• Daqaiq Al-Quran

Daqaiq Al-Quran (1)


Pengantar.

Ketika Allah yarham kedua orangtua tercinta dirawat, saya bernazar untuk menulis Daqaiq al-Qur’an dan menghadiahkannya pada mereka. Hari ini, pada hari wiladah Imam Ridha as, saya mulai menyampaikannya. Sebagian dari transkrip kajian. Sebagian lagi ditulis khusus. Kedua orangtua yang mengantar saya belajar di Pesantren di dekat Pusara Imam Ridha as. Maka, adalah kehormatan dan keberkahan memulainya pada hari ini. Hadiah sederhana untuk Gharibul Ghuraba, para teladan tercinta, atas nama kedua orangtua. Mohon doa selamanya. Mari doakan juga yang sakit di antara kita, almarhumin dan setiap orang yang punya hak atas diri kita. Mari sertakan juga kebaikan niat-niat kita dalam kemudahan urusan dan keberhasilan. Terima kasih. Al-Fatihatu ma’as shalawat, dan doa Faraj kita.

@miftahrakhmat



Daqaiq al-Qur’an (1)


Narasumber : Miftah F. Rakhmat

Topik : Keindahan dan Keajaiban Al-Quran


Disampaikan pada kajian Tafsir al-Qur’an di LPII, Yayasan Muthahhari Bandung. Terima kasih pada transkriptor: Ustadz Ketua dan The Yasserians.

-------


Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Wabihi nasta’inu ala umuriddunya waddin. Wasshalatu wassalamu ala asyrafil anbiya’i wal mursalin, Sayyidina Muhammadin wa alihit Thahirin wa ashabihil mayamin, wajami’i ibadillahis Shalihin al-Mukhlasin.

Assalamualaikum jami’an wr. wb.

Asyhadu Alla illaha illallah, wahdahu la syarikalah. Wa asyhadu anna Sayyidana Muhammadan abduhu wa rasuluh. Allahuma shalli ala Sayidina Muhammad wa ala Ali Sayyidina Muhammad kamaa shallaita ‘ala Sayyidina Ibrahim wa Ali Sayyidina Ibrahim. Allahumaj’alna mim manittaba’uhum bi ihsanin ila yaumiddin.

-------

Islam adalah agama yang istimewa. Islam memperkenalkan kita pada begitu banyak keindahan, kemuliaan dan keutamaan. Islam punya kiblat yang sama, yang kepadanya jutaan, miliaran kaum muslimin sepanjang sejarah menghadapkan wajahnya. Islam punya peeribadatan seperti ibadah haji, puasa dengan berbagai macam tradisi yang ada di berbagai negeri yang mengikat semuanya dalam satu kesatuan keunikan keistimewaan Islam.

Di atas segalanya, Islam punya kitab suci teramat berharga, teramat mulia, al-Qur’an al-Karim. Kitab suci yang mempersatukan kaum Muslimin di seluruh dunia. Boleh jadi, dalam tata cara peribadatan secara fikih ada sedikit perbedaan di antara kaum Muslimin. Kalau kita berangkat dalam keistimewaan ibadah haji di tanah suci, kita akan melihat saudara-saudara kaum Muslimin dari berbagai negeri, berbagai kelompok, berbagai latar belakang pemikiran dan mazhab-mazhab fikih. Kita akan melihat semuanya bersatu dalam persaudaraan kaum Muslimin yang sangat indah. Di atas semuanya yang mempersatukan itu adalah al-Quran al-Karim. Kitab Allah Swt yang satu, yang tidak ada semisalnya sesuatu apapun juga. Mukjizat terbesar Rasullullah Saw menurut para ulama. Mukjizat Islam—risalah Baginda Nabi Saw sebagai risalah akhir zaman—adalah kitab suci Al-Quran.

Kata mukjizat dalam bahasa Arab punya makna yang artinya melumpuhkan. Orang Arab Biasanya kalau menyampaikan terima kasih dengan ungkap terima kasih yang teramat besar, mereka akan berkata:

“انا عاجز عن الشكر

('Ana ‘aajizun ‘anis syukr).

(Aku sama sekali tidak mampu, tidak tahu bagaimana harus bersyukur itu)

Orang yang sudah sepuh juga sering disebut عاجز, yaitu orang yang sudah kehilangan kemampuannya secara fisik. Dari akar kata yang sama muncul mukjizat. Ketika ia dihadirkan untuk para nabi, mukjizat itu untuk siapakah? Sesuai akar katanya bisa ditujukan untuk melumpuhkan hujjah, untuk meruntuhkan argumentasi dalam situasi yang dihadapi oleh para Nabi waktu itu.

Misalnya di zaman Nabi Musa ‘alaihis shalatu was salam, yang disebut orang yang pintar, orang yang dirujuk oleh masyarakat adalah mereka yang dapat "memanipulasi ini dan itu”, para ahli ilmu sihir. Mereka mampu mengubah (tampilan) benda dan lain sebagainya. Karena itu, mukjizat yang Allah Swt turunkan kepada Nabi Musa as untuk mengalahkan hujjah orang-orang waktu itu, di antaranya adalah dengan tongkat yang berubah menjadi ular. Al-Quran mengisahkan ketika penyihir-penyihir Firaun itu sujud, beriman kepada Tuhan Harun as dan Musa as karena mereka mengetahui apa yang dilakukan oleh Nabi Musa itu meruntuhkan hujjah dan argumentasi keyakinan mereka selama ini.

Di zaman Nabi Isa as yang dirujuk orang-orang kebanyakan adalah para tabib. Tantangan zaman waktu itu adalah munculnya penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Dari semua penyakit, yang tidak dapat disembuhkan adalah kematian. Dan Nabi Isa as diberi Allah Swt mukjizat menghidupkan yang sudah mati. Dengan itu seluruh seluruh argumentasi, seluruh keberatan, penolakan terhadap ajakan para nabi itu dapat digugurkan melalui mukjizat ini. Meski tidak selalu umat serta merta mengikuti para nabi. Bahkan kebanyakan menolaknya. Inilah yang juga dimaksudkan dengan kekufuran. Menolak kebenaran setelah ia datang pada mereka. Memilih untuk tidak meyakini, setelah hujjah dan argumentasinya dipatahkan.

Pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Alihi wa sallam mukjizat terbesar itu adalah Al-Quran. Bagaimana Al-Quran menjadi mukjizat yang paling besar? Sebelum kita membahas lebih jauh tentang keistimewaan Al-Quran, sedikit kita kembali ke belakang tentang apa yang disebut dengan jahiliyah. Umat sebelum kedatangan risalah Islam sering disebut sebagai umat jahiliyah. Apakah jahiliyah itu artinya umat yang tidak bisa membaca dan menulis? Umat yang tidak tahu? Adakah makna lain dari jahiliyah?

Secara kebahasaan dan kesusastraan, orang-orang Arab pada zaman ketika Al-Quran diturunkan dan pada zaman Baginda Nabi Saw diutus sebenarnya telah mencapai tingkat sastra yang sangat tinggi. Karena itu Al-Quran kemudian diturunkan di antara mereka, ke tengah-tengah suatu bangsa yang pemahaman bahasanya sangat baik. Misalnya, kita tahu bahwa dalam sejarah ada puisi yang ditulis di era yang disebut era Jahiliyah. Ada Diwan-diwan, kumpulan puisi. Di antaranya ada Diwan Sayyid Abi Thalib ra. Lalu juga misalnya ketika di antara dua kabilah terjadi peperangan, sebelum peperangan biasanya mereka melakukan perang urat syaraf terlebih dahulu, yaitu dengan menampilkan jagoan pidatonya, penyair, pengkhotbah, oratornya untuk saling berhadapan satu sama lain. Pada saat yang sama juga untuk menyalakan semangat perang: memotivasi kawan dan melemahkan lawan, sebelum mereka akhirnya bertarung.

Sastra, puisi, orasi, dan khotbah itu menunjukkan kematangan berbahasa. Karena itu juga Al-Qur'an diturunkan di tengah-tengah bangsa yang sebetulnya secara kebahasaan benar-benar sudah sampai pada tingkat "dapat menerima keagungan dan keindahan Al-Quran secara bahasa.” Pilihan kata dan bahasa dalam al-Quran sendiri dapat memiliki banyak makna. Ini juga bagian dari keistimewaan mukjizat al-Qur’an yang tidak akan pernah habis.

Al-Quran juga disebut sebagai mukjizat terbesar Islam. Mukjizat terbesar Rasulullah Saw. Bagaimana ia menjadi mukjizat?

Mukjizat yang pertama adalah…

(Bersambung dalam kajian Daqaiq al-Qur’an berikutnya, setiap hari insya Allah)


40 views1 comment