{"id":718,"date":"2024-02-11T16:42:55","date_gmt":"2024-02-11T16:42:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=718"},"modified":"2024-04-23T01:31:38","modified_gmt":"2024-04-23T01:31:38","slug":"kekuatan-supranatural-menurut-al-quran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=718","title":{"rendered":"Kekuatan Supranatural Menurut\u00a0Al-Quran"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Kekuatan-Supranatural-Menurut-Al-Quran-1024x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1041\" srcset=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Kekuatan-Supranatural-Menurut-Al-Quran-1024x1024.png 1024w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Kekuatan-Supranatural-Menurut-Al-Quran-300x300.png 300w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Kekuatan-Supranatural-Menurut-Al-Quran-150x150.png 150w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Kekuatan-Supranatural-Menurut-Al-Quran.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p id=\"bh3i\"><em>Dengan nama Allah Mahakasih Mahasayang<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"51jkq\"><em>Ya Allah, tundukkan kepadaku musuh-musuhku<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"64q6u\"><em>seperti Kau tundukkan angin kepada Sulaiman bin Dawud as<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"8d3dj\"><em>Lunakkan mereka kepadaku<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"7d7a3\"><em>seperti Kau lunakkan besi kepada Dawud as<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"ahe64\"><em>Hinakan mereka di hadapanku<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"7ltcb\"><em>seperti Kau rendahkan Fir\u2019aun di hadapan Musa as<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"9m548\"><em>Kalahkan mereka untukku<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"9hgfc\"><em>seperti Kau kalahkan Abu Jahal kepada Muhammad saw.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"44sa2\"><em>Demi hak <\/em>Kaf Ha Ya \u2018Ain Shad Ha Mim \u2018Ain Sin Qaf<\/p>\n\n\n\n<p id=\"4uls0\"><strong>Tuli, bisu, buta dan mereka tidak kembali<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p id=\"c04rj\"><em>Tuli, bisu, buta dan mereka tidak melihat<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"91ps8\"><em>Tuli, bisu, buta dan mereka tidak berfikir<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"4u1i8\"><em>Maka Allah akan melindungi kamu menghadapi mereka<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"1ek9p\"><em>Dan Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"bum8n\"><em>Semoga Allah melimpahkan kesejahteraan kepada makhluk utama-Nya Muhammad dan semua keluarganya<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"64o8p\"><em>Bismillahirrahmanirrahim.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"31mgt\"><em>Demi kehormatan <\/em>Kaf Ha Ya \u2018Ain Shad Ha Mim \u2018Ain Sin Qaf<\/p>\n\n\n\n<p id=\"a8qdn\"><em>Tiada daya, tiada kekuatan kecuali karena Allah yang Maha Tinggi Maha Agung.<\/em><a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_edn1\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\"><strong><em>[i]<\/em><\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p id=\"b1cup\">Doa di atas, yang saya kutip dari sebuah kitab lama, memohon agar Tuhan menganugrahkan kekuatan supranatural. Dengan merujuk kepada mukjizat para rasul, huruf-huruf <em>muqaththa\u2019ah,<\/em> dan ayat-ayat Al-Quran, pembaca doa ingin menaklukkan musuh-musuhnya. Kata \u201cmusuh\u201d bisa saja diganti dengan nama Fulan bin Fulan. Sebagaimana ia mempercayai adanya kekuatan adikodrati pada para rasul, ia juga yakin Tuhan akan memberinya \u201cpercikan\u201d dari kekuatan itu. Siapa pun yang mengamalkannya dan apa pun yang dibacanya, doa diyakini oleh kaum mukmin sebagai senjata supranatural. Nabi Muhammad saw bersabda, <em>\u201cTakutilah olehmu doa orang yang tertindas; karena antara mereka dengan Tuhan tidak ada penghalangnya.\u201d<\/em> Ketika orang yang dizalimi dalam keadaan tidak berdaya (dan seringkali juga tidak ada harapan), ia mencari kekuatan tambahan di atas kekuatan alamiah yang dimilikinya dengan doa. Karena itu, keyakinan pada kekuatan doa memperkokoh keyakinan akan adanya kausalitas yang bersifat supranatural.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"capfb\">Kepercayaan akan mukjizat sebagai contoh kekuatan supranatural sudah menjadi <em>ijmak<\/em> kaum muslimin. Tetapi, pada satu babakan dalam sejarah pemikiran Islam, para ulama mufasir sering menolak hal-hal yang supranatural. Mereka berusaha menyimpangkan arti ayat-ayat yang berkenaan dengan mukjizat atau keramat. Mereka menjelaskan makna ayat-ayat itu begitu rupa sehingga mukjizat sama sekali bukan \u201c<em>miracle<\/em>\u201d, tetapi hal-hal yang alamiah saja. Muhammad Abduh, sebagaimana dilaporkan Sayyid Rasyid Ridha, mengambil mazhab penafsiran seperti ini. Ia dilanjutkan oleh mufasir modernis seperti Al-Maraghi, Al-Qasimi, dan Al-Jawhari. Dengan semangat berlebihan untuk menunjukkan betapa ilmiahnya Al-Quran, mufasir seperti Maulana Muhammad Ali mengubah kata-kata yang menunjukkan kekuatan supranatural menjadi metafora saja.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"chhe5\">Sayyid Al-Thabathabai mengkritik tafsir modernis ini sebagai <em>inhiraf<\/em>: \u201cBelakangan ini sebagian peneliti telah melakukan <em>inhiraf<\/em> dengan menjelaskan pengetahuan <em>Ilahiyyah<\/em> dan realitas keagamaan berdasarkan ilmu-ilmu alamiah. Penjelasan itu didasarkan kepada teori materialistik. Mereka berpendapat bahwa persepsi manusia bersifat material dan berasal dari otak. Semua kesempurnaan baik bersifat individual maupun sosial hanyalah perkembangan materi.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"enpbi\">\u201cMereka menyebutkan bahwa kenabian hanyalah sejenis kekuatan intelektual yang sangat tajam, jenius intelektual. Seorang jenius yang bernama Nabi melihat pada kondisi sosial kaumnya. Ia ingin membebaskan mereka dari tradisi yang primitif menuju peradaban yang lebih tinggi. Ia mengubah kepercayaan dan pandangan kaumnya dan menyesuaikannya dengan kebutuhan masa dan tempat dengan cara sebaik-baiknya. Dalam hubungan inilah ia merumuskan prinsip-prinsip sosial dasar dan menetapkan aturan-aturan praktis untuk meningkatkan standar kehidupan mereka, mengangkat akhlak mereka, dan membuat mereka menjadi anggota masyarakat yang lebih baik. Berdasarkan pada teori ini mereka menyatakan bahwa: (1) Nabi adalah manusia pemikir yang jenius, yang menyeru kaumnya kepada reformasi kehidupan sosial; (2) Wahyu hanyalah pikiran yang mulia di dalam otaknya; (3) Bahwa kitab Samawi hanyalah kumpulan pikiran yang mulia ini, yang bersih dari kepentingan diri dan tujuan-tujuan pribadi; (4) Malaikat yang menurut Nabi mendatanginya hanyalah kekuatan alamiah yang mengatur peristiwa-peristiwa alam atau kekuatan psikologis yang menggerakkan manusia menuju kesempurnaan. Ruh kudus hanyalah salah satu tingkat dari ruh alamiah yang materialistis, yang memasukkan pikiran suci pada jiwa nabi. Setan sebaliknya adalah kekuatan material yang meracuni jiwa dan memasukkan pikiran-pikiran rendah yang membawa manusia kepada perilaku buruk yang merusak masyarakat. Dengan cara inilah mereka menafsirkan realitas yang diberitakan para nabi seperti <em>Loh, Kalam, \u2018Arasy<\/em>, Kursy, Kitab, Hisab, Surga, Neraka; (5) Agama hanyalah produk zaman yang berubah dengan perubahan waktu; (6) Mukjizat yang dinisbahkan kepada para nabi hanyalah <em>khurafat<\/em> yang dibuat-buat untuk memperkuat keimanan rakyat biasa atau untuk memelihara posisi para pemimpin agama di depan pengikut-pengikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"ao37l\">\u201cInilah secara singkat penjelasan mereka. Kenabian dalam pandangan mereka hanyalah alat politik dan bukan realitas <em>ilahiyyah<\/em>. Penting untuk dicatat bahwa kitab-kitab samawi dan hadis-hadis Nabi yang sampai kepada kami tidak bisa menerima penafsiran seperti ini. Yang mendorong mereka mengambil tafsir seperti ini adalah ketundukkan mereka kepada teori-teori materialistik, sehingga mereka menolak hal-hal yang supranatural. Mereka menafsirkan realitas metafisik dengan membawanya kepada penjelasan yang murni materi\u201d<a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_edn2\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[ii]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p id=\"f0qq7\">Kita akan memberikan beberapa contoh dari tafsir seperti ini dengan mengutip <em>Al-Manar <\/em>dan Quran Suci: Terjemah dan Tafsir.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"c47g2\"><strong>Tafsir Materialistik<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p id=\"fdsqa\">Para mufasir modernis menolak adanya fenomena supranatural. Jika kemudian dalam Al-Quran terdapat kisah-kisah yang gaib, yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah, mereka melihat kata-kata dalam Al-Quran sebagai metafora. Dalam Al-Quran beberapa kali dikisahkan orang yang dimatikan kemudian dihidupkan kembali, atau dengan izin Allah Ibrahim menghidupkan burung yang sudah dipotong-potong, Isa menghidupkan burung yang dibuat dari tanah. Menghidupkan yang sudah mati adalah hal yang sukar diterima dan tidak dapat dijelaskan secara ilmiah. Karena itu, kata \u201cmenghidupkan\u201d dan \u201cmematikan\u201d diberi makna kiasan.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"660sd\">Ketika menjelaskan Al-Baqarah 243, \u201c<em>Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: \u201dMatilah kamu\u201d, kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur\u201d<\/em>, Sayyid Rasyid Ridha menulis:<\/p>\n\n\n\n<p id=\"47vsn\">\u201cTuhan ingin menjelaskan sunnahnya berkenaan dengan bangsa-bangsa yang dilanda sifat pengecut sehingga tidak bisa melawan musuh yang menyerang mereka. Makna kehidupan umat dan kematiannya cukup dipahami oleh kebanyakan orang. Kematian kaum tersebut terjadi karena musuh mengalahkan mereka dan menghilangkan kekuatan mereka, menghilangkan kebebasan mereka sebagai bangsa. Jadilah mereka bangsa yang tidak diperhitungkan karena kesatuannya sudah bercerai-berai. Anggota-anggota bangsa itu sudah tunduk kepada penjajah mereka sehingga mereka tidak lagi memiliki wujud, karena wujud mereka tunduk pada wujud orang lain. Arti kehidupan bangsa adalah kembalinya lagi kebebasan kepada bangsa itu. Salah satu dari kasih sayang Allah swt kepada manusia adalah menurunkan musibah kepada mereka sebagai pelajaran dan pensucian dari akhlak yang tercela. Allah menimbulkan kesadaran kepada kaum itu akibat sifat pengecut mereka dan kepahitan perpecahan di antara mereka. Setelah timbul kesadaran mereka menghimpun kekuatan mereka, memperkokoh ikatan di antara mereka sehingga mereka memperoleh kembali kekuatan dan kesatuan mereka yang perkasa. Dengan begitu mereka berhasil keluar dari kehinaan penghambaan kepada kemuliaan kemerdekaan. Inilah makna kehidupan dan kematian bangsa. Satu bangsa mati ketika mereka menerima kezaliman sehingga keadaan mereka seperti bangkai. Tidak keluar dari mereka karya-karya dinamis\u2026<a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_edn3\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[iii]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p id=\"ehmmi\">Dengan cara yang hampir sama, Sayyid Rasyid Ridha menafsirkan Al-Baqarah 260<em>: \u201cDan ingatlah ketika Ibrahim berkata: \u201cYa Tuhanku, perlihatkan kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.\u201d Allah berfirman: \u201cBelum yakinkah kamu?\u201d Ibrahim menjawab: \u201cAku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku).\u201d Allah berfirman: \u201c(Kalau demikian) Ambillah empat ekor burung dan cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman) Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggilllah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera dan ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"fefqj\">Sayyid Rasyid Ridha mengutip pendapat jumhur mufasir bahwa Ibrahim mencincang empat ekor burung menjadi beberapa potong. Setiap potong diletakkan di bukit yang berbeda. Ibrahim memanggil burung-burung itu. Mereka datang kepadanya. Dengan cara itulah Tuhan menunjukkan bagaimana menghidupkan yang mati. Sayyid Rasyid Ridha segera mengutip dan menyetujui pendapat Abu Muslim yang menolak penafsiran Jumhur. Menurut Abu Muslim, kata \u201c<em>fa shurhunna<\/em>\u201d berarti \u201ccenderungkanlah mereka\u201d atau \u201cjinakkan mereka\u201d, bukan \u201ccincanglah mereka\u201d. Nabi Ibrahim as melatih burung-burung itu, menjinakkannya, lalu menempatkannya pada bukit-bukit yang berjauhan. Kemudian ia memanggilnya, dan burung-burung itu pun berdatangan, seperti merpati-merpati pos. Seperti itulah nanti Allah membangkitkan orang-orang yang mati. Dia cukup memanggilnya, \u201cHiduplah kamu semua.\u201d <a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_edn4\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[iv]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p id=\"dfa57\">Al-Fakhr Al-Razi mengemukakan kritik pada pendapat Abu Muslim. Salah satu argumentasinya \u2013yang menurut saya sangat kuat- ialah sekiranya yang dilakukan Ibrahim itu seperti itu, maka apa kelebihan Ibrahim dibandingkan dengan yang lain. Dengan cara itu, semua orang bisa melakukannya. Mukjizat tidak lagi \u201cmukjizat\u201d, tetapi hal-hal biasa yang sehari-hari kita temukan. Saya tidak akan mengutip pembelaan Sayyid Rasyid Ridha pada Abu Muslim dalam hal ini.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"esaji\">Dalam peristiwa penyembelihan sapi untuk membongkar siapa yang membunuh seseorang pada zaman Bani Israil, Sayyid Rasyid Ridha juga menolak cerita hidupnya kembali orang yang terbunuh itu. Ia merujuk pada syariat di kalangan Bani Israil bila terjadi pembunuhan misterius. Mereka harus membasuh tangannya. Jika ada yang tidak mau membasuhnya, jelaslah dia yang bersalah. Dengan begitu terpeliharalah masyarakat dari perpecahan karena saling menuding. Inilah yang dimaksud dengan \u201cmenghidupkan\u201d; yakni memelihara agar darah tidak tumpah akibat perpecahan.<a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_edn5\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[v]<\/a> Sayang sekali, Sayyid Rasyid Ridha tidak menjelaskan apa yang dimaksudkan dengan \u201cpukullah dengan sebagian dari daging sapi itu.\u201d Lagi pula, syariat seperti yang disebutkannya tidak terdapat di kalangan Bani Israil. Ia pun tidak menunjuk sumbernya.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"77o74\">Upaya untuk menundukkan peristiwa supranatural \u2013seperti mukjizat- pada penjelasan \u201cilmiah\u201d seringkali tidak berhasil. Saya lihat Sayyid Rasyid Ridha sangat kesulitan ketika menjelaskan \u2013sehingga ia tidak menjelaskan apa pun- tafsir Ali Imran ayat 49: <em>Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): \u201cSesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung, kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan kehendak Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.\u201d<\/em> <a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_edn6\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[vi]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p id=\"e85if\">Apa yang tidak dapat dijelaskan Sayyid Rasyid Ridha kemudian diterangkan oleh Maulana Muhammad Ali:<a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_edn7\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[vii]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p id=\"1ulh9\">Dengan penafsiran seperti itu, tentu saja fenomena supranatural dinafikan. Para mufasir ini tampaknya \u201crisih\u201d untuk menerima fenomena yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah. Generasi mufasir ini memang lahir di tengah arus modernisasi yang ditandai dengan rasionalitas, materialisme, dan positivisme sains. Perkembangan penelitian mutakhir<a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_edn8\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[viii]<\/a> dan kelahiran pascamodernisme melihat penafsiran seperti ini sebagai sangat naif.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"b11mv\"><strong>Tafsir Spiritual dari Peristiwa Supranatural<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p id=\"d4rp6\">Al-Quran berulangkali menjelaskan kekuatan supranatural yang dianugrahkan Tuhan kepada para rasul. Sulaiman as memahami bahasa burung, menundukkan makhluk gaib seperti jin dan Ifrit, menaklukkan angin sehingga angin bergerak sesuai dengan perintahnya. Dawud as melunakkan besi dengan jari-jarinya. Ibrahim as mengubah panas api menjadi dingin dan menghidupkan burung yang sudah dicincangnya. Musa as mengalahkan tukang-tukang sihir, membelah lautan, dan mengeluarkan air dari bebatuan semuanya dengan tongkatnya. Isa as menyembuhkan yang sakit dan menghidupkan yang mati. Yusuf as menyembuhkan kebutaan ayahnya dengan mengusapkan pakaiannya ke matanya. Muhammad saw membelah bulan.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"6nfrn\">Di samping kekuatan supranatural, Al-Quran menceritakan juga pengetahuan supranatural (ilmu gaib) yang dimiliki para Nabi as:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" id=\"k9x7jl47je8v737357\">\n<li>Nabi Adam as mengetahui nama-nama yang tidak diketahui oleh para malaikat (QS. Al-Baqarah 31-33).<\/li>\n\n\n\n<li>Nabi Nuh as mengetahui bahwa tidak akan bertambah orang yang beriman kepadanya dan bahwa orang-orang kafir di tengah-tengah kaumnya hanya akan melahirkan generasi yang durhaka saja (QS. Hud 36; QS. Nuh 26-27).<\/li>\n\n\n\n<li>Nabi Ibrahim as melihat (diperlihatkan kepadanya) alam malakut di langit dan bumi (QS. Al-An\u2019am 75).<\/li>\n\n\n\n<li>Nabi Ya\u2019qub as mengetahui apa yang bakal terjadi pada putranya Yusuf as dan kelak tahu bahwa Yusuf masih hidup (QS. Yusuf 4-6, 13, 18).<\/li>\n\n\n\n<li>Nabi Luth as mengetahui bahwa kaumnya akan dibinasakan pada waktu Subuh (QS. Hud 81).<\/li>\n\n\n\n<li>Nabi Yusuf as mengetahui takwil mimpi dan meramalkan apa yang bakal terjadi pada orang yang bermimpi itu (QS. Yusuf 101, 36-41, 43-49).<\/li>\n\n\n\n<li>Nabi Shalih as me<em>nubuwat-<\/em>kan bahwa kaumnya akan menerima azab setelah tiga hari (QS. Hud 64-65; QS. Al-Dzariyyat 43-44).<\/li>\n\n\n\n<li>Nabi Isa as mengetahui apa yang akan dimakan oleh kaumnya dan apa yang mereka simpan (QS. Ali Imran 49).<\/li>\n\n\n\n<li>Nabi Muhammad saw mengetahui bahwa istrinya menyebarkan rahasianya (QS. Al-Tahrim 13)<\/li>\n\n\n\n<li>Yang sangat terkenal, Nabi Khidhir mengetahui apa yang bakal terjadi dan melakukan berbagai tindakan untuk menghindarkan kecelakaan (QS. Al-Kahf 60-82).<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p id=\"996ej\">Kekuatan dan pengetahuan supranatural juga dapat terjadi pada orang-orang yang bukan Nabi. Sihir termasuk di antaranya. Kita tidak membicarakan sihir pada kesempatan sekarang, karena kita telah membicarakannya pada waktu yang lain.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"9ts4\"><strong>Kisah Ashaf bin Burkhaya<\/strong>. Al-Quran bercerita tentang kisah Nabi Sulaiman as dan ratu Bilqis: <em>\u201cBerkata Sulaiman: Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri. Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: \u201cAku akan datangkan kepadamu singgasana itu sebelum kau berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab: Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya).<\/em>\u201d (QS. Al-Naml 38-40.)<\/p>\n\n\n\n<p id=\"s7vf\">Di sini dikisahkan kekuatan supranatural yang dimiliki oleh \u201cseorang yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab\u201d. Para ahli tafsir berselisih pendapat tentang orang ini. Sebagian mengatakan orang ini malaikat Jibril atau malaikat lain yang ditugaskan untuk membantu Nabi Sulaiman as. Menurut Ibn Abbas orang itu ialah Ashaf bin Burkhaya, wazir Sulaiman. Ia mengetahui nama Allah yang agung, yang bila berdoa dengan nama itu, Allah akan mengabulkannya. Yang lain berkata: Orang itu Nabi Khidhir as. Dr. Al-Zuhaili menulis selanjutnya, \u201cYang benar adalah pendapat Al-Razi. Orang itu Sulaiman as, karena ia lebih mengetahui Al-Kitab daripada yang lain dan karena ia seorang Nabi.\u201d Tetapi kata Abu Hayyan, \u201cPendapat yang paling aneh ialah orang itu Nabi Sulaiman. Seakan-akan ia berkata kepada dirinya: Aku akan datangkan kepadamu sebelum matamu berkedip.\u201d<a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_edn9\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[ix]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p id=\"64tlc\">Al-Fakhr Al-Razi memang lebih suka menisbatkan orang itu kepada Nabi Sulaiman dengan alasan: (1) Kata <em>alladz\u00ee <\/em>menurut bahasa menunjukkan orang tertentu; dan orang yang dikenal mengetahui ilmu Al-Kitab adalah Sulaiman as. Ia lebih tahu tentang Al-Kitab karena ia nabi; (2) Mendatangkan singgasana pada waktu yang begitu cepat menunjukkan derajat yang tinggi. Sekiranya yang melakukannya Ashaf, bukan Sulaiman, tentulah Ashaf lebih utama dari Sulaiman. Hal yang tidak mungkin; (3) Sekiranya Sulaiman memerlukan bantuan Ashaf, berarti kedudukan Sulaiman kurang di mata manusia; (4) Sulaiman berkata, \u201cIni adalah karunia Tuhanku untuk menguji aku apakah aku bersyukur atau kufur.\u201d Ini menunjukkan bahwa peristiwa yang menakjubkan itu dimunculkan Tuhan karena doa Sulaiman as.<a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_edn10\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[x]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p id=\"1rkna\">Seperti Abu Hayyan, saya kita menisbahkan orang itu kepada Nabi Sulaiman as bertentangan dengan konteks kalimat. Bukankah Sulaiman meminta kepada para pembesarnya untuk mendatangkan singgasana itu? Jika orang itu Sulaiman, mata siapa yang berkedip itu? Sebagaimana pendapat jumhur mufasirin, dan berdasarkan banyak hadis<a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_edn11\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[xi]<\/a>, kita harus menisbahkan orang itu kepada Ashaf bin Burkhaya. Ia itu orang yang sangat berilmu, wazir Nabi Sulaiman, dan dalam satu riwayat disebut-sebut sebagai orang yang diwasiatkan untuk menjalankan pemerintahan sepeninggalnya.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"8igta\">Terjadi juga ikhtilaf tentang apa yang dimaksud \u201cilmu dari Al-Kitab\u201d. Yang paling mashur di kalangan <em>\u2018urafa<\/em>, Al-Kitab yang dimaksud adalah Kitab <em>Al-Ma\u2019rifat Al-Rabbaniyyah<\/em>, yang terdiri dari pengetahuan tentang asma Allah. pengetahuan ini disebut juga sebagai pengetahuan tentang 72 huruf dari 73 huruf kitab makrifat. Dr. Al-Shadiqi menjelaskan tafsir ruhaniah dari ayat di atas sebagai berikut:<a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_edn12\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[xii]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p id=\"2ef4e\">Satu huruf dari Nama yang Agung ini dikhususkan kepada Tuhan, yaitu dimensi zat, sifat zat, dan hakikat sifat <em>fi\u2019liyah<\/em>. Semua huruf yang lain adalah dimensi-dimensi makrifat yang dibagikan kepada hamba-hamba Allah yang mukhlis. Setiap kali bertambah huruf-huruf makrifat ini, bertambahlah syariat yang dipikul oleh pemiliknya. Allah pun menambah penampakkan (<em>mazhar<\/em>) pada ayat-ayat pengetahuan dan kekuasaan-Nya, \u201cWahai hamba-Ku, taatilah Aku sehingga Aku jadikan kamu seperti Aku. Aku berkata kepada sesuatu <em>jadilah, <\/em>maka <em>ia pun menjadi.\u201d<\/em> Betapa pun berbedanya \u201c<em>kun\u201d takwiniyah <\/em>dari Tuhan sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"fg436\">Ashaf bin Burkhaya adalah hamba Allah yang mukhlis. Dengan pensucian dirinya, ia dianugrahi Allah pengenalan akan asma Allah yang Agung. Ia menyerap sifat-sifat Tuhan, termasuk kalimat <em>\u201ckun\u201d<\/em>. Dengan itu ia mengeluarkan kekuatan yang supranatural, karena ia sudah menjadi <em>mazhhar<\/em> dari kekuasaan Tuhan. Ia menjadi <em>tajalliyat<\/em> dari Allah sendiri. Dalam istilah Ibn \u2018Arabi, ia menjadi <em>insan kamil. <\/em>Dengan demikian, manusia selain Nabi, melalui proses pensucian diri dan penyerapan asma Allah, akan sanggup melahirkan peristiwa-peristiwa supranatural. Bukan mukjizat, tetapi keramat. Perbedaan istilah itu juga menunjukkan hirarki kekuatan itu di alam semesta.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"4vbrc\">Contoh lain dalam Al-Quran tentang manusia biasa yang dianugrahi Allah kekuatan supranatural adalah Maryam. Al-Quran melukiskan Maryam sebagai perempuan yang saleh, yang menghabiskan waktunya dalam mihrab. Tuhan menurunkan makanan dari langit ke mihrabnya (QS. Ali Imran 37). Ia juga diberi kekuatan luar biasa untuk menjatuhkan buah kurma dengan menggerakkan batang pohonnya ketika ia sedang dilanda sakit pada waktu melahirkan. (QS. Maryam 23-26)<\/p>\n\n\n\n<p id=\"5nue1\"><strong>Kisah Samiri<\/strong>. Al-Quran juga bercerita tentang seseorang yang berhasil membuat patung yang bisa berbicara. Dengan patung itu, ia membawa Bani Israil yang ditinggalkan Musa as kepada kesesatan (QS. Thaha 88). Ketika Musa as menyaksikan keajaiban patung emas yang dibuat Samiri, <em>berkata Musa, \u201cApakah yang mendorongmu (berbuat demikian) Hai Samiri?\u201d Samiri menjawab, \u201cAku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam dari jejak Rasul lalu aku melemparkannya dan demikianlah nafsuku membujukku.\u201d <\/em>(QS. Thaha 95-96)<\/p>\n\n\n\n<p id=\"b9fij\">Dalam kisah ini, Al-Quran menceritakan manusia biasa, bahkan orang yang fasik, berhasil melahirkan kekuatan supranatural, karena ia memanfaatkan \u201csegenggam dari jejak Rasul.\u201d Para ahli tafsir meriwayatkan berbagai keterangan tentang ini. Sebagian mengatakan bahwa ketika Bani Israil menyeberangi Laut Merah, Samiri melihat malaikat Jibril berjalan di hadapannya menunggang kuda. Rasul di situ adalah Jibril. Ia mengambil tanah yang diinjak oleh malaikat. Tanah itu dimasukan ke dalam adonan patung emas yang dibikinnya. Dengan \u201cberkat\u201d tanah itu, patung itu mempunyai kekuatan gaib.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"8dhdd\">Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Rasul di situ adalah Nabi Musa as. Siapa saja yang dimaksud, Al-Quran mengajarkan bahwa orang dapat memperoleh kekuatan gaib dengan mengambil berkat dari jejak Rasul. <strong>JR <\/strong><em>wa m\u0101 tauf\u012bq\u012b ill\u0101 bill\u0101h, &#8216;alaihi tawakkaltu wa ilaihi un\u012bb<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"5v3br\"><em>All\u00e2humma shalli &#8216;al\u00e2 Sayyiidina Muhammad wa \u00c2li Sayyiidina Muhammad wa ajjil farajahum warzuqna fiddunya ziy\u00e2ratahum wa fil \u00e2khirati syaf\u00e2&#8217;atahum<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"pqc8\">***<\/p>\n\n\n\n<p id=\"enlab\"><strong>KH. Jalaluddin Rakhmat, Pendiri Yayasan Muthahhari <\/strong>(Untuk Pencerahan Pemikiran Islam) dan<strong> Sekolah Para Juara <\/strong>(SD Cerdas Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.scmbandung.sch.id\/\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">www.scmbandung.sch.id<\/a>, SMP Plus Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.smpplusmuthahhari.sch.id\/\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">www.smpplusmuthahhari.sch.id<\/a>, SMP Bahtera <a href=\"http:\/\/www.smpbahtera.sch.id\/\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">www.smpbahtera.sch.id<\/a>, dan SMA Plus Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.smaplusmuthahhari.sch.id\/\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">www.smaplusmuthahhari.sch.id<\/a>).<\/p>\n\n\n\n<p id=\"9nuqr\"><a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_ednref1\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[i]<\/a> Bunyi doa ini dalam bahasa Arab sbb:<\/p>\n\n\n\n<p id=\"b3291\"><a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_ednref2\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[ii]<\/a> Ath-Thabathabai. <em>Al-Mizan fi Tafsir al-Quran<\/em>. Beirut: Al-`A\u2019lami li al-Matbu\u2019at, 1973. I:87-88.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"99trh\"><a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_ednref3\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[iii]<\/a> Sayyid Rasyid Ridha. <em>Tafsir al-Manar<\/em>. Beirut: Dar al-Makrifah, tanpa tahun. II:458.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"7u0kg\"><a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_ednref4\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[iv]<\/a> <em>ibid. <\/em>III:56<\/p>\n\n\n\n<p id=\"3tm01\"><a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_ednref5\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[v]<\/a> <em>ibid. <\/em>I:351<\/p>\n\n\n\n<p id=\"fdg29\"><a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_ednref6\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[vi]<\/a> <em>ibid. <\/em>III: 311<\/p>\n\n\n\n<p id=\"1ep5l\"><a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_ednref7\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[vii]<\/a> Muhammad Ali. Qur\u2019an Suci: Terjemah dan Tafsir. Jakarta: Darul Kutubil Islamiah, 1986, hal. 183.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"buerq\"><a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_ednref8\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[viii]<\/a> Michael Murphy melakukan penelitian selama tiga puluh tahun tentang apa yang disebutnya sebagai \u201cextraordinary physcal, mental, and spiritual capacities.\u201d Ia menegaskan bahwa kemampuan supranatural sebanarnya hanyalah perkembangan lebih lanjut dari evolusi manusia -inorganis, biologis, psikososial, spiritual. Lihat Michael Murphy. <em>The Future of Human Body<\/em>. Los Angeles: Jeremy P. Tarcher, 1992. Untuk memperoleh hasil penelitian psikis (psychical research) yang mudah dibaca dan menarik, bacalah Collin Wilson. Ed. <em>The Giant Book of the Supernatural: Unlock the Earth\u2019s Hidden Mysteries. <\/em>Sydney: The Book Company International, 1994.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"4s2r\"><a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_ednref9\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[ix]<\/a> Dr Wahbah al-Zuhaily. <em>Al-Tafsir al-Munir<\/em>. Damaskus: Dar al-Fikr, 1991, XIX : 303.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"51buh\"><a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_ednref10\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[x]<\/a> Al-Fakhr Al-Razi. <em>Al-Tafsir Al-Kabir, <\/em>Beirut: Dar Al-Fikr, 1990, XXIV:198<\/p>\n\n\n\n<p id=\"5hhqa\"><a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_ednref11\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[xi]<\/a> Lihat hadis-hadis itu pada Jalaluddin Al-Suyuthi. Tafsir <em>Al-D\u00fbrr Al-Mants\u00fbr.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p id=\"59lia\"><a href=\"https:\/\/banjarpanepen.wordpress.com\/2010\/06\/21\/kekuatan-supranatural-menurut-al-quran\/#_ednref12\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">[xii]<\/a> Dr. Muhammad Al-Shadiqi, <em>Al-Furq\u00e2n f\u00ee tafs\u00eer Al-Qur\u2019\u00e2n wa Al-Sunnah<\/em>, Beirut: D\u00e2r Al-Turats Al-Isl\u00e2my, 1365 H XXIX:205. Al-Shadiqi juga menjelaskan bahwa memindahkan benda dari jarak jauh dengan cepat tidak lagi aneh dalam sains modern. Ia menjelaskan perubahan energi menjadi massa dan sebaliknya. Tidak ada tempat yang cukup dalam makalah ini untuk mengutip penjelasan Al-Shadiqi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dengan nama Allah Mahakasih Mahasayang Ya Allah, tundukkan kepadaku musuh-musuhku seperti Kau tundukkan angin kepada Sulaiman bin Dawud as Lunakkan mereka kepadaku seperti Kau lunakkan besi kepada Dawud as Hinakan mereka di hadapanku seperti Kau rendahkan Fir\u2019aun di hadapan Musa as Kalahkan mereka untukku seperti Kau kalahkan Abu Jahal kepada Muhammad saw. Demi hak Kaf &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=718\" class=\"more-link\">Read more<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Kekuatan Supranatural Menurut\u00a0Al-Quran&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[353,215,18,19,348,352,355,354,349,30,350,351,17],"class_list":["post-718","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-al-fakhr-al-razi","tag-al-quran","tag-jalaluddin-rakhmat","tag-katakangjalal","tag-kekuatan","tag-kisah-ashaf-bin-burkhaya","tag-kisah-samiri","tag-kitab-al-marifat-al-rabbaniyyah","tag-supranatural","tag-tafsir","tag-tafsir-materialistik","tag-tafsir-spiritual-dari-peristiwa-supranatural","tag-yayasan-muthahhari"],"featured_media_urls":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/718","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=718"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/718\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1042,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/718\/revisions\/1042"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=718"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=718"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=718"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}