SMA Plus Muthahhari: Merajut Generasi Cendekia dengan Cinta Nabi dan Semangat Juara

Oleh: Mulyadi | Jalanrahmat.id – Dalam peta pendidikan Indonesia yang kerap disesaki oleh paradigma ranking dan nilai semata, hadir sebuah oase yang menawarkan kedalaman makna. Sebuah tempat di mana kesuksesan akademik tidak berjalan sendiri, tetapi beriringan dengan kelembutan hati, kecerdasan spiritual, dan kecintaan pada khazanah keilmuan yang inklusif. Inilah SMA Plus Muthahhari, sebuah sekolah yang membuktikan …

Jihad yang Paling Utama

Seorang lelaki datang menemui Rasulullah Saw. la berkata, “Aku ingin berbaiat kepadamu untuk berhijrah dan berjihad. Aku mengharapkan pahala dari Allah.” Rasulullah Saw. bertanya kepadanya, “Apakah salah seorang di antara kedua orangtuamu masih hidup?” Lelaki itu menjawab, “Bahkan keduanya masih hidup.” Nabi Saw. bertanya lagi, “Dan kamu ingin mendapat pahala dari Allah?” la menjawab, “Benar.” …

ISLAM PEMBEBAS KAUM MUSTADH’AFIN

Allah Swt. berfirman, “Orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi, yang mereka dapatkan namanya tercantum di sisi mereka dalam Taurat dan Injil, yang memerintahkan yang ma’ruf, melarang hal yang mungkar, menghalalkan at-thayyibât, mengharamkan al-khabâits, melepaskan dari mereka beban dan belenggu-belenggu mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, yang mendukungnya, yang menolongnya, dan yang mengikuti cahaya yang …

Berlarilah Menuju Allah

Islam adalah agama yang melanjutkan tradisi Nabi Ibrahim a.s. Ibadah haji, misalnya, adalah salah satu contoh tradisi Ibrahim yang masih terus dilaksanakan. Demikian juga dengan ibadah kurban. Dalam ibadah shalat, kita mengakhiri shalat kita dengan membaca shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, di samping kepada Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya. Al-Quran pun banyak menceritakan perjalanan …

Macam-Macam Kesenangan

Michael Kubovy membagi dua macam kesenangan: kesenangan tubuh (pleasures of the body) dan kesenangan jiwa (pleasures of the mind). Tampaknya hanya pada kesenangan tubuh manusia dan binatang sama. Saya menyebutkan kata “tampaknya’; sebab pada primata seperti gorila dan orang utan, kita melihat sejenis kesenangan jiwa. Ketika monyet-monyet saling menggaruk punggung, mereka bukan hanya merasakan senang …

MENGUKUR KEBAHAGIAAN

Kebahagiaan yang dirumuskan para filusuf adalah konsep yang abstrak. Adalah tugas para psikolog untuk mengonkretkan yang abstrak ini. Katakanlah Anda datang kepada saya dengan berkata: “Hari ini aku merasa bahagia”. Saya akan bertanya lebih lanjut: “Mengapa Anda merasa bahagia?” Salah satu jawaban Anda, “Karena saya merasa puas dengan apa yang terjadi dalam hidup saya.” Jawaban …

SIKAP KEBERAGAMAAN: INTRINSIK DAN EKSTRINSIK

Banyak tokoh psikologi bersikap kurang simpatik terhadap tokoh-tokoh agama. William James, misalnya, menganggap tokoh agama sebagai creatures of exalted emotional sensibility, suatu gelar yang panjang dan tidak enak. Menurutnya, para nabi dan orang-orang suci dihinggapi perasaan yang berlebih-lebihan: melankoli, halusinasi, mendengar suara, atau melihat visi dan berbagai karakteristik patologikal lainnya. Sigmund Freud menganggap agama sebagai …

Yang Tidak Dicintai Tuhan

Dalam Al-Quran, tidak ada kata “membenci”, tapi yang ada adalah kata “tidak mencintai”. Sebelum kata yuhibbu, diawali dulu dengan kata ‘la’. Innallaha là yuhibbu (sesungguhnya Allah tidak mencintai). Yang tidak dicintai Tuhan kadang-kadang merupakan orang atau perbuatan. Pertama, mu’tadin, orang-orang yang melakukan sesuatu dengan melewati batas. Dalam Al-Quran disebutkan, Perangilah orang yang memerangi kamu. Janganlah …

WANITA PUN MENJADI KORBAN

Untuk apa perempuan diciptakan? Untuk menyenangkan laki-laki, kata kawan saya yang sarjana fisika. Lihat saja berbagai tempat hiburan. Perempuan-perempuan “dijual” untuk memuaskan selera laki-laki. Tak ada tempat hiburan yang menjual laki-laki. Demosthenes pernah berkata, “Kita perlukan gundik untuk memuaskan kesenangan kita dan istri untuk melahirkan keturunan kita.” Tak ada gundik atau istri yang laki-laki. “Tidak …

Pelajaran Mencintai

Dalam buku The Art of Loving, atau Seni Mencinta, Erich Fromm menulis bahwa para manusia modern sesungguhnya adalah orang-orang yang menderita. Penderitaan tersebut diakibatkan karena kehausan mereka untuk dicintai oleh orang lain. Mereka berusaha keras melakukan apa saja agar dapat dicintai. Anak-anak muda akhirnya terjerumus ke dalam pergaulan bebas karena mereka ingin dicintai dan diterima …