ZAWAWI IMRON: PENYAIR DESA

Waktu itu, Taufiq Ismail punya “hajatan” aneh. Ia mengumpulkan para mubalig untuk menyampaikan puisi-puisi mereka. “Mubalig sama dengan penyair, bergulat dengan kata-kata. Karena itu, mereka pasti mahir bersyair-syair,” katanya, ketika ia mengundang saya untuk membacakan puisi-puisi saya di Taman Ismail Marzuki (TIM). Saya memang suka menulis puisi, tetapi untuk keperluan sendiri. Tidak pernah dipublikasikan, apalagi …

Insan Mulia, Pandanglah Hamba

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka.Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukansalat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang …