YANG MUNGKIN DAN YANG HARUS: ISLAM SEBAGAI KEKUATAN POLITIK INTERNASIONAL

Pada bulan September 1986, para peserta Konferensi Tingkat Tinggi Negara-negara Non-Blok VIII tertegun ketika seorang mullah—dengan serban dan jubah hitam—berdiri menuju mimbar. Dengan suara karismatis, ia memulai pidatonya dengan mengutip ayat Al-Quran: Wahai sekalian manusia, Aku telah menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan dan menjadikan kalian bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar kalian saling mengenal dan mengerti. …

KHUTBAH AGAMA-TELEVISI

George Gerbner, pakar komunikasi dan peneliti televisi di Amerika Serikat, menyebut televisi sebagai agama masyarakat industri. Televisi telah menggeser agama-agama konvensional. Khutbahnya didengar dan disaksikan oleh jamaah yang lebih besar daripada jamaah agama mana pun. Rumah ibadahnya tersebar di seluruh pelosok bumi; ritus-ritusnya diikuti dengan penuh kekhidmatan, dan boleh jadi lebih banyak menggetarkan hati dan …

VIDEOPOLITIK: PERANG LEWAT TELEVISI

Terry Jones, pelaut muda dari Australia, meloncat dari kapal perangyang sedang bertolak ke Teluk Persia. Apa pasal? Dia menonton acara televisi yang memperlihatkan Presiden AS, George Bush, asyik bermain golf di Kennebunkport. Ketika ribuan orang tengah mempertaruhkan nyawa mereka di padang pasir yang panas-begitu pikir Jones-Bush yang mengirimkan mereka ke sana malah bersenang-senang. Diperkirakan lebih …

TEORI-TEORI MONITOR

Manusia adalah homo sapiens, makhluk yang selalu ingin tahu. Anda tidak pernah menerima stimulus secara pasif. Anda selalu berusaha memberi makna kepada stimulus yang Anda terima. Anda selalu terpanggil untuk merumuskan teori yang dapat menjelaskan peristiwa-peristiwa di sekitar Anda. Satu peristiwa dapat dijelaskan dengan teori yang bermacam-macam; bergantung pada latar belakang sosio-psikologis perumusnya. Marilah kita …

PERAN MEDIA MASSA ISLAM

Al-Walid bin Uqbah adalah satu-satunya orang yang mendapat “kehormatan” digelari fasiq sampai dua kali di dalam Al-Quran. Kali pertama, dia diutus oleh Rasulullah saw. untuk mengambil zakat Bani Al-Musthaliq. Kisahnya demikian: Pada zaman jahiliah, pernah terjadi bentrokan antara Bani Al-Mustaliq dengan kabilah Al-Walid. Rasa dendam dalam diri Al-Walid telah mendistorsi pandangannya. Ketika dia melihat Bani …

MEDIA UNTUK ORANG KECIL

Bulan Oktober adalah bulan Sumpah Pemuda. Para pemuda dipestakan, disanjung, diimbau, dan tentu saja… diberi petunjuk. Berita-berita dalam surat kabar berkisar umumnya tentang pesta pemuda; begitu pula komentar para pejabat dan penulis opini. Sebuah berita kecil, masih tentang pemuda, muncul tanpa komentar. Di kota kecil Sumedang, seorang pedagang kecil—kita menyebutnya pedagang asongan—digilas bis sampai tiga …

IMAM ALI BIN ABI THALIB: PENGHULU PARA ILMUWAN MUSLIM

Bila Anda membaca beberapa kitab, Anda akan menemukan banyak riwayat yang menyebutkan tentang hari kesyahidan Imam ‘Alî bin Abî Thalib. Riwayat yang paling mashur adalah pada tanggal 19 Ramadhan. Ketika beliau sedang shalat Shubuh, ‘Abdurrahmân bin Muljam menebaskan pedangnya dari belakang tepat mengenai kepala beliau. Beliau lantas tersungkur di mihrabnya. Beberapa hari setelah itu, tepatnya …

INSAN KAMIL: MANUSIA SEIMBANG

Barat menyebut Timur sebagai “negeri pagi,” negeri matahari terbit. Barat menyebut dirinya “negeri petang,” negeri matahari tenggelam. Pagi mencerminkan saat berakhirnya kegelapan dan terbitnya cahaya. Memang, dari Timurlah datang agama-agama besar dunia. Dari Timur dimulai pencerahan ruhani. Karena itu, para penulis Barat, ketika menceritakan pertemuan mereka dengan Timur, menyebut dunia Timur secara romantis—Morgenlande. Negeri pagi …

PESANTREN: SUBKULTUR YANG HAMPIR PUNAH

Saya masih terkesan dengan kegembiraan kakek saya ketika ada seorang kiai datang berkunjung ke rumahnya. Ia mencium tangan sang kiai dengan Kakek yang sangat berwibawa di mata saya sekarang kelihatan seperti anak kecil. Ketika kiai itu mengusap kepala saya, saya rasakan tangan yang sangat lembut. Serbannya menyapu leher saya dan saya mencium harum yang aneh. …

ZAWAWI IMRON: PENYAIR DESA

Waktu itu, Taufiq Ismail punya “hajatan” aneh. Ia mengumpulkan para mubalig untuk menyampaikan puisi-puisi mereka. “Mubalig sama dengan penyair, bergulat dengan kata-kata. Karena itu, mereka pasti mahir bersyair-syair,” katanya, ketika ia mengundang saya untuk membacakan puisi-puisi saya di Taman Ismail Marzuki (TIM). Saya memang suka menulis puisi, tetapi untuk keperluan sendiri. Tidak pernah dipublikasikan, apalagi …