Rindu untuk Rasul

Setelah saya membacakan hadis tentang keharusan mencintai Rasulullah saw., seorang pemuda bertanya, “Saya ingin mencintai Nabi saw., tetapi saya tidak tahu bagaimana caranya. Kalau saya merindukan seorang gadis, saya membayangkan wajahnya: bibirnya, tubuhnya, tangannya, atau kakinya. Seperti apakah saya harus membayangkan Nabi saw?” Pertanyaan ini menunjukkan dua hal. Pertama, kemampuan kita mencintai terbatas hanya pada …

WANITA PUN MENJADI KORBAN

Untuk apa perempuan diciptakan? Untuk menyenangkan laki-laki, kata kawan saya yang sarjana fisika. Lihat saja berbagai tempat hiburan. Perempuan-perempuan “dijual” untuk memuaskan selera laki-laki. Tak ada tempat hiburan yang menjual laki-laki. Demosthenes pernah berkata, “Kita perlukan gundik untuk memuaskan kesenangan kita dan istri untuk melahirkan keturunan kita.” Tak ada gundik atau istri yang laki-laki. “Tidak …

Haji: Keberangkatan Sukarela Menuju Allah Swt.

Para ulama mengatakan bahwa ketika kita melaksanakan ibadah haji, sebenarnya kita meninggalkan pekerjaan, keluarga, dan tetangga untuk pergi. Ke mana? Kita pergi menuju Rumah Allah yang dalam bahasa Arab disebut Baitullah. Sebetulnya haji merupakan geladi resik (latihan) untuk kembali kepada Allah Swt. Haji adalah latihan kematian kita, karena kita meninggalkan tanah air, meninggalkan keluarga, meninggalkan …

Kematian Sebagai Penyucian

Saya ingin memulai dengan sebuah riwayat. Dahulu pada masa Ali Al-Hadi, cucu Rasulullah yang kesembilan. Suatu hari Ali Al-Hadi mengunjungi orang yang sakit parah. Orang yang sakit itu takut luar biasa menghadapi kematian. Wajahnya resah gelisah, sama sekali tak tampak kedamaian. “Wahai hamba Allah, kamu takut kematian karena kamu tidak memahami arti kematian. Sekarang katakan …

MATI SYAHID

Tulisan ini saya mulai dengan penyampaian takziah sedalam dalamnya kepada bunga-bunga Ibu Pertiwi yang telah gugur sebelum mekar karena kecintaan mereka kepada kebenaran dan keadilan. Kita percaya bahwa arwah mereka yang suci telah dijemput para malaikat dan ditempatkan di sisi Allah pada tempat yang sebaik-baiknya. Saya ingin mengajak para pembaca kembali kepada suatu peristiwa yang …

KEMATIAN DALAM PERSPEKTIF SUFI

Ada seorang mulia di Bukhara bernama Sadr-e Jahan. Ia terkenal dermawan. Ia membagi-bagikan emas dari pagi sampai malam. Hari ini ia membagi orang-orang sakit; esok harinya para janda, keturunan Ali, atau para santri yang belajar agama. Tidak terlupakan orang miskin biasa atau orang yang terlilit utang. Ia memberikan hartanya kepada siapa saja, dengan satu syarat: …