Doa Bukan Lampu Aladin
Dahulu, ia mubaligh populer di kalangan anak muda. Suaranya keras, baik volume maupun isinya. Kini, ia datang kepada saya dengan terseok-seok, hampir seperti “rongsokan tubuh”. Wajahnya muram. Kekecewaannya begitu besar, sehingga tidak menyisakan sedikit pun ruang pada air mukanya untuk harapan. Ia kecewa kepada pemerintahnya, karena tidak memelihara “fakir miskin dan anak-anak terlantar.” Ia kecewa …