MENCINTAI NABI DAN KELUARGANYA DAPAT MEMPERSATUKAN UMAT

Sebelumnya, izinkanlah saya menceritakan asal-usul nama saya. Ayah saya dulu adalah seorang kiai kampung. Sangat tradisional. Ketika belajar kitab kuning, yang paling mengesankan ayah saya adalah kitab tafsir yang juga sangat sederhana, sebagaimana umumnya kitab-kitab kuning. Sebagian orang sekarang menyebut bahwa kitab itu bukan kitab tafsir. Kitab itu ditulis oleh dua orang Jalaluddin. Karena itu, …

MULLA SADRA: MENGGABUNGKAN KEMBALI PHILOS DAN SOPHOS

Ketika orang bijak memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, ia tidak akan lagi memperhatikan omongan yang salah kaprah, dan tidak pula ia ragu-ragu untuk menentang kepercayaan orang kebanyakan. Sungguh, ia akan menaruh perhatian pada kebenaran apa yang disampaikan, bukan siapa yang menyampaikan. Mulla Sadra, Asfar, 6:6 Tidak benar filsafat Islam berakhir pada abad 12 bersamaan dengan kematian …

Hidup Al-Mushawwibûn!

Manakah yang benar: mengeraskan basmalah atau tak membacanya? Qadariyyah atau Jabbariyyah? Syariat atau tarikat? Khusus bagi orang Islam di Indonesia, manakah yang benar: miqat di Qarnul Manazil atau di Jeddah? Perjuangan struktural atau kultural? NU atau Muhammadiyah? Gus Dur atau Mas Amien? Tidak selalu pertanyaan itu dualistis. Boleh jadi pilihannya banyak. Tetapi, yang penting ialah …

Teologi Kemiskinan dan Pemiskinan Teologi

Saya akan memulai dengan ilustrasi yang saya ambil dari Tafsir Al-Fakhrurrazi ketika menjelaskan ayat dari Surah Al-Qadr. Al-Fakhrurrazi bercerita bahwa para malaikat sering berusaha melihat amal-amal yang dilakukan oleh manusia di bumi pada Lauh Al-Mahfuzh, tetapi sering kali ketika malaikat ingin mengetahui amal jelek manusia, tirai tiba-tiba ditutupkan sehingga malaikat tidak bisa melihatnya lagi. Setelah …