top of page
  • Akhi

Amal Ibadah Hilang karena Menyakiti Orang


Terkadang Nabi Saw memulai khutbahnya dengan bertanya. Sangat interaktif. Sekali waktu, beliau bertanya kepada jamaah majelisnya, “Tahukah kamu orang yang bangkrut, al-muflis?”.


Al-Muflis, dalam pandangan kami, adalah orang yang sudah kehilangan uang dan barang sekaligus.”


“Orang bangkrut di kalangan umatku,” sabda Nabi Saw, “ialah mereka yang datang pada hari kiamat dengan membawa amal-amalnya—salat, puasa, dan zakat. Kemudian berdatanganlah orang-orang yang pernah dizaliminya: ada yang pernah dikecamnya, ada yang diambil hartanya, ada yang ditumpahkan darahnya, ada yang dipukulnya. Maka, seluruh kebaikannya, seluruh pahala amal-amal baiknya, digunakan untuk membayar orang-orang yang disakitinya.


Bila amal-amal baiknya sudah habis untuk menebus perilakunya yang menyakitkan, diambillah dosa-dosa orang yang disakitinya dan diletakkan ke dalam timbangan amalnya.”


Pada suatu hari, Nabi Saw naik mimbar. Dengan suara nyaring, Nabi bersabda, Wahai umat yang menyatakan Islam dengan lidahnya tetapi iman belum masuk ke dalam lubuk hatinya… jangan kamu sakiti orang yang beriman, jangan mempermalukan mereka, jangan membongkar aib mereka, karena siapa saja yang mencari-cari kesalahan atau membongkar aib orang lain, Allah Swt akan membongkar aibnya, Allah akan mempermalukannya, walaupun di rumahnya sendiri.”


Seorang lelaki melapor di hadapan Nabi Saw tentang seseorang yang terkenal karena banyak salat, saum, dan sedekahnya, tetapi ia suka menyakiti tetangganya dengan lidahnya. Nabi menjelaskan dengan singkat, “Ia di neraka.” Dilaporkan lagi bahwa ada orang yang terkenal sedikit salatnya, saumnya, dan sedekahnya. Paling besar sedekahnya itu, karena kemiskinannya, hanyalah sepotong daging kambing. Tapi ia tidak pernah menyakiti tetangganya dengan lidahnya. Maka, Nabi Saw bersabda, “Orang itu di surga.”


Nabi Saw mengulang sabdanya sampai tiga kali disertai sumpah, “Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman!” “Siapa, ya Rasulullah?” “Tidak beriman orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.”


Pada haji Wada’, haji perpisahan, di tengah-tengah padang Arafah, di depan ratusan ribu kaum Muslim yang pertama, Nabi Saw juga memulai khutbah perpisahannya dengan bertanya, “Tahukah kalian, hari apakah ini?” “Hari yang suci.” “Tahukah kalian, bulan apakah ini?” “Bulan yang suci.” “Tahukah kalian, negeri apakah ini?” “Negeri yang suci.”


“Camkanlah oleh kalian bahwa kehormatan, kekayaan, dan kehidupan seseorang sama sucinya dengan hari ini, bulan ini, dan negeri ini. Tidak boleh kehormatan orang dinistakan, tidak boleh kekayaan orang dihancurkan, tidak boleh darah orang ditumpahkan.”


Nabi Saw menggunakan kata “haram” untuk menunjukkan sesuatu yang suci: hari haram, bulan haram, dan tanah haram. Karena sucinya, maka haram hukumnya mencemari dan menistakan hal-hal yang suci itu.


Berikut ini penjelasan Nabi Saw tentang haram, “Seorang mukmin adalah haram seperti haramnya hari ini. Kemuliaannya haram diruntuhkan dengan mempergunjingkannya. Kehormatannya haram untuk direndahkan. Mukanya haram untuk disakiti. Darahnya haram untuk ditumpahkan. Hartanya haram untuk dirampas.”


Orang yang melanggar wasiat Nabi Saw pada hari-hari akhirnya akan kehilangan pahala semua amal salehnya. Lebih mengerikan dari itu adalah orang zalim yang akan dilaknat Allah Swt.


Nabi Saw bersabda, “Allah Swt mewahyukan kepadaku, ‘Wahai saudara para utusan! Wahai saudara pemberi peringatan! Katakan kepada orang zalim dari kaummu agar jangan memasuki rumah-Ku dengan membawa kezaliman terhadap hamba-hamba-Ku. Aku berkewajiban untuk menyebut nama orang yang menyebut-Ku. Dan setiapkali orang zalim menyebut nama-Ku, Aku melaknatnya’.” []


KH. Jalaluddin Rakhmat, Pendiri Yayasan Muthahhari (Untuk Pencerahan Pemikiran Islam) dan Sekolah Para Juara (SD Cerdas Muthahhari www.scmbandung.sch.id, SMP Plus Muthahhari www.smpplusmuthahhari.sch.id, SMP Bahtera www.smpbahtera.sch.id, dan SMA Plus Muthahhari www.smaplusmuthahhari.sch.id).

41 views0 comments

Recent Posts

See All
bottom of page