Keberagamaan Sejati

Dalam Kitab Matsnawi, Jalaluddin Rumi bercerita: Dahulu, ada seorang muadzin bersuara jelek di sebuah negeri kafir. Ia memanggil orang untuk shalat. Banyak orang memberi nasihat kepadanya: Janganlah kamu memanggil orang untuk shalat. Kita tinggal di negeri yang mayoritas bukan beragama Islam. Bukan tidak mungkin suara kamu akan menyebabkan terjadinya kerusuhan dan pertengkaran antara kita dengan …

KARAKTERISTIK AL-MUTTAQIN

Surat Al-Baqarah bercerita tentang tiga kelompok manusia. Pertama, kelompok yang menerima seluruh ajaran Allah Swt secara mutlak. Mereka disebut sebagai orang-orang takwa, al- muttaqin. Mereka menerima Islam dalam seluruh dimensinya. Kedua, kelompok yang menolak ajaran Allah Swt secara mutlak pula. Mereka disebut sebagai orang-orang kafir. Mereka memusuhi Islam dalam segala dimensi, baik dalam ucapan maupun …

PINTU-PINTU MASUK SETAN

Aku titipkan kepada Allah-Yang Mahaagung, Yang Mahatinggi, Yang Mahamulia agamaku, diriku, keluargaku, kekayaanku, anak-anakku, dan seluruh saudaraku yang beriman, semua yang telah dianugerahkan kepadaku, serta semua urusan yang menjadi tanggunganku. Aku titipkan kepada Allah-Yang Sangat Ditakuti dan Yang bergetar karena kebesaran-Nya segala sesuatu agamaku, diriku, keluargaku, kekayaanku, anak-anakku, dan seluruh saudaraku yang beriman, semua yang …

Ruh Manusia Bergantung Sembahannya

Kita akan membahas ruh, qalb, nafs, dan ‘aql. Imam Al-Ghazali berusaha membedakan keempat istilah ini. Tetapi, setelah saya perhatikan, perbedaan itu berakhir tidak jelas. Walaupun begitu, kita akan mencoba membicarakannya juga. Saya membacanya dari Ihya Ulum Al-Din, bab “Aja’ib Al-Qalb”. Sejak zaman Al-Ghazali, orang-orang ingin sekali shalat dengan khusyuk, dan sejak masa itu pula mereka …

Allah dalam Dimensi Jaläliyah dan Jamäliyah

Dalam Al-Quran, Allah berfirman,’Qulid’ulläha,awidurrahmänaayyama tad’uw, falahul as-mäul husnä. Berdoalah kamu dengan memanggil nama Allah, atau memanggil Al-Rahman. Karena bagiNya ada nama-nama yang baik.’ (QS. AI-Isra 110) Dari memperhatikan nama-nama Allah yang terdapat dalam Al-Quran, kita mengenal dua wajah Allah. Wajah yang pertama, kita sebut dengan wajah jalal-Nya; yakni nama-nama Allah yang menunjukkan kebesaran-Nya, keagungan-Nya, kemahaperkasaan-Nya, …

BERUSAHA MENJADI KEKASIH ALLAH

Kekasih Allah, dalam bahasa Arab, disebut waliyullah. Bentuk jamaknya adalah auliya Allah. Bila seseorang sudah menjadi kekasih-Nya, dia akan memperoleh beberapa keistimewaan. Pertama, Allah akan memberi rezeki untuknya dari tempat yang tidak terduga. Kedua, doa mereka makbul. Oleh sebab itu, jika Anda bertemu seseorang dan yakin bahwa orang itu adalah wali Allah, mintalah doa kepadanya. …

Hadis-Hadis tentang Cinta Allah

Al-Ghazali berkata,” Cinta adalah inti keberagamaan. Ia adalah awal dan juga akhir dari perjalanan kita. Kalaupun ada maqam yang harus dilewati seorang sufi sebelum cinta, maqam itu hanyalah pengantar ke arah cinta; dan bila ada maqam-maqam sesudah cinta, maqam itu hanyalah akibat dari cinta saja.” Suatu hari Nabi Saw ditanya, “Ya Rasulullah, apakah iman itu?” …

Mengapa kita mencintai Allah?

Dalam kitab Al-Mahabbah-nya, Imam Al-Ghazali menulis iftitah dengan hamdalah. Setelah itu, ia menyebutkan: Fa inna al-mahabbah lillâh ‘azza wa jalla hiya al-ghâyah al-qushwâ min al-maqâmat wa dzarwah al-‘ulyâ min al-darajât; fa mâ ba’da idrâk al-mahabbah maqâm illâ wa huwa tsamratun min tsamârihâ wa tâbi’ min tawâbi’ihâ ka al-syauq wa al-uns wa al-ridhâ wa akhwâtihâ; wa …

Mengapa Allah Paling Berhak Kita Cintai?

1. Karena kecintaan diri Manusia mempunyai kecenderungan untuk mencintai diri sendiri. Dari cinta inilah, ia ingin agar dirinya selamat, sempurna wujudnya, dan terus-menerus ada. la tidak suka binasa, berkekurangan, atau jatuh dalam kehancuran. Karena keinginan itu, ia mencoba mengenal dirinya. Lalu ia mengetahui bahwa keselamatan, kekekalan, dan kesempurnaan dirinya bergantung pada Allah. Wujudnya sendiri berasal …

TAUBAT

Di dalam bahasa Arab ada beberapa kata untuk menunjukan kata kembali. Kata yang paling kita ketahui adalah kata ‘Id atau ‘Aud, berasal dari kata ‘ÂdaYa’ûdu-’îdan-wa-’audan, yang artinya kembali. Sebagian orang mengatakan bahwa Idul Fitri artinya kembali kepada fitrah. Ada juga yang mengatakan fitr di situ berasal dari kata futhûr sehingga Idul Fitri diartikan bahwa kita …