Muhammad, Sang Reformis

Pernah dengar Karen Armstrong? Ia pernah menjadi biarawati Katolik Roma selama tujuh tahun sebelum menjadi seorang ilmuwan. Ia melakukan penelitian serius tentang Tuhan dan menulis lebih serius lagi tentang The History of God. Ia menyeli- diki lagi kehidupan Paulus, tidak sebagai seorang pemeluk Katolik, tetapi sebagai peneliti yang netral, dan menghasilkan serangkaian acara TV yang kontroversial: The First Christian. Akhirnya, ia mencoba memahami Islam dengan meneliti tokoh utamanya, Nabi Muhammad saw. Ia melaporkan hasil telitiannya dalam Muhammad: A Western Attempt to Understand Islam.

Ketika melaporkan kehidupan Paulus, mantan biarawati Katolik itu menggambarkan Paulus seperti seorang kritikus. Ketika melaporkan Muhammad, ia menjadi seorang pembela Nabi Muhammad saw. yang luar biasa. Dengan gigih ia menjelaskan kekeliruan pandangan Barat tentang Rasulullah saw. Ia membela kehormatan Nabi yang mulia lebih tajam dan lebih jernih dari Haikal.

Salah satu keberatan kebanyakan orang Barat dari pribadi Nabi Muhammad saw. adalah keterlibatan beliau dalam berbagai kegiatan politik. Bagaimana mungkin seorang tokoh kesuci an ruhaniah ikut serta dalam kegiatan yang berkaitan dengan kekuasaan duniawi? Bagaimana mungkin seorang Nabi membunuh sesama manusia dalam berbagai peperangan? Simak bagaimana Karen Armstrong menjawab pertanyaan atau dakwaan tersebut:

“Setelah Muhammad hijrah pada tahun 622, masyarakat Islam yang kecil telah melangkahkan kakinya yang pertama menuju kekuasaan politik: sepuluh tahun kemudian umat Is lam menguasai hampir seluruh Arabia dan telah meletakkan fondasi bagi sebuah sistem politik Arab baru, yang memungkinkan kaum Muslim menguasai kerajaan yang sangat luas selama ribuan tahun. Keberhasilan politik ini telah mengandung kesu- litan dan perjuangan yang terus-menerus. Tahun-tahun yang penuh gejolak di Madinah telah menunjukkan betapa sulitnya dan betapa berbahayanya mencoba membangun kembali ma- syarakat sesuai dengan rencana Tuhan.

“Muhammad mengalami kesulitan untuk menerjemahkan firman Tuhan yang suci ke dalam bahasa manusia, yang kadang-kadang hancur berantakan karena pengaruh Ilahiah. Perjuang an untuk membumikan firman Tuhan dalam masyarakat manusia telah membawa kaum Muslim pada batas kesabaran dan kesadaran mereka begitu rupa sehingga kadang-kadang mereka berada pada tepi jurang keputus-asaan dan kadang-kadang hampir meninggalkan Nabi sama sekali. Namun, keberhasilannya menunjukkan bukti paling baik tentang kebijakannya yang luar biasa dan kontroversial.

“Ketika Muhammad mengambil keputusan untuk berpe rang di Badar, untuk mengusir dan membunuh kabilah-kabilah Yahudi atau membuat perjanjian di Hudaybiyah, ia tidak mendapat wahyu langsung dari Tuhan. Ia meminta bantuan dan bermusyawarah dan menggunakan akal sehatnya. Alquran tidak meminta orang Islam meninggalkan akal sehatnya atau duduk berpangku tangan menunggu Tuhan untuk menyelamatkan mereka dengan mukjizat. Islam adalah agama yang praktis dan realistis, yang melihat intelegensi manusia dan wahyu Ilahi berada berdampingan dan bekerja sama secara serasi.

“Menjelang tahun 622, tampak sudah seakan-akan kehendak Tuhan akan terjadi di Arabia. Berbeda dengan begitu banyak nabi-nabi terdahulu, Muhammad bukan saja mengajarkan laki-laki dan perempuan tentang visi harapan yang baru, tetapi ia juga telah berusaha memikul tugas untuk menyelamatkan sejarah manusia dan menciptakan masyarakat yang adil, yang memberikan peluang kepada setiap manusia, laki-laki dan perempuan, untuk mengaktualkan potensinya yang sebenarnya. Keberhasilan politik umat telah hampir menjadi semacam sakramen bagi kaum Muslim; ini merupakan pertanda lahir dari kehadiran tak terlihat Tuhan di tengah-tengah mereka. Kegiatan politik akan terus menjadi tanggung jawab suci dan keberhasilan kekuasaan Islam di kemudian hari menjadi ‘tanda’ bahwa umat manusia secara keseluruhan dapat diselamatkan.

“Daripada berkelana dengan cara yang tidak duniawi di sekitar bukit-bukit Galilea, berkhotbah dan menyembuhkan seperti Yesus dalam Gospel, Muhammad harus terlibat dalam perjuangan politik untuk mereformasi masyarakatnya dan para pengikutnya bersumpah untuk melanjutkan perjuangan ini.

“Alih-alih mencurahkan perhatian seluruhnya pada usaha merestrukturisasi kehidupan personal mereka dalam konteks Pax Romana, seperti umat Kristen terdahulu, Muhammad dan para sahabatnya berusaha menyelamatkan masyarakat mereka, yang tanpa perjuangan itu tak mungkin ada kemajuan moral atau spiritual. Namun, keselamatan individu tak dapat dicapai jika rangkaian pertumpahan darah yang tak berakhir dan penindasan berlangsung terus di Arabia: masyarakat yang korup atau centang-perenang, tak bisa tidak, akan melahirkan imoralitas, kemandekan, dan keputusasaan pada seluruh anggota masyarakat, kecuali pada segelintir pahlawan. Jadi, situasi Arabia abad ketujuh menuntut rancangan keselamatan yang sosial dan sekaligus individual.

“Muhammad berhasil menciptakan masyarakat Madinah yang kuat dan lepas dari kekacauan di sekitarnya. Kelompok kabilah lainnya mulai bergabung, walaupun tidak seluruhnya komit dengan visi keagamaannya. Supaya tetap hidup, umat harus kuat dan perkasa, tetapi tujuan utama Muhammad bukan kekuatan politik melainkan menciptakan masyarakat yang baik.

“Tantangan untuk mewujudkan kehendak Tuhan dalam sejarah manusia tak akan pernah berakhir: akan selalu ada bahaya dan masalah baru yang harus dihadapi. Kadang-kadang orang Islam harus berperang, kadang-kadang mereka harus hidup dalam kedamaian, tetapi mereka telah memulai suatu proyek untuk menyelamatkan sejarah dan juga individu, untuk membuat tapa yang seharusnya menjadi realitas yang hidup di dunia ini.” JRwa mā taufīqī illā billāh, ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi unīb.

Allâhumma shalli ‘alâ Sayyiidina Muhammad wa Âli Sayyiidina Muhammad wa ajjil farajahum warzuqna fiddunya ziyâratahum wa fil âkhirati syafâ’atahum.

***KH. Jalaluddin Rakhmat, Pendiri Yayasan Muthahhari (Untuk Pencerahan Pemikiran Islam) dan Sekolah Para Juara (SD Cerdas Muthahhari www.scmbandung.sch.id, SMP Plus Muthahhari www.smpplusmuthahhari.sch.id, SMP Bahtera www.smpbahtera.sch.id, dan SMA Plus Muthahhari www.smaplusmuthahhari.sch.id).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *