Berkawan demi Bisnis

Uqbah bin Abi Mu’ith adalah pengusaha multinasional. Pada musim panas, ia berdagang ke negara-negara sebelah utara (Syam). Pada musim dingin, ia berniaga di negara-negara sebelah selatan (Yaman). Berkenaan dengan kebiasaan Uqbah dan kawan-kawannya, ayat ini turun:

لا يَلْفِ قُرَيْسِ

 الفِهِمْ رِحْلَةَ الشَّتَاءِ وَالصَّيْفِ

Karena persatuan Quraisy. Persatuan mereka dalam perdagangan mereka di musim dingin dan musim panas (QS. Al-Quraisy [106]: 1-2).

Ia mempunyai kawan bisnis, Ubayy bin Khalaf. Setiap pulang dari perjalanan bisnisnya, ia mengadakan resepsi syukuran di rumahnya. Ia mengundang tokoh-tokoh masyarakat. Pada salah satu perhelatan, Rasulullah saw. berada di antara tetamu undangan. Ketika makanan disajikan kepadanya, Nabi berkata, “Saya tidak akan memakan hidangan Anda, sebelum Anda bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya”. Di depan banyak orang, Uqbah mengucapkan dua kalimah syahadat. Ia sudah masuk Islam.

Ubayy bin Khalaf mendengar berita itu. Ia menegur Uqbah karena apa yang dilakukannya dalam perhelatan. “Kamu sudah rusak, hai Uqbah”, kata Ubayy. Uqbah berhelah, “Demi Allah, aku tidak rusak. Tetapi, di rumahku ada tamu. Ia tidak mau makan makananku sebelum aku bersaksi di hadapannya. Aku malu kalau dia sampai keluar dari rumahku dan tidak makan makananku. Aku ucapkan kesaksianku dan ia makan.”

“Aku tidak rela. Aku tidak ingin berserikat lagi denganmu, hingga kamu menyatakan keluar dari agama Muhammad. Nyatakan itu di depan Muhammad. Caci-maki dia di depan orang banyak. Ludahi wajahnya”. Ubayy memperingatkan dia. Sebagai orang bisnis, tidak ada yang paling ditakuti Ubayy selain kerugian.

Ia mengukur setiap kegiatan dari rasio untung rugi, cost benefit ratio. Bukankah ia menyelenggarakan perhelatan pun dalam rangka bisnis? Bukankah tokoh-tokoh yang diundang untuk membina relasi? Ia tidak mempunyai ideologi atau agama. Ia tidak peduli orang mau masuk agama apa pun, asalkan kepentingan bisnisnya teramankan.

la segera menemui Rasulullah saw.. Ia menyatakan keluar dari Islam. Ia meludahi wajah Nabi yang mulia di hadapan para sahabatnya. Nabi berkata, “Kelak engkau akan keluar dari Makah dari bukit sebelah itu, dan aku akan menyambutmu dari bukit sebelah itu. Waktu itu engkau akan menyesali perbuatanmu.” Dalam riwayat yang lain dikatakan, “ludahnya kembali ke wajahmu dan membakar pipinya.” Ia menyimpan bekas luka rbakar itu sampai matinya.

Ia termasuk yang ditawan dalam Perang Uhud. Dalam keadaan terbelenggu, lehernya dipancung. Seperti kata Nabi saw., ia menyesali perbuatannya. Ia juga menyesali karena telah mengikuti kawan bisnisnya dan mengabaikan hubungan baiknya dengan Rasulullah saw.. Sebagai peringatan bagi siapa saja yang mengutamakan kepentingan bisnis di atas agama, Allah mengabadikan peristiwa Uqbah itu di dalam (QS. Al-Furqan [25]: 27-29) (Tafsir Al-Durr al-Mantsur 6:250; Tafsir Al-Thabari 1:8; Tafsir Majma’ al-Bayan 7:261).

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يُلَيتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا

يُوَيْلَىٰ لَيْتَنِي لَمْ اَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيْلًا

لَقَدْ أَضَلَّيْ عَنِ الذِّكْر بَعْدَ إِذْ جَاءَ

فِي وَكَانَ الشَّيْطَنُ لِلْإِنْسَانِ خَدُولاً

“Pada hari si zalim menggigit kedua tangannya. Seraya berkata: Ah, seandainya aku bergabung dengan Rasul. Malang nian, mengapa Fulan kuambil sebagai kawan.

la sesatkan daku dari peringatan setelah datang padaku. Setan selalu mengecoh manusia.”

JR Wa mā taufīqī illā billāh, ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi unīb.

Allâhumma shalli ‘alâ Sayyiidina Muhammad wa Âli Sayyiidina Muhammad wa ajjil farajahum warzuqna fiddunya ziyâratahum wa fil âkhirati syafâ’atahum

***

KH. Jalaluddin Rakhmat, Pendiri Yayasan Muthahhari (Untuk Pencerahan Pemikiran Islam) dan Sekolah Para Juara (SD Cerdas Muthahhari www.scmbandung.sch.id, SMP Plus Muthahhari www.smpplusmuthahhari.sch.id, SMP Bahtera www.smpbahtera.sch.id, dan SMA Plus Muthahhari www.smaplusmuthahhari.sch.id).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *