Mulla Nasrudin

Mulla Nasrudin terkenal karena lelucon-leluconnya. Ia mengajarkan kearifan lewat keluguan atau, dengan kata yang lebih jelas, ketololan. Di kalangan sufi, Nasrudin dijadikan rujukan untuk mengajarkan makrifat. Ia lucu, tolol, lugu, dan sekaligus bijak. Perilakunya yang sulit dipahami dipandang sebagai misteri mistikal yang mempesona.   Banyak bangsa mengklaim Nasrudin sebagai bangsanya. Orang Turki setiap tahun memperingati …

Cinta Nabi, Cinta Ahlibaitnya as

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ  وَمَن يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ  Pada hari ini, Allah yang Mahakasih mengantarkan kita kembali pada Lebaran lagi, pada hari Raya Idul Fitri lagi. Lebaran ini adalah Lebaran yang kedua puluh kali, ketiga puluh kali, keempat puluh …

Allahu Akbar. Pujian yang Sebenarnya.

Doa Iftitah Assalamu’alaika ayyuhan Nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh Assalamu’alaina wa ‘ala ‘Ibadilahis Shalihin Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh اللّـهُمَّ أهْلَ الْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ، وَأهْلَ الْجُودِ وَالْجَبَرُوتِ، وَأهْلَ الْعَفْوِ وَالرَّحْمَةِ، وَأهْلَ التَّقْوى وَالْمَغْفِرَةِ، أسْاَلُكَ بِحَقِّ هذَا الْيَومِ الَّذي جَعَلْتَهُ لِلْمُسْلِمينَ عيداً، وَ لُِمحَمَّد (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ) ذُخْراً وَشَرَفاً وَمَزيْداً، أنْ تُصَلِّيَ عَلى مُحَمَّد وَآلِ مُحَمَّد، …

Allahu Akbar. Pujian yang Sebenarnya.

Doa Iftitah Assalamu’alaika ayyuhan Nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh Assalamu’alaina wa ‘ala ‘Ibadilahis Shalihin Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh اللّـهُمَّ أهْلَ الْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ، وَأهْلَ الْجُودِ وَالْجَبَرُوتِ، وَأهْلَ الْعَفْوِ وَالرَّحْمَةِ، وَأهْلَ التَّقْوى وَالْمَغْفِرَةِ، أسْاَلُكَ بِحَقِّ هذَا الْيَومِ الَّذي جَعَلْتَهُ لِلْمُسْلِمينَ عيداً، وَ لُِمحَمَّد (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ) ذُخْراً وَشَرَفاً وَمَزيْداً، أنْ تُصَلِّيَ عَلى مُحَمَّد وَآلِ مُحَمَّد، …

Kembali kepada Fitrah Kemanusiaan

Marilah kita merenungkan apa yang kita lakukan pada Idul Fitri. Kita penuhi langit dengan gemuruh takbir. Kita sampaikan rasa syukur kita kepada Dia Yang Menciptakan langit dan bumi, yang menggelarkan kita di dunia; kemudian mengantarkan kita kepada bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Kita sadar betul bahwa banyak di antara saudara, sahabat, dan keluarga kita yang …

Bersiaplah Untuk Mudik Besar

(disampaikan saat khotbah idulfitri) Marilah kita mulai hari ini dengan mengungkapkan syukur kita kepada Allah swt. Setiap hari anugerah dan nikmatNya turun kepada kita, walaupun pada hari yang sama maksiat dan kejahatan kita naik kepada-Nya. Setiap jam perlindungan dan pemeliharaan-Nya mengayomi kita, padahal pada jam yang sama kita menentang-Nya dengan dosa-dosa dan kejelekan kita. Dia …

Silaturahmi dan Halal bi Halal

Setiap kali kita mengakhiri Ramadhan dan merayakan ‘Idul Fitri, kita selalu mengadakan acara silaturahmi, yang lebih populer kita sebut Halal bi halal. Kedua istilah itu silaturrahmi dan halal bihalal, bukanlah kata-kata Arab yang tepat. Silaturahmi sebetulnya harus diucapkan silaturahim. Halal bihalal juga tidak bisa dipahami orang Arab manapun, kecuali yang pernah datang di Indonesia. Kata …

Menjaga Kesucian Pasca Ramadhan

Sudah kita tinggalkan bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah. Imam ‘Ali Zainal Abidin as. Cucu Rasulullah Saw selalu meninggalkan bulan Ramadhan dengan penuh kesedihan. Dengan air mata yang tidak henti-hentinya membasahi wajah yang mulia, beliau mengucapkan salam perpisahan pada bulan Ramadhan. Ia berpisah dengan bulan yang telah menyertainya dalam mengabdi kepada Allah. Bulan yang menebarkan …

Khutbah ‘Idul Fitri : Silaturahmi, Esensi Ajaran Islam

Khutbah Pertama: الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله الله أكبر ولله الحمد بسم الله كلمة المعتصمين ومقالة المتحرزين ونعوذ بالله تعالي من جور الجائرين و كيد الحاسدين وبغي الظالمين ونحمده فوق حمد الحامدين أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له،الملك ألحق المبين و أشهد أن محمد …

WIN/WIN

Dzûn-Nûn al-Mishri sedang berlayar di Sungai Nil bersama para santrinya. Tak jauh dari mereka, berlayar juga banyak perahu; semua mengangkut orang yang sedang melakukan rekreasi. Salah satu di antara perahu itu dipenuhi orang-orang yang suka berhura-hura. Mereka berteriak-teriak, memetik kecapi, dan melontarkan kata-kata yang memuakkan. Para santri meminta Dzûn-Nûn berdoa agar perahu yang memuat orang- …