.png 150w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/389-Qanbar-Belajar-Wara-dari-Ali.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Izinkan saya bercerita tentang Qanbar. Mungkin karena ia budak, atau mungkin karena ia sahaya Ali, sejarah tidak banyak bercerita. Ia termasuk tokoh-tokoh yang tidak terkenal. Kemelut politik dan kampanye <em>politrik<\/em> pasca Rasulullah telah menenggelamkan bintang-bintang yang cemerlang.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"2tdbd\">Qanbar beruntung belajar langsung dari orang yang memikul missi <em>wara\u2019<\/em> dari apa yang diharamkan Allah. <em>Wara\u2019<\/em> tidak ia dengar dari khotbah-khotbah di mimbar, tidak ia baca dari buku-buku tasawuf. Ia menyaksikannya sendiri dalam diri guru yang dicintainya. Ia mencintai Ali dengan kecintaan yang sangat.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"50m25\">Pada suatu hari Ali membeli dua potong pakaian. Satu potong lebih mahal dari yang lainnya. Ia memanggil budaknya,\u201d Ya Qanbar, ambillah pakain yang tiga dirham untukmu dan pakaian yang dua dirham buatku.\u201d Qanbar berkata: Engkau lebih layak, ya Amiral Mukminin. Engkau suka naik mimbar dan berkhotbah.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p id=\"c11qg\">\u201cYa Qanbar\u201d, kata khalifah Ali Bin Abi Thalib pembawa suara keadilan itu. \u201cEngkau masih muda, masih banyak keinginanmu. Aku malu di depan Tuhanku memakai baju yang lebih baik darimu, karena aku mendengar dari Nabi saw, \u201cBeri budak-budakmu pakaian yang kamu pakai dan makanan yang kamu makan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p id=\"8df3o\">Ali kemudian mencoba memakai pakaian bagiannya. Ternyata lengan bajunya melewati jari-jarinya. \u201cPotong kelebihannya!\u201d Budak itu pun memotongnya dengan meninggalkan lengan baju yang tak berjahit. \u201cBiar aku jahit, ya Syaikh,\u201d kata budak itu. \u201cBiarkan saja apa adanya. Biar lebih cepat aku pakai!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p id=\"75nsr\">Qanbar menyaksikan dengan takjub junjungannya, khalifah setengah dunia itu, memakai pakaian kebesaran dengan ujung lengannya yang compang-camping!!!<\/p>\n\n\n\n<p id=\"2g7sv\">Berkat berkhidmat kepada Imam Ali, Qanbar berbahagia dalam kesederhanaanya, kebahagiaan yang tidak pernah didapatkan dalam kemewahan. Ia tidak lagi menyerap ilmu dan kearifan. Akhirnya, ia dikenal sebagai murid Imam yang menjadi rujukan pengetahuan agama.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"ed4ko\">Seorang tiran yang arogan dan narsis mengadakan majlis. Tiba-tiba Qanbar masuk. Secara spontan, semua orang berdiri menghormati kehadirannya. Tiran itu membentak hadirin, \u201cDi hadapanku kalian berdiri menghormati dia. Memang siapa orang ini?\u201d Seorang lelaki dengan berani berkata, \u201cBagaimana aku tidak menghormati orang yang di jalannya para malaikat menghamparkan sayapnya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p id=\"fo29b\">Dua ratus tahun kemudian, seorang sastrawan, ahli bahasa Arab, penulis banyak kitab bahasa Arab, Ibn al-Sikkit, dipanggil khalifah al-Mutawakkil. Ia diminta mengajari dua orang anaknya. Di hadapan orangtuanya, anak-anak itu menunjukkan kemampuan bahasanya yang menakjubkan. Al-Mutawakkil melihat Ibn al-Sikkit mengajar dengan penuh cinta. Dan ia berhasil.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"ee1s1\">Al-Mutawakkil tahu bahwa Ibn al-Sikkit termasuk pecinta Imam Ali. Ia bertanya, \u201cManakah yang lebih kamu cintai, anak-anakku atau Al-Hasan dan Al-Husain?\u201d Muhammad bin al-Sikkit dengan cepat menjawab, seakan-akan ia tersinggung dengan pertanyaan itu, \u201cDemi Allah, tali sandalnya Qanbar lebih aku cintai dari pada kamu dan anak-anakmu!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p id=\"fevqb\">Sang tiran marah. Ia memerintahkan algojo memotong lidahnya dan raksasa-raksasa pengawal sultan menginjak-injak perutnya. Ia syahid karena lidahnya menyebut Qanbar. Ia memilih jenis kematian yang dipilih Qanbar.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"8vaaa\">Al-Hajjaj bin Yusuf senang membunuhi pengikut Ali. Dihempaskan di hadapannya Qanbar dalam keadaan terbelenggu. \u201cHai Qanbar, apa pekerjaan kamu untuk Abu Turab?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p id=\"4usng\">\u201cAku melayaninya ketika berwudu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p id=\"doq6n\">\u201cApa yang ia katakan usai berwudu?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p id=\"38apa\">\u201cIa bergumam perlahan dan ketika ditanya apa yang ia ucapkan ia membaca <em>Maka apabila mereka sudah melupkan apa yang diperingatkan kepada mereka, kami bukakan pintu-pintu segala kesenangan, sehingga ketika mereka bersenang-senang, kami jatuhkan azab secara tiba-tiba dan mereka kebingungan.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"499pv\">\u201cAku yakin Abu Turab menafsirkannya untuk kami.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p id=\"55s5n\">\u201cBenar.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p id=\"b89oe\">\u201cHai Qanbar, apa yang akan kaulakukan jika kupotong lehermu?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p id=\"4bvmu\">\u201cDemi Allah, aku berbahagia dan kau celaka.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p id=\"d8i7j\">Al-Hajjaj berteriak, \u201cSembelih dia seperti disembelihnya kambing.\u201d Qanbar menemui kesyahidan seperti pernah dikatakan oleh junjungan kekasihnya, pengajar <em>wara\u2019<\/em> dengan akhlaknya, Ali bin Abi Thalib. Para ulama menyebutnya, \u201c<strong>Qanbar, yang disembelih karena cinta Ali<\/strong>.\u201d <strong>JR<\/strong>\u2014<em>wa m\u0101 tauf\u012bq\u012b ill\u0101 bill\u0101h, &#8216;alaihi tawakkaltu wa ilaihi un\u012bb.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>All\u00e2humma shalli &#8216;al\u00e2 Sayyiidina Muhammad wa \u00c2li Sayyiidina Muhammad wa ajjil farajahum warzuqna fiddunya ziy\u00e2ratahum wa fil \u00e2khirati syaf\u00e2&#8217;atahum.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>***<\/p>\n\n\n\n<p><strong>KH. Jalaluddin Rakhmat, Pendiri Yayasan Muthahhari <\/strong>(Untuk Pencerahan Pemikiran Islam) dan<strong> Sekolah Para Juara <\/strong>(SD Cerdas Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.scmbandung.sch.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">www.scmbandung.sch.id<\/a>, SMP Plus Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.smpplusmuthahhari.sch.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">www.smpplusmuthahhari.sch.id<\/a>, SMP Bahtera <a href=\"http:\/\/www.smpbahtera.sch.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">www.smpbahtera.sch.id<\/a>, dan SMA Plus Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.smaplusmuthahhari.sch.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">www.smaplusmuthahhari.sch.id<\/a>).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Izinkan saya bercerita tentang Qanbar. Mungkin karena ia budak, atau mungkin karena ia sahaya Ali, sejarah tidak banyak bercerita. Ia termasuk tokoh-tokoh yang tidak terkenal. Kemelut politik dan kampanye politrik pasca Rasulullah telah menenggelamkan bintang-bintang yang cemerlang. Qanbar beruntung belajar langsung dari orang yang memikul missi wara\u2019 dari apa yang diharamkan Allah. Wara\u2019 tidak ia &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=2009\" class=\"more-link\">Read more<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Qanbar; Belajar Wara\u2019 dari Ali&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[2173,2343,235,2345,2344,18,19,2342,17],"class_list":["post-2009","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-abu-turab","tag-al-mutawakkil","tag-ali-bin-abi-thalib","tag-cinta-ali","tag-ibn-al-sikkit","tag-jalaluddin-rakhmat","tag-katakangjalal","tag-qanbar","tag-yayasan-muthahhari"],"featured_media_urls":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2009","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2009"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2009\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2011,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2009\/revisions\/2011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2009"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2009"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2009"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}