Kemerdekaan dan Goncangan

Manakah yang lebih bagus: stabilitas atau dinamika; kesetimbangan atau ketimpangan; ekuilibrium atau dis-ekuilibrium? Para politisi memilih yang pertama, para ilmuwan mutakhir mengambil yang kedua. Menurut Hukum Thermodinamika Kedua, semua sistem bergerak ke arah entropi. Makin banyak entropi, makin sulit sistem berubah. Seperti sebuah mesin, makin lama ia bekerja, makin banyak energi yang dikeluarkan, makin aus …

Tobat Nasional

Anda mungkin pernah mendengar kisah salat Istisqa’ di Andalusia, Spanyol Islam. Musim kemarau panjang menimpa khilafah Islam di Dunia Barat. Selain kehancuran tanaman akibat kekeringan, berbagai musibah lain terjadi. Raja menyelenggarakan salat Istisqa’ di pusat pemerintahan. Sebagaimana lazimnya, raja harus berkhutbah. Tetapi, begitu ia naik mimbar, suaranya hilang. Tidak sepatah kata pun keluar. Ketua Majelis …

Pedagang Tabriz

Seorang pedagang kaya dari Tabriz singgah di Qonya, Turki. Ia bertanya kepada para wakilnya, siapa orang yang paling faqih dan salih di negeri itu. Ia ingin berkunjung kepadanya untuk memberikan penghormatan. “Saya bepergian jauh ke setiap negeri bukan hanya untuk cari uang. Saya ingin juga berkenalan dengan orang-orang mulia di setiap kota.” Wakilnya membawa dia …

KEWAJIBAN KEPADA RASULULLAH: PERSPEKTIF TASAWUF

Kita telah berbicara tentang hak-hak Rasulullah kepada kita; atau, dengan perkataan lain, kewajiban kita kepada beliau, kalau kita menerima beliau sebagai junjungan kita. Saya ingin melanjutkan dengan membacakan kisah yang diceritakan Jalaluddin Rumi dalam Matsnawi, kitab yang kelima. Sebelumnya, saya ingin memperkenalkan siapa Jalaluddin Rumi dan apa Matsnawi ini. Jalaluddin Rumi adalah seorang penyair sufi …

Berzikirlah Kamu Sebanyak-banyaknya

Jalaluddin Rumi pernah bercerita tentang seorang penduduk Konya yang punya kebiasaan aneh; ia  suka  menanam  duri  di tepi jalan. Ia menanami duri itu setiap hari sehingga tanaman berduri itu tumbuh besar. Mula-mula orang tidak merasa terganggu dengan duri itu. Mereka mulai protes ketika duri itu mulai bercabang dan menyempitkan jalan orang yang melewatinya. Hampir setiap …

Lapar Bagi Perkembangan Ruhani

Jalaluddin Rumi pernah bercerita tentang keledai yang terus-menerus mengeluh karena perutnya yang lapar. Banyak manusia yang juga mengeluh karena lapar. Untuk keledai dan manusia yang seperti keledai, Rumi menggoreskan bait-bait puisinya dalam Matsnawi, 5: 2829-2839: Sekiranya tidak ada lapar, selain kegagalan pencernaan Ratusan musibat lainnya akan muncul di permukaaan Sungguh musibat lapar lebih baik dari …

Kiat Mengobati Penyakit Hati

Cara pertama untuk mengobati penyakit hati, menurut Al-Ghazali, adalah dengan mencari guru yang mengetahui penyakit hati kita. Ketika kita datang kepada guru tersebut, kita harus datang dengan segala kepasrahan. Kita tidak boleh tersinggung jika guru itu memberitahukan penyakit hati kita. ‘Umar bin Al-Khaththab pernah berkata, “Aku menghargai sahabat-sahabatku yang menunjukkan aib-aibku sebagai hadiah untukku.” Seorang …

Kendali Diri

Alkisah, “seorang pemburu ular pergi ke gunung untuk menangkap ular dengan mantra-mantranya.” Setelah menjelajah gunung-gunung yang tinggi, ia sampai ke puncak gunung yang bersalju. Di sana, ia menemukan seekor ular besar terbujur kaku seperti sebongkah kayu. Tubuhnya membeku dan tampaknya sudah mati kedinginan. Tidak ada gerak sama sekali. Dengan sukacita, ia memikul ular itu seperti …

KEWAJIBAN KEPADA RASULULLAH: PERSPEKTIF TASAWUF

Kita telah berbicara tentang hak-hak Rasulullah kepada kita; atau, dengan perkataan lain, kewajiban kita kepada beliau, kalau kita menerima beliau sebagai junjungan kita. Saya ingin melanjutkan dengan membacakan kisah yang diceritakan Jalaluddin Rumi dalam Matsnawi, kitab yang kelima. Sebelumnya, saya ingin memperkenalkan siapa Jalaluddin Rumi dan apa Matsnawi ini. Jalaluddin Rumi adalah seorang penyair sufi …

Perempuan dalam Tasawuf

“Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al-Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus ruh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna,” (QS. Maryam [19]: 16-17). Dalam surah Maryam, Allah Swt. menghadirkan sosok …