{"id":771,"date":"2024-02-19T03:41:41","date_gmt":"2024-02-19T03:41:41","guid":{"rendered":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=771"},"modified":"2024-03-01T04:58:47","modified_gmt":"2024-03-01T04:58:47","slug":"mazhab-cinta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=771","title":{"rendered":"Mazhab Cinta"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Mazhab-Cinta-1-1024x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-819\" srcset=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Mazhab-Cinta-1-1024x1024.png 1024w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Mazhab-Cinta-1-300x300.png 300w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Mazhab-Cinta-1-150x150.png 150w, https:\/\/www.jalanrahmat.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Mazhab-Cinta-1.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"3nco2\">Cinta dan kerinduan, mahammad dan \u2018isyq, adalah inti keberagamaan yang disebut tasawuf. Apa arti cinta? Dalam bahasa Arab, cinta disebut <em>hubb<\/em>. Kata Abdurrahman Al-Sulami, seorang sufi besar abad ke-5, \u201c<em>Hubb<\/em> terdiri dari dua huruf, <em>ha<\/em> dan <em>ba\u2019<\/em>. <em>Ha<\/em> adalah huruf akhir pada ruh, dan <em>ba\u2019<\/em> adalah huruf awal pada kata badan. Badan menjadi ruh tanpa badan. Badan menjadi badan tanpa ruh. Segala sesuatu bisa dijelaskan kecuali cinta. Cinta itu terlalu lembut dan terlalu halus untuk diterangkan. Karena itulah, Allah Swt. menciptakan malaikat untuk berkhidmat, jin untuk kekuasaan, setan untuk laknat, dan menciptakan para arif untuk cinta.\u201d Saya juga tidak mengerti apa yang dimaksud Al-Sulami. Simpanlah ini untuk bahan renungan Anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"702gt\">Akan tetapi, Al-Sulami memberikan anekdot-anekdot sufi tentang cinta. Junaid Al-Baghdadi, salah seorang sufi terkemuka, menjelaskan cinta dengan cinta. \u201cAku melihat seorang anak memukuli orang tua. Tetapi orang tua itu hanya tertawa. Aku bertanya, \u201cMengapa Anda tertawa?\u201d Orang tua itu menjawab, \u201cBagaimana aku tidak tertawa, tangannya ruhku, cambuknya hatiku, hidupnya hidupku. Bagaimana mungkin aku mengadukan diriku kepada diriku?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"c8gqc\">Pada waktu yang lain, Abul Al-Husain Al-Nuri bertanya kepada Junaid tentang cinta yang menjadi dasar tasawuf. Kata Junaid, \u201cAkan aku kisahkan sebuah cerita. Pada suatu hari aku bersama sekelompok orang berada di kebun. Kami menunggu seseorang yang akan menemui kami. Orang itu rupanya datang terlambat. Kami pun naik untuk melihat-lihat. Tiba-tiba kami melihat ada orang buta berjalan bersama anak yang sangat cantik sekali rupanya. Orang buta itu berkata, \u201cEngkau perintahkan aku begini dan begini. Semuanya aku lakukan. Engkau melarang, semuanya aku tinggalkan. Aku tidak pernah membantahku. Sekarang, apa lagi yang engkau inginkan?\u201d Anak itu menjawab, \u201cAku ingin engkau mati\u201d. Si buta itu pun berkata, \u201cBaiklah. Aku akan mati\u201d. Lalu ia berbaring dan menutup wajahnya. Aku pun berkata kepada sahabat-sahabatku, \u201cLihat, si buta itu tidak bergerak sama skali. Keadaannya seperti sudah mati. Padahal tidak mungkin ia mati\u201d. Kami segera menghampirinya. Kami gerak-gerakkan tubuhnya. Ia betul-betul telah mati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"a94og\">Kisah-kisah Junaid Al-Baghdadi tampaknya sukar kita cerna. Marilah kita ingatkan Dzunnun Al-Mishri. Ia berkunjung kepada orang sakit dan ia dapatkan si sakit sedang mengaduh. Dzunnun berkata, \u201cTidak sejati ia mencintai jika tidak sabar akan pukulannya.\u201d Si sakit berkata, \u201cTidak sabar dalam mencintai jika tidak menikmati pukulannya.\u201d Dari sudut rumah ada suara, \u201cTidaklah mncintai Kami secara sejati orang yang masih mengharap kecintaan selain Kami.\u201d Ketika ditanya bagaimana ia mencintai sahabatnya, ia menjawab, \u201cJika aku melihatnya, aku ingin agar aku tidak melihat apa pun selain dia. Jika aku mendengar suaranya, aku ingin tidak mendengar apa pun selain suaranya.\u201d Al-Mutanabbi bersyair, \u201cSekiranya aku bisa mengendalikan mataku, aku tidak akan membukanya kecuali ketika melihatmu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"27cfc\">Kita akhiri perbincangan tentang cinta dengan penjelasan singkat dari Al-Syibli (walaupun katanya, cinta itu tidak dapat dijelaskan). Ia berkata, \u201cHakikat cinta adalah engkau berikan seluruh dirimu kepada yang engaku cintai sehingga tidak tersisa milikmu padamu sedikit pun.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"2d6jm\">Memang, semua sufi sepakat bahwa tasawuf adalah mazhab cinta. Tetapi cinta adalah maqam tertinggi dalam perjalanan tasawuf. Dan memang, cinta sangat sulit untuk dijelaskan. Cinta\u2014dengan memakai istilah filosof agama, <em>Trueblood<\/em>\u2014bukanlah <em>\u201ca matter of contemplatoin\u201d<\/em> (sesuatu untuk direnungkan). Cinta adalah <em>\u201ca matter of enjoyment\u201d<\/em> (sesuatu untuk dinikmati). Karena itu, sebaiknya kita melihat tasawuf dalam artinya yang paling sederhana dan rujukannya dalam hadits-hadits Rasulullah saw.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"3sdh5\">***<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"2j9va\"><strong>KH. Jalaluddin Rakhmat, Pendiri Yayasan Muthahhari <\/strong>(Untuk Pencerahan Pemikiran Islam) dan<strong> Sekolah Para Juara <\/strong>(SD Cerdas Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.scmbandung.sch.id\/\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">www.scmbandung.sch.id<\/a>, SMP Plus Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.smpplusmuthahhari.sch.id\/\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">www.smpplusmuthahhari.sch.id<\/a>, SMP Bahtera <a href=\"http:\/\/www.smpbahtera.sch.id\/\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">www.smpbahtera.sch.id<\/a>, dan SMA Plus Muthahhari <a href=\"http:\/\/www.smaplusmuthahhari.sch.id\/\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">www.smaplusmuthahhari.sch.id<\/a>).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cinta dan kerinduan, mahammad dan \u2018isyq, adalah inti keberagamaan yang disebut tasawuf. Apa arti cinta? Dalam bahasa Arab, cinta disebut hubb. Kata Abdurrahman Al-Sulami, seorang sufi besar abad ke-5, \u201cHubb terdiri dari dua huruf, ha dan ba\u2019. Ha adalah huruf akhir pada ruh, dan ba\u2019 adalah huruf awal pada kata badan. Badan menjadi ruh tanpa &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/?p=771\" class=\"more-link\">Read more<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Mazhab Cinta&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[360,357,362,359,18,361,19,358,356,17],"class_list":["post-771","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-abul-al-husain-al-nuri","tag-cinta","tag-dzunnun-al-mishri","tag-hubb","tag-jalaluddin-rakhmat","tag-junaid-al-baghdadi","tag-katakangjalal","tag-kerinduan","tag-mazhab","tag-yayasan-muthahhari"],"featured_media_urls":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/771","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=771"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/771\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":820,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/771\/revisions\/820"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=771"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=771"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jalanrahmat.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=771"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}