MULLA SADRA: MENGGABUNGKAN KEMBALI PHILOS DAN SOPHOS

Ketika orang bijak memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, ia tidak akan lagi memperhatikan omongan yang salah kaprah, dan tidak pula ia ragu-ragu untuk menentang kepercayaan orang kebanyakan. Sungguh, ia akan menaruh perhatian pada kebenaran apa yang disampaikan, bukan siapa yang menyampaikan. Mulla Sadra, Asfar, 6:6 Tidak benar filsafat Islam berakhir pada abad 12 bersamaan dengan kematian …

Karen Armstrong: SIMPATIK TAPI TIDAK KRITIS

Waktu itu masih era Orde Baru. Para cendekiawan Islam berkumpul di rumah Alwi Shihab. Saya menyampaikan makalah tentang perlunya ijtihad. Saya kutip riwayat dari tarikh Thabari berkenaan dengan kelakuan Khalid bin Walid yang membunuh Malik bin Nuwairah dan menikahi jandanya tanpa iddah. Apa yang dilakukan Khalid itu disebut oleh Abu Bakar sebagai ijtihad dan oleh …

ZAWAWI IMRON: PENYAIR DESA

Waktu itu, Taufiq Ismail punya “hajatan” aneh. Ia mengumpulkan para mubalig untuk menyampaikan puisi-puisi mereka. “Mubalig sama dengan penyair, bergulat dengan kata-kata. Karena itu, mereka pasti mahir bersyair-syair,” katanya, ketika ia mengundang saya untuk membacakan puisi-puisi saya di Taman Ismail Marzuki (TIM). Saya memang suka menulis puisi, tetapi untuk keperluan sendiri. Tidak pernah dipublikasikan, apalagi …

Fâthimah: ‘Abidah

Kisah perjuangan Fâthimah adalah kisah penderitaan. Ia membuka matanya yang pertama ketika keluarga Nabi Saw diguncang oleh berbagai musibah. Ia juga menutup matanya pada waktu keluarga Fâthimah dihujani musibah, yang seperti terungkap dalam puisinya—”sekiranya musibah itu menimpa siang, siang akan berubah menjadi malam gelita. Ke manakah ia mengadukan segala deritanya? Di manakah ia mendapatkan kedamaian …

IMAM ALI BIN ABI THALIB: PENGHULU PARA ILMUWAN MUSLIM

Bila Anda membaca beberapa kitab, Anda akan menemukan banyak riwayat yang menyebutkan tentang hari kesyahidan Imam ‘Alî bin Abî Thalib. Riwayat yang paling mashur adalah pada tanggal 19 Ramadhan. Ketika beliau sedang shalat Shubuh, ‘Abdurrahmân bin Muljam menebaskan pedangnya dari belakang tepat mengenai kepala beliau. Beliau lantas tersungkur di mihrabnya. Beberapa hari setelah itu, tepatnya …

Bung Karno: Pelanjut Pesan Para Nabi

Bulan Juni, 44 tahun yang lalu, jalan-jalan yang panjang menuju Blitar dipenuhi oleh iring-iringan rakyat kecil; prosesi manusia yang bergerak dari gubuk-gubuk kecil, pematang-pematang sawah, jembatan-jembatan sungai, lorong-lorong yang kumuh. Tidak ada suara yel-yel yang memberitahu kepada kita kelompok politik apa mereka itu. Tembuslah kebisuan barisan mereka. Kita mendengar isak-tangis tertahan dan deraian air mata …

Perjuangan Mustadhafin

Al-Quran tidak pernah menyebut kata kemerdekaan. Istilah itu memang punya makna spesifik dalam sejarah manusia. Ketika masyarakat terdiri dari dua macam anggota-orang merdeka dan budak-merdeka berarti bebas dari perbudakan. Al-Quran menyebut kata budak dan tuan, abd dan mawla. Ketika dunia terdiri dari bangsa yang menjajah dan bangsa yang terjajah, merdeka berarti melepaskan diri dari penjajahan …

Kemerdekaan di Mata Bung Karno

Ada satu kata yang harus kita ingat, setiap kali kita menghadapi Pemilu. Kata itu ialah Merdeka. Tanpa kemerdekaan tidak akan ada Pemilu.Tanpa kemerdekaan kita tidak dapat memilih pemimpin yang kita kehendaki. Tanpa kemerdekaan kita tidak bisa ikut serta mengatur Negara. Pada pidato 17 Agustus1945, Bung Karno berkata, “Kita sekarang telah merdeka! Tidak ada satu ikatan …

Hidup Al-Mushawwibûn!

Manakah yang benar: mengeraskan basmalah atau tak membacanya? Qadariyyah atau Jabbariyyah? Syariat atau tarikat? Khusus bagi orang Islam di Indonesia, manakah yang benar: miqat di Qarnul Manazil atau di Jeddah? Perjuangan struktural atau kultural? NU atau Muhammadiyah? Gus Dur atau Mas Amien? Tidak selalu pertanyaan itu dualistis. Boleh jadi pilihannya banyak. Tetapi, yang penting ialah …

Bukankah Dia Manusia?

Dua orang sahabat Nabi, penakluk Qadisiyyah, sedang duduk berbincang. Tiba-tiba lewatlah iringan jenazah. Keduanya lalu berdiri memberi penghormatan. Orang-orang berkata bahwa mayit itu adalah orang kafir. Menurut mereka, tidak selayaknya sahabat Nabi memberikan penghormatan kepada jenazah kafir. Sahal dan Qays, sahabat Nabi itu, menolak anggapan tersebut. “Dahulu,” kata Sahal, “kami berkumpul bersama Rasulullah saw. Lalu, …