Sesal Kemudian Masih Berguna (II)

Ghazwah Tabuk memang ujian yang sangat berat bagi kaum Muslim. Banyak sahabat mengajukan macam-macam alasan untuk dibebaskan dari kewajiban militer. Ada yang mengeluh, “Sekarang ini panasnya sangat terik. Kami tidak dapat ikut serta. Janganlah mengerahkan pasukan di musim panas”. Dan mereka benar-benar tinggal di belakang, tidak mau bergabung dengan Rasulullah saw.. Allah mengecam mereka:

فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلْفَ رَسُولِ اللهِ

وَكَرِهُوا أَنْ تُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللهِ

وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرَّ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرَا لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ

Orang-orang yang dibiarkan tinggal itu merasa gembira karena masih berada di tempatnya setelah Rasulullah berangkat. Mereka enggan berjuang di jalan Allah dengan harta dan dirinya di jalan Allah. Mereka berkata: Janganlah berangkat dalam panas terik. Katakan: Neraka Jahanam lebih panas lagi, jika mereka mengerti (QS. At-Taubah [9]: 81).

Ada yang keberatan dengan jarak yang terlalu jauh. Berkenaan dengan mereka, turunlah ayat berikut:

لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدٌ إِلَّا تَبَعُوكَ

وَلكِنْ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَةُ وَسَيَحْلِفُونَ

بِاللهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ

أَنْفُسَهُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَذِبُونَ

Kalau ada keuntungan yang dekat dan perjalanan yang sederhana, sudah tentu mereka mau mengikuti engkau. Tetapi, perjalanan itu bagi mereka terasa amat jauh dan mereka bersumpah dengan Allah. Kalau kami sanggup, tentulah kami akan berangkat bersa mamu. Mereka membinasakan diri sendiri. Dan Allah mengetahui bahwa mereka adalah pendusta (QS. At-Taubah [9]: 42).

Jadd bin Qais mengajukan alasan menarik, “Ya Rasul Allah, kaumku tahu betul bahwa saya paling tidak tahan menghadapi perempuan cantik. Aku takut kalau melihat perempuan Bani Asfar (orang Romawi), aku akan jatuh dalam fitnah (ujian)”. Nabi saw. berpaling darinya. Kemudian Allah menurunkan ayat:

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ اشْذَنْ لِي وَلَا تَفْتِي

أَلَا فِي الْفِتْنَةِ سَقَطُوا وَاِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِبْطَةُ بِالْكَفِرِينَ

Dan di antara mereka ada yang mengatakan: Izinkanlah aku dan janganlah memberikan ujian kepadaku. Ketahuilah mereka telah jatuh ke dalam fitnah itu. Sesungguhnya neraka jahannam itu mengepung orang-orang kafir (QS. At-Taubah [9]: 49).

tidak bisa pergi Walaupun demikian, banyak juga sahabat yang karena memang betul-betul uzur karena sakit atau tua. Allah dan Rasul-Nya memaafkan mereka (QS At-Taubah [9]: 91). Begitu pula Allah memaafkan mereka yang tidak bisa ikut serta karena tidak ada kendaraan. Tujuh orang Anshar dan beberapa orang Islam lainnya bersemangat untuk pergi berjihad. Karena diberitahu tidak ada kendaraan untuk mengangkut mereka, mereka terisak-isak menangis. Para ahli hadis menggelari mereka Al-Baka’un (orang-orang yang menangis).

Tentang mereka, turunlah QS. At-Taubah (9):92:

وَلَا عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ

لا أَجِدُ مَا أَحْملُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّوْا وَاعْيُنَهُمْ

تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا اَلا يَجِدُوا مَا يُنْفِقُونَ

Dan tidak salah orang-orang, yang ketika mereka mendatangimu untuk meminta kendaraan yang mengangkut mereka, engkau berkata: Aku tidak mempunyai kendaraan untuk membawa kamu. Mereka membelakang sedang air mata mereka bercucuran karena sedih, tidak memperoleh apa yang dapat diinfakkan (Tafsir Al-Durr al-Manstur 4, pada ayat-ayat tersebut).

Maksudnya, mereka tidak perlu menyesal karena tidak mampu. Di luar mereka, ada sahabat yang menyesal karena tidak ikut bersama Rasulullah saw.. Ia menyesal kemudian, sepuluh hari setelah Rasulullah saw. berangkat. Sahabat itu adalah Abu Khaitsamah.

Ia mempunyai dua orang istri. Keduanya telah mempersiapkan air yang dingin dan makanan yang enak. Ketika masuk tempat peristirahatannya, tiba-tiba ia teringat Nabi, “Subhanallah,” kata Abu Khaitsamah, “Rasulullah saw. telah diampuni Allah segala dosa-dosanya, baik yang lalu maupun yang kemudian. Kini beliau berada di tempat terbuka, dibakar terik matahari, ditiup angin gurun yang kering, sambil memikul senjata di atas kuduknya. Sedangkan Abu Khaitsamah bersenang-senang di bawah perlindungan tempat peristirahatan yang sejuk, dijamu makanan yang lezat, dan disertai dua perempuan yang cantik. Demi Allah, aku tidak akan berbicara dengan kalian. Aku tidak akan masuk rumah sebelum menyusul Rasulullah saw..”

Ia mempersiapkan untanya, menyiapkan perbekalan, dan bergegas berangkat. Kedua istrinya berusaha menahannya, tetapi sedikit pun ia tidak menjawabnya. Ketika ia hampir tiba di Tabuk, para sahabat Nabi saw. melihat kepulan debu di kaki langit. Kata Rasulullah saw., “Mudah-mudahan itu Abu Khaitsamah!” Nabi memujinya dan mendoakan kebaikan baginya.

Hampir saja Abu Khaitsamah termasuk orang munafik. Ia sudah meninggalkan diri di belakang. Hatinya sudah tergelincir, tetapi ia segera menyesal. Sekali lagi, menyesal kemudian masih berguna. Tidak ada kata terlambat untuk kembali ke jalan yang benar. Untuk Abu Khaitsamah, turunlah QS. At-Taubah (9):117.

لَقَدْ تَابَ اللهُ عَلَى النَّبِيِّ وَالْمُهَجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ

الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ فِي سَاعَةِ الْعُسْرَةِ مِنْ بَعْدِ

مَا كَادَ يَزِيْعُ قُلُوبُ فَرِيْقٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَابَ

عَلَيْهِمْ انَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَّحِيمُ

Sesungguhnya Allah kembali mengasihi Nabi, kaum Muhajir dan orang-orang Anshar, yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, sesudah hati sebagian mereka hampir tergelincir, kemudian Tuhan menerima tobat mereka. Sesungguhnya Tuhan itu Maha Penyantun lagi Maha Penyayang kepada mereka (Tafsir Majma `al-Bayan 3:79; Mizan 9:310).  JRwa mā taufīqī illā billāh, ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi unīb.

Allâhumma shalli ‘alâ Sayyiidina Muhammad wa Âli Sayyiidina Muhammad wa ajjil farajahum warzuqna fiddunya ziyâratahum wa fil âkhirati syafâ’atahum.

***

KH. Jalaluddin Rakhmat, Pendiri Yayasan Muthahhari (Untuk Pencerahan Pemikiran Islam) dan Sekolah Para Juara (SD Cerdas Muthahhari www.scmbandung.sch.id, SMP Plus Muthahhari www.smpplusmuthahhari.sch.id, SMP Bahtera www.smpbahtera.sch.id, dan SMA Plus Muthahhari www.smaplusmuthahhari.sch.id).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *