WARA’: NILAI KESUCIAN
Sekian tahun yang lalu, nama seorang mahasiswa diabadikan Taufiq Ismail dalam salah satu puisinya. Kosim dipuji penyair bukan karena ia memimpin demonstrasi atau mendukung OPP. Bukan juga karena prestasi akademis atau olahraga yang menonjol. Kosim mungkin tidak akan dikenal, kalau bukan karena puisi Taufiq. Lalu apa “keanehan” Kosim? Ia pergi ke sebuah dusun terpencil, hidup …