Al-Ghawghâ’

Akhir pemerintahan Khalifah ‘Utsmân r.a. ditandai dengan kerusuhan sosial. Orang banyak berkumpul di ibu kota, berasal dari berbagai penjuru, siap untuk melakukan sesuatu. Suatu hari kerusuhan terjadi. ‘Ustmân terbunuh. Sesudah itu, para perusuh perlahan-lahan menghilang, kembali ke tempatnya masing-masing. ‘Ali bin Abi Thalib, yang kemudian memimpin pemerintahan, menyebut peristiwa di atas sebagai fitnah, huru-hara besar, …

HIJRAH NABI DAN RELEVANSINYA

Kita akan memulai pembicaraan hijrah ini dari tarikh klasik. Umumnya, orang mengetahui Rasulullah hijrah pada bulan Muharram, karena bulan itu merupakan tahun baru Hijriah. Setiap bulan Muharram, kita akan diingatkan pada peristiwa bersejarah dalam Islam, yakni peristiwa hijrah. Saya akan membicarakan latar belakang hijrah pada zaman Rasulullah, ketika Islam datang dan mengajar- kan bahwa tidak …

Jemputlah Dia yang Menggumamkan Namamu

Pada pertengahan tahun enam puluhan, saya membentuk keluarga sederhana di tengah tetangga-tetangga yang sederhana dan di perumahan sangat sederhana. Pendapat saya tentang agama juga sederhana. Pegangan saya al Quran dan hadis, titik. Saya tidak suka pada peringatan maulid, karena tidak diperintahkan dalam al Quran dan hadis. Saya tidak suka salawat yang bermacam-macam selain salawat yang …

Buktikan Cintamu kepada Rasulullah Saw.

Pada tahun keenam Hijrah, Rasulullah Saw. dan para sahabamya berhenti di Hudaibiyah. Dari Makkah datang utusan kafir Quraisy. Mereka bermaksud melarang Nabi dan rombongan untuk melakukan haji. Setelah perundingan agak alot, lahirlah Perjanjian Hudaibiyah. Ketika balik lagi ke Makkah, mereka bukan saja membawa naskah perjanjian, mereka membawa kenangan yang memesona. Untuk pertama kalinya mereka menyaksikan …

Belajar Mengikhlaskan Amal

Ikhlas berasal dari kata khalasha yang artinya bersih atau lepas dari sesuatu. Juga dapat berarti khalash yang berarti selamat atau terlepas dari bahaya. Semua orang celaka kecuali yang beramal dan semua amal celaka kecuali yang ikhlas. Jadi, kata ikhlas di samping berarti membersihkan, juga berarti menyelamatkan. Orang biasanya sudah memahami bahwa amal yang ikhlas itu …

Qanbar; Belajar Wara’ dari Ali

Izinkan saya bercerita tentang Qanbar. Mungkin karena ia budak, atau mungkin karena ia sahaya Ali, sejarah tidak banyak bercerita. Ia termasuk tokoh-tokoh yang tidak terkenal. Kemelut politik dan kampanye politrik pasca Rasulullah telah menenggelamkan bintang-bintang yang cemerlang. Qanbar beruntung belajar langsung dari orang yang memikul missi wara’ dari apa yang diharamkan Allah. Wara’ tidak ia …

Abu Rafi’ Maula Rasul Allah

Rasa sukacitanya bertambah, ketika Abu Rafi’ melihat Nabi saw mengumumkan di depan khalayak sahabatnya: Wahai manusia, siapa yang ingin melihat kepercayaanku (amini) untuk diriku dan keluargaku. Lihatlah Abu Rafi’, kepercayaanku!”. Siapakah Abu Rafi’ budak Rasulullah? Hampir tidak ada yang mengenalnya. Saudara juga tidak mengenalnya. Ia tertindih dalam arsip sejarah. Ia dilupakan para muarrikh. Sebagaimana Salman …

NASIHAT BAGI BIROKRAT

Pada 38 H, Ali bin Abi Thalib menunjuk Malik bin Al-Harits Al- Asytar sebagai Gubernur Mesir. Sebagai petunjuk melaksanakan pemerintahan, Ali menulis sebuah surat panjang, sebuah dokumen bersejarah yang dapat kita sebut sebagai pedoman administrasi pemerintahan Islam. Para ahli sejarah menyimpan dokumen ini. Kitab Nahj Al-Balaghah memuatnya secara lengkap sebagai surat ke-53. Para ulama telah …

Jangan Mengurai Setelah Merajut

Seorang lelaki mengadu kepada orang saleh dari keluarga Nabi Saw, Ali Zainal Abidin. “Aku mudah tergoda sama perempuan,” kata lelaki itu. “Aku berzina satu hari dan esoknya aku berpuasa. Bisakah yang ini (puasa) menebus yang ini (zina).” Imam Ali Zainal Abidin menariknya ke dekatnya dan memegang tangannya, lalu berkata, “Kamu lakukan amal ahli neraka dan …

Wara’: Amal yang Paling Utama

“Demi Allah, sekiranya kepadaku diberikan tujuh alam dengan segala isinya di bawah langit agar aku menentang Allah dengan mengambil sebutir gandum dari mulut seekor semut, aku tidak akan melakukannya.” (Imam Ali as) Hari itu, tengah hari pada Jumat terakhir di bulan Sya’ban. Khatib waktu itu Rasulullah saw. Ia berbicara dengan suara yang jelas. Kalimat-kalimatnya pendek-pendek …