Menghapus Akibat Dosa

Ada doa yang sangat menyentuh dan dianjurkan dibaca pada malam-malam Ramadhan. “Tuhanku, para pengemis tengah berhenti di pintu-Mu. Orang-orang fakir tengah berlindung di hadapan-Mu. Perahu orang-orang miskin tengah berlabuh di tepian lautan kemurahan-Mu dan keluasan-Mu, berharap dapat singgah di halaman kasih-Mu dan anugerah-Mu. Tuhanku, jika di bulan yang mulia ini, Engkau hanya menyayangi orang yang menjalankan puasa dan shalat malamnya dengan penuh keikhlasan, maka siapa lagi yang akan menyayangi pendosa yang kurang beribadah, yang tenggelam dalam lautan dosa dan kemaksiatan.

“Tuhanku, jika Engkau hanya mengasihi orang-orang yang taat, maka siapa lagi yang akan mengasihi orang yang durhaka. Sekiranya Engkau hanya akan menerima orang-orang yang banyak amalnya saja, maka siapa lagi yang akan menerima orang yang sedikit amalnya. Ilahi, beruntunglah orang-orang yang berpuasa. Berbahagialah orang-orang yang shalat malam. Selamat dan sejahteralah orang-orang yang ikhlas. Sedangkan kami hanyalah hamba-hamba-Mu yang berlumuran dosa. Sayangilah kami dengan kasih sayang-Mu. Bebaskan kami dari api neraka dengan maaf-Mu. Ampuni dosa-dosa kami dengan kasih-Mu, wahai yang paling Pengasih dari segala yang mengasihi.”

Dosa dan Musibat. Kita telah berusaha mengisi Ramadhan dengan amal-amal kita. Tetapi, kita tahu banyak sekali kekurangan kita. Kemalasan kita lebih banyak dari ketaatan kita. Kealpaan kita lebih besar daripada zikir kita. Lidah-lidah kita lebih banyak ber gunjing, memaki, atau mengeluarkan kata-kata yang tidak patut ketimbang membaca Al-Quran, menyebut asma Allah, atau menghibur hamba-hamba-Nya. Seluruh anggota badan kita lebih cepat memenuhi perintah hawa nafsu daripada menjemput panggilan Tuhan.

Apa akibat dari semuanya ini? Kita terus-menerus dirundung musibat. Kegelisahan lama bersambung dengan kegelisahan baru. Kecemasan kita bertambah setiap hari. Kita kejar kebahagiaan, tetapi kita selalu berjumpa dengan kemalangan. Kita tidak pernah tenang. Allah Swt. berfirman: “Dan apa saja musibat yang menimpa kamu maka adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar” (QS Al-Syirá [42]: 30).

Imam ‘Ali a.s. bersabda, “Tidaklah urat terkilir, batu terantuk, kaki tergelincir, tongkat tertusuk, kecuali karena dosa. Dan apa yang diampuni Allah sungguh banyak. Barang siapa yang Allah dahulukan siksanya atas dosa-dosanya di dunia ini, maka sesung- guhnya Allah terlalu mulia dan terlalu agung untuk mengulangi siksanya lagi pada hari akhirat” (Ushul Al-Kafi, 2: 445).

Jadi, apa pun yang menimpa kita berasal dari dosa-dosa yang kita lakukan. Tubuh yang sakit, rezeki yang sempit, musuh yang menyerang, bencana yang menerpa, hati yang terluka tidak selalu menghukum dosa-dosa kita. Dengan sabar, Dia ment biarkan kita dan menunggu kita untuk kembali kepada-Nya. Tuhan selalu menanti hamba-hamba-Nya yang mau melabuhkan perahu- nya pada tepian lautan kasih-sayang-Nya. Allah Swt. berfirman: “Dan kalan sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di punggung bumi satu makhluk yang melata pun, tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka sampai waktu yang ditentukan. Maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat keadaan) hamba-hamba-Nya” (QS Al-Fathir [35]: 45).

Allah Swt. masih memberikan tempo kepada kita untuk ber- tobat. Bersihkan dosa-dosa kamu dengan menanggalkan dosa-dosa itu sekarang juga. Datanglah kepada Allah dengan penuh penyesalan. Akui segala kesalahan dan kemaksiatan kamu. Segera setelah Dia yang Mahakasih menerima tobat kamu, semua akibat buruk dosa itu akan dihapuskan. Bukan itu saja, Tuhan juga akan mengganti seluruh keburukan kamu dengan kebaikan. Tuhan akan menggantikan ketakutan kamu dengan rasa damai, kefakiran kamu dengan kecukupan, kebodohan kamu dengan pengetahuan, kesesatan kamu dengan petunjuk: Kecnali orang-orang yang ber tobat, beriman, dan beramal saleh, maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan dalah Allah Maha Pengampun don Maha Penyayang (QS Al-Furqan [25]: 70).

Dengarkan juga bagaimana Tuhan Yang Maha Pengasih me manggil hamba-hamba-Nya yang berdoa dengan sapaan yang sangat mesra, Ya Ibadi Hai hamba-hamba-Ku, “Katakan: Hai hamba hamba-Ku yang melampani batas terhadap diri mereka sendiri. Janganlah kann berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa seluruhnya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Kembalilah kamn kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepadanya, sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)” (QS Al- Zumar [39]: 53-54).

Siapakah yang dipanggil Tuhan dalam ayat ini? Tuhan tidak memanggil: “Ya ibadiyalladzina aqamush-shalat-wahai hamba-hamba-Ku yang mendirikan shalat” atau “Ya ibadiyalladzina ‘amilish- shalihat-wahai hamba-hamba-Ku yang melakukan amal salih”. Yang dipanggil Tuhan untuk kembali kepada pangkuan-Nya adalah “Ya ibadiyalladzina asrafu alá anfusihim-wahai hamba-hamba- Ku yang sudah melewati batas terhadap diri mereka”. Yang dipang gil Tuhan adalah kita semua, yang sudah menghabiskan usia kitn dalam kemaksiatan. Yang disapa Tuhan dengan penuh kasih adalah kita semua, yang sudah membebani punggung kita dengan kedurhakaan. Yang diminta Tuhan tidak banyak: janganlah berputus asa. Dosa dosa kalian besar, tetapi lebih besar lagi ampunan Allah. Kalian tidak layak menggapai kasih sayang Tuhan, tetapi kasil sayang Tuhan sangat layak untuk mencapai kalian, karena kasih sayang Tuhan meliputi langit dan bumi.

Tiga Dosa Yang Segera Dibalas. Rasulullah Saw. bersabda, “Ada tiga dosa yang akan disegerakan siksanya di dunia ini juga dan tidak akan ditangguhkan kepada hari akhirat: durhaka kepada orangtua, berbuat zalim kepada manusia, dan tidak berterima kasih pada kebaikan orang lain.”

Jika Anda merasa kurang berkhidmat kepada orangtua, jika Anda selama ini mengabaikan mereka, jika Anda tidak segan-segan menyakiti hati mereka, bersegeralah datang kepada keduanya. Bersimpuhlah di kaki mereka, cium tangan mereka, dan basahi tangan yang pernah menimang Anda itu dengan air mata, mintakan maaf atas kekurangan perkhidmatan Anda atas mereka. Jika orangtua Anda sudah meninggal dunia, kirimkan doa yang tulus kepada mereka. Antarkan doa itu dengan amal saleh dan hadiahkan amal saleh itu kepada mereka. Ziarahilah kuburan mereka. Lalu bertobatlah kepada Allah. Mohonkan rahmat-Nya agar Dia tidak menurunkan azab-Nya kepada Anda. Mohonkan kepada Allah agar Dia mengasihi kedua orangtua Anda sebagaimana mereka mengasihi Anda ketika kecil.

Jika Anda pernah merampas hak orang lain, atau mempergunjingkan dan memfitnah mereka, atau memeras tenaga mereka untuk keuntungan diri sendiri, atau menyakiti hati mereka dengan penghinaan atau makian, atau mendengki mereka dan berusaha menjatuhkan mereka dengan tuduhan keji, atau menyiksa mereka dengan lisan atau tindakan, atau Anda mengabaikan mereka ketika mereka meminta pertolongan, atau Anda tidak memaafkan mereka ketika mereka minta maaf, Anda sesungguhnya telah berbuat zalim kepada mereka. Anda telah mengundang datangnya azab Tuhan. Kembalikan segera hak mereka yang telah Anda rampas. Muliakan kehormatan mereka yang telah Anda rendahkan. Berbuat baiklah kepada mereka setelah Anda berbuat jahat kepada mereka. Mintakan maaf dengan tulus. Jika mereka sudah meninggal dunia, ucapkan doa buat mereka. Hadiahkan amal salehmu kepada mereka. Lalu bertobatlah kepada Allah. Mohonkan rahmat-Nya agar Dia tidak menurunkan azab kepadamu.

Jika Anda pernah menerima kebaikan dari makhluk Tuhan, yang melalui mereka Tuhan mengalirkan nikmat-Nya kepadamu, lalu Anda tidak membalas kebaikan itu dengan kebaikan, atau Anda tidak sedikit pun menampakkan terima kasih kepada mereka, Anda telah mengundang azab Allah. Mereka yang pernah berbuat baik kepada Anda itu tidak terhitung jumlahnya. Ada orangtua yang membesarkan Anda, guru yang mengajarkan ilmu kepada Anda, kawan yang menolong Anda, istri, atau suami yang berkhidmat kepada Anda, pegawai yang melaksanakan perintah Anda, atau orang-orang kecil yang secara tidak langsung membesarkan Anda. Berbuat baiklah kepada mereka sekarang juga. Ungkapkan terima kasih Anda, paling tidak dengan penghormatan yang Anda berikan kepadanya. Berbuatlah baik kepada mereka setelah Anda berbuat jahat kepada mereka. Mintakan maaf dengan tulus. Sebutkan nama-nama mereka dalam doa-doa Anda. Jika mereka sudah meninggal dunia, hadiahkan amal salehmu kepada mereka. Lalu bertobatlah kepada Allah. Mohonkan rahmat-Nya agar Dia tidak menurunkan azab-Nya kepadamu, karena kamu tidak bisa berterima kasih kepada orang-orang yang telah berbuat baik kepadamu. JRwa mā taufīqī illā billāh, ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi unīb.

Allâhumma shalli ‘alâ Sayyiidina Muhammad wa Âli Sayyiidina Muhammad wa ajjil farajahum warzuqna fiddunya ziyâratahum wa fil âkhirati syafâ’atahum.

***

KH. Jalaluddin Rakhmat, Pendiri Yayasan Muthahhari (Untuk Pencerahan Pemikiran Islam) dan Sekolah Para Juara (SD Cerdas Muthahhari www.scmbandung.sch.id, SMP Plus Muthahhari www.smpplusmuthahhari.sch.id, SMP Bahtera www.smpbahtera.sch.id, dan SMA Plus Muthahhari www.smaplusmuthahhari.sch.id).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *