top of page
  • Akhi

Sebab Timbulnya dan Teknik Mengobati Hasad


Sebab Timbulnya Hasad


Ada beberapa hal yang mengakibatkan orang menderita penyakit hasad. Pertama, permusuhan. Kita mudah berubah menjadi pendengki besar jika ada orang yang memusuhi, menzalimi, atau menyakiti kita. Dalam diri kita tumbuh dendam yang akhirnya melahirkan kedengkian.


Sebab kedua adalah ta'azuz. Ta'azuz artinya perasaan bahwa diri kita tinggi dan mulia yang disertai dengan perasaan tidak suka jika ada orang lain yang lebih tinggi atau mulia. Kita merasa diri saleh dan tidak ingin ada orang yang lebih saleh. Kita takut jika ada orang yang kedudukannya. lebih tinggi daripada kita. Sebab ketiga adalah takabur. Mirip dengan ta'azuz, dalam takabur kita merasa diri lebih tinggi dan memandang rendah orang lain di bawah kita. Takabur juga dapat melahirkan hasad.


Sumber timbulnya hasad yang keempat adalah ta'ajub. Hal ini terjadi jika kita mempertanyakan mengapa Tuhan memberikan nikmat kepada orang lain padahal kita merasa kita lebih pantas menerimanya. Orang yang rajin shalat malam, misalnya, mempertanyakan Tuhan mengapa orang lain yang lebih sedikit ibadahnya memperoleh nikmat yang lebih banyak.


Sebab kelima timbulnya hasad adalah jika kita bersaing dengan orang lain untuk satu keinginan yang sama. Misalnya dalam sebuah keluarga, orangtua hanya memberikan pujian kepada salah seorang anaknya. Sementara yang lain dijatuhkan. Anak-anak itu akan bersaing untuk memperoleh pujian orangtuanya. Di antara anak-anak itu, kedengkian akan tumbuh subur.


Teknik Mengobati Hasad


Ada dua cara untuk menyembuhkan hasad: dengan ilmu dan dengan amal. Menurut Al-Ghazali, dalam kitab Ihyȧ Ulûmuddin, dalam mengobati hasad dengan ilmu, pertama harus disadari bahwa dengki itu merugikan kita, baik secara duniawi maupun ukhrawi. Secara duniawi, orang yang dengki akan mengalami frustrasi. Jika kita mendengki orang lain yang mendapat nikmat, kita akan kesulitan. Kita tak mungkin dapat mengatur jatuhnya nikmat yang datang dari Tuhan. Kita akan dilanda stres karena melihat orang lain yang kita dengki terus mendapatkan kenikmatan.


Selain itu, hasad juga mendatangkan tekanan psikologis yang dapat berdampak terhadap keadaan fisik. Imam Ali k.w. berkata, "Sehatnya jasad adalah karena sedikitnya hasad." Tubuh kita akan menjadi lebih sehat jika kita menghapus rasa dengki di hati kita.


Hasad merugikan kita secara ukhrawi. Di akhirat, orang yang dengki akan dihapus amalnya. Kedengkian akan menghancurkan catatan amal saleh yang dilakukan. Kedengkian juga akan menghilangkan iman. Menurut Al-Ghazali, jika seseorang dengki kepada orang lain, sebetulnya orang itu sedang mempersoalkan keadilan Tuhan kepada hamba-Nya. Ia tidak mau menerima qadha Allah Swt. la ingin ikut mengatur perolehan nikmat yang diberikan Tuhan. Karena menentang ketentuan Tuhan, ia dihitung sebagai orang kafir. la telah melanggar rukun iman yang keenam: Percaya kepada qadha dan qadar. la tidak percaya akan baik dan buruk yang ditetapkan oleh Allah Swt.


Kerugian ukhrawi selanjutnya ialah ia akan berpisah dengan para shalihin pada Hari Akhir nanti. Rasulullah Saw. bersabda bahwa pada Hari Akhirat, manusia akan digabungkan bersama orang yang ia cintai. Orang saleh mencintai sesama manusia. la tak pernah menyimpan dendam dan kedengkian. Di akhirat, manusia akan digabungkan berdasarkan kesamaan sifat dan akhlak. Akhlak orang saleh ialah mencintai sesama manusia. Akhlak orang pendengki ialah membenci sesama manusia. Pada Hari Akhirat, kedua orang ini takkan bersama. Para pendengki akan berpisah dengan para rasul, nabi, dan wali Allah.


Selanjutnya, setelah menyadari bahwa hasad itu merugikan diri kita sendiri, pada saat yang sama, kita harus sadar bahwa kedengkian itu hanya akan menguntungkan orang yang kita dengki. Keuntungan yang diperoleh orang yang didengki ialah ia akan senang melihat penderitaan kita yang ditimbulkan oleh kedengkian kita sendiri. Pada Hari Akhirat pun, orang yang didengki akan diuntungkan. Amal saleh orang yang mendengki akan dipindahkan Allah Swt. kepada catatan amal saleh orang yang didengki. Sebaliknya, amal buruk orang yang kita dengki akan dipindahkan Allah Swt. kepada catatan amal buruk kita. Sebagian dosa orang yang kita dengki pun akan dihapuskan Allah Swt.


Hasad dapat dikurangi dengan ilmu seperti yang telah diuraikan. Tetapi, ia tak dapat hilang sepenuhnya. Hasad hanya dapat dihilangkan dengan pengobatan melalui amal. Imam Al-Ghazali menyarankan penyembuhan hasad dengan amal, "Berusahalah melakukan hal-hal yang bertentangan dengan perasaan dengki kita."


Berbuat-baiklah kepada orang yang kita dengki. Jika kita tidak suka melihat orang lain karena kedudukannya yang lebih tinggi, merendahlah kepadanya. Jika kita tidak senang melihat orang lain lebih banyak hartanya, berilah sebagian uang kita kepadanya. Pujilah dan sebarkan kebaikan orang yang kita dengki. Tentanglah keinginan hati untuk menceritakan aib serta keburukan orang itu. Amal berikutnya adalah tambahlah kenikmatan yang ia miliki. Jika kita mendengki orang yang lebih pintar, bantulah ia agar menjadi lebih pintar lagi.


Amalan-amalan untuk menghapuskan penyakit hasad tampaknya memang amat berat untuk kita lakukan. Namun seperti kata Al-Ghazali, "Barang siapa yang tak tahan akan pahitnya obat, ia tak akan berhasil menikmati lezatnya kesehatan...."


KH. Jalaluddin Rakhmat, Pendiri Yayasan Muthahhari (Untuk Pencerahan Pemikiran Islam) dan Sekolah Para Juara (SD Cerdas Muthahhari www.scmbandung.sch.id, SMP Plus Muthahhari www.smpplusmuthahhari.sch.id, SMP Bahtera www.smpbahtera.sch.id, dan SMA Plus Muthahhari www.smaplusmuthahhari.sch.id).

37 views0 comments

Recent Posts

See All
bottom of page