PUASA DALAM PROSES PENYEMPURNAAN DIRI

“Ada permainan lain yang juga digemari oleh anak-anak kampung, tak terkecuali di bulan Ramadhan. Tetapi saya sendiri tidak pernah mencobanya. Karena bagi saya permainan tersebut sangat menyeramkan. Ada seorang anak, kepalanya ditutup pakai sarung, dan tangannya memengang potongan kayu atau bambu. Anak tersebut disuruh berputar-putar, sementara teman-temannya membacakan kamaran (mantera). Tak lama setelah mantera itu dibaca, tiba-tiba …

Tuhan yang Disaksikan Bukan Tuhan yang Didefinisikan

ALKISAH, seorang Arab Badawi bermaksud menjual sekarung gandum ke pasar. Berulangkali ia mencoba meletakkan karung itu di atas punggung unta; dan berulangkah ia gagal. Ketika ia hampir putus asa, terkilas pada pikirannya pemecahan yang sederhana. Ia mengambil satu karung lagi dan mengisinya dengan pasir. Ia merasa lega, ketika kedua karung itu bergantung dengan seimbang pada …

Tahap Menuju Kesehatan Jiwa

Bertolak dari ajaran Al-Quran dan sunnah Nabi Saw., para sufi merumuskan tiga tahapan perjalanan (disebut dengan suluk) dalam mendekati Allah Swt.: takhalli, tahalli, dan tajalli. Tahapan perjalanan para sufi yang disebut dengan tajalli adalah pengalaman puncak yang dicari para pencinta Tuhan. Inilah tahapan ketika Allah tidak lagi merupakan abstraksi, bukan pula Zat yang hanya diketahui …

Qanbar; Belajar Wara’ dari Ali

Izinkan saya bercerita tentang Qanbar. Mungkin karena ia budak, atau mungkin karena ia sahaya Ali, sejarah tidak banyak bercerita. Ia termasuk tokoh-tokoh yang tidak terkenal. Kemelut politik dan kampanye politrik pasca Rasulullah telah menenggelamkan bintang-bintang yang cemerlang. Qanbar beruntung belajar langsung dari orang yang memikul missi wara’ dari apa yang diharamkan Allah. Wara’ tidak ia …

Mubaligh Pop

Nabi Muhammad saw berkhutbah di Padang Arafah. Khutbah terakhir pada haji terakhir. Pada akhir khutbahnya itu beliau bersabda, “Rubba muballighîn aw’â min sâmi’in. Orang yang menyampaikan lebih sering dapat memelihara dari pada yang hanya mendengarkan.” Begitulah lahir kata mubaligh. Sejak itu, sepanjang sejarah Islam, ada sekelompok umat yang bekerja menyampaikan pesan Nabi. Ia bukan saja …

Berlindung dari Akhir yang Buruk

Dalam kitab Tazkiyyatun Nafs, Penyucian Diri, karya Sayyid Kazhim Al-Hairi, dijelaskan bahwa menyucikan diri adalah keperluan yang sangat mendesak bagi setiap Muslim sampai akhir hayatnya. Ada beberapa prinsip dalam tazkiyyatun nafs. Pertama, penyucian diri itu harus berlangsung terus-menerus. Kesempurnaan manusia adalah sesuatu yang tak terhingga. Ketika manusia menyucikan dirinya, ia sedang menjalani proses tanpa batas. …

KEKUASAAN

Politik secara sederhana adalah hal berkaitan dengan permainan kekuasaan. Sebagai politikus,  pekerjaan Anda hanya dua: menghimpun kekuasaan (machtvorming) dan menggunakan kekuasaan (machtaanwending). Ketika Anda rajin mengunjungi orang-orang yang berpengaruh dan melakukan negosiasi dengan mereka, Anda sedang menghimpun kekuasaan. Ketika Anda menyingkirkan lawan Anda dengan memanipulasi wewenang yang Anda miliki, Anda sedang menggunakan kekuasaan. Banyak orang …

ANTARA IBADAH DAN MUAMALAH

Pada suatu hari, salah seorang sahabat Rasulullah Saw, lewat di sebuah lembah yang bermata air dengan air yang jernih dan segar. Lembah itu sangat memesona, sehingga sahabat itu berpikir untuk mengasingkan diri dari masyarakat dan menghabiskan waktu untuk beribadah di lembah itu. la datang memberitahukan maksudnya kepada Rasulullah Saw. Rasul yang mulia berkata, “Janganlah engkau …

Tutup Mukamu, Wahai Abu Dzar

Siapa tak kenal Abu Dzar. Dialah penunggang kuda yang cekatan dan pemain pedang yang tak terkalahkan. Dia menghadang pedagang kaya di jalan dan membagikan hasil hadangannya untuk fakir miskin. Ia mempersembahkan hidupnya untuk wong cilik. Anis, adiknya, melihat Nabi Muhammad saw membagi-bagikan makanan kepada orang miskin. Ia melapor kepada Abu Dzar: Aku melihat di Makkah …

Istighfar

“Tsakilatka ummuk,” kata Ali ibn Abi Thalib ketika berjumpa seorang yang berkata astaghfirullah. Secara harfiah, ungkapan itu berarti ibumu pantas menangisimu atau alangkah baiknya bila ibumu dulu kehilangan kamu. Secara idiomatik, perkataan itu diucapkan kepada orang yang berbuat kekeliruan atau menderita kemalangan. Tentu amat mengherankan ‘Ali mengucapkan kata itu untuk orang yang membaca istighfar. Bukankah …